Seri Pesepakbola Muslim

Ousmane Dembele: Bengal, Tapi Dermawan dan Muslim yang Baik

Oleh: Hendi Abdurahman - 5 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pesepakbola muslim Ousmane Dembele menyumbangkan pendapatannya dari hasil juara Piala Dunia 2018 untuk membangun masjid di Mauritania.
tirto.id - Ousmane Dembele turut membawa Timnas Perancis menjuarai Piala Dunia 2018 di usia yang masih sangat muda, 20 tahun kala itu. Pesepakbola muslim ini memang sangat bertalenta, sehingga klub sebesar Barcelona amat berniat memilikinya.

Setelah turut meraih juara Piala Dunia 2018 di Rusia bersama Les Blues, Ousmane Dembele mengungkapkan syukur dengan membangun masjid di Diaguily, Mauritania, negara kecil di Afrika bagian utara-barat yang merdeka dari Perancis pada 1960.

Lahir di Vernon, Perancis, tanggal 15 Mei 1997, Ousmane Dembele mewarisi darah Mali dari sang ayah. Sedangkan ibunya adalah keturunan Mauritania dan Senegal.

Karier Melesat Cepat

Karier sepak bolanya dimulai ketika bergabung dengan Rennes II di level junior. Ousmane Dembele akhirnya tampil di Ligue 1 2015/2016 setelah dipromosikan ke skuad utama Rennes.

Hanya semusim di Ligue 1 dengan torehan 12 gol dan 5 assist dalam 26 laga, Ousmane Dembele terlalu cepat meninggalkan Perancis lantaran diboyong Borussia Dortmund ke Bundesliga Jerman di musim 2016/2017.

Lagi-lagi karier Dembele bergulir cepat laksana kilat. Ia bertahan di Dortmund juga hanya satu musim. Sejak musim 2017/2018, Dembele bergabung dengan Barcelona. Klub raksasa La Liga Spanyol ini menebusnya dengan harga fantastis, 105 juta euro.

“Saya benar-benar bahagia kini telah menjadi bagian klub terbaik di dunia dengan para pemain terbaik di dunia," kata Ousmane Dembele ketika perkenalan di Stadion Nou Camp, markas Barcelona.

"Saya harap memenangkan banyak trofi dan gelar di sini. Saya mengharapkan tahun yang baik dan sukses serta menantikan bermain di stadion ini,” imbuhnya.


Masih Muda Rentan Cedera

Para fans Barcelona tentu berharap banyak pada sosok Ousmane Dembele. Selain umur yang relatif masih muda, ia digadang-gadang menjadi penerus Neymar yang kala itu baru saja hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG).

Namun, Ousmane Dembele justru kerap menepi. Cedera membuatnya lebih banyak berada di ruang operasi dibandingkan beraksi di lapangan. Melansir Transfermarkt, sejak bergabung dengan Barcelona, ia melewatkan banyak pertandingan.

Ousmane Dembele absen membela El Blaugrana selama 514 hari. Total selama 3 musim, ia hanya bermain 51 laga di La Liga Spanyol. Akibatnya, kriitikan pun datang, salah satunya dari Kevin Prince Boateng yang juga pernah memperkuat Barcelona.

“Bagi saya, dia [Ousmane Dembele] masih anak kecil yang terlempar ke kolam raksasa dan tiba-tiba bernilai 105 juta euro. Ia tidak tahu bagaimana sepak bola bekerja, ia hanya ingin bermain,” ucap Kevin Prince Boateng.

“Banyak pemain yang juga membangkang, tetapi Dembele berbeda, ia hanyalah anak kecil yang mendapat banyak uang, juga disorot publik. Anda harus mengarahkannya ke jalan yang benar,” tambah eks pemain AC Milan ini.


Dua Sisi Dembele

Ousmane Dembele memang tidak terlalu doyan menghabiskan waktu dengan hura-hura kendati memiliki penghasilan yang besar. Namun, ia tampaknya mulai lekat sebagai pemain bengal karena sering melakukan tindakan indisipliner.

Ia, misalnya, tidak mengindahkan asupan gizi sesuai standar seorang atlet. Sebaliknya, Ousmane Dembele justru lebih gemar melahap makanan cepat saji. Ia juga sering begadang hanya untuk bermain dengan teman-temannya.

Beberapa kali terjadi, Ousmane Dembele datang terlambat menghadiri latihan, baik semasa masih di Borussia Dortmund maupun kini di Barcelona.


Terlepas dari segala ulahnya itu, Ousmane Dembele adalah sosok muslim yang cukup baik. Setidaknya itu menurut Javier Miguel dalam artikelnya yang ditulis di situs olahraga terkemuka, Sport.

Javier Miguel dalam tulisannya mengungkapkan bahwa Ousmane Dembele sangat menjauhi minuman beralkohol serta tidak makan daging babi. Makanan pilihannya adalah ayam yang telah dimasak sesuai ajaran Islam.

Baca juga artikel terkait SERI PESEPAKBOLA MUSLIM atau tulisan menarik lainnya Hendi Abdurahman
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Hendi Abdurahman
Penulis: Hendi Abdurahman
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight