Menuju konten utama

Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim soal Hina Suku Toraja

Pandji mengaku dicecar penyidik dengan 48 pertanyaan terkait materi stand up-nya yang diduga menghina suku Toraja beberapa waktu lalu.

Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim soal Hina Suku Toraja
Pandji Pragiwaksono bersama rekannya saat berkunjung ke kantor media Tirto.id. tirto.id/Hafitz Maulana
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penyidik Bareskrim Polri memeriksa komika Pandji Pragiwaksoso terkait dugaan penghinaan suku Toraja. Pemeriksaan itu dihadiri Pandji dalam kapasitasnya sebagai saksi terlapor.

“48 (pertanyaan diberikan kepada saya). Seputar materi stand up saya, materi dalam video saya,” kata Pandji di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Menurut Pandji, dalam kasus ini dirinya bahkan sudah pernah berdialog dengan perwakilan masyarakat asal Toraja. Pertemuan itu disebut sebagai niat baik dalam rangka pembicaraan lebih lanjut.

“Saya ikutin saja prosesnya. Pokoknya saya dipanggil, saya hadir. Saya ditanya, saya jawab. Wartawan nyetop, saya berhenti,” tutur Pandji.

Lebih lanjut, Pandji menerangkan, dirinya menilai proses hukum ini merupakan konsekuensi logis. Namun, dia memastikan bahwa apa yang dilakukannya semata-mata hanya karena ingin berkarya dengan materi stand up, di mana semua orang bisa merespons dengan cara beragam.

Diketahui, komedian Pandji Pragiwaksono diduga lecehkan suku Toraja karena materi stand-up comedy-nya. Komika itu diminta Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) untuk meminta maaf secara publik.

PMTI, dalam keterangannya pada Senin (3/11/2025), menyatakan bahwa pihaknya merasa tersinggung dengan lelucon Pandji Pragiwaksono terkait adat istiadat suku Toraja. Berdasarkan penelusuran, lelucon yang dipersoalkan oleh PMTI sendiri merupakan materi stand-up comedy lama milik Pandji Pragiwaksono dalam acara spesialnya, "Mesakke Bangsaku", yang diselenggarakan pada 2013 lalu.

Materi Pandji Pragiwaksono yang dinilai melecehkan adat suku Toraja adalah candaannya mengenai prosesi pemakaman Rambu Solo. Dalam adat istiadat suku Toraja di Sulawesi Selatan, Rambu Solo dilakukan dengan menggelar sejumlah upacara yang melibatkan penyembelihan kerbau belang, kerbau biasa, juga babi.

Baca juga artikel terkait PENGHINAAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher