Menuju konten utama

Operasi Pisah Bayi Kembar Nadia-Nadira Asal Tasikmalaya Sukses

Tubuh Nadia dan Nadira menyatu di area bokong yang melibatkan tulang belakang bagian bawah, meliputi tulang ekor dan tulang sakrum.

Operasi Pisah Bayi Kembar Nadia-Nadira Asal Tasikmalaya Sukses
Menkes Budi Gunawan dan Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengendong bayi Nadira dan Nadia di Rumah Sakit Hasan Kota Bandung. Selasa, 10 Juni 2025. FOTO: Firman/Tirto.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Operasi pemisahan, Nadia dan Nadira, dinyatakan sukses atau berhasil. Sebanyak 40 dokter dan tim ahli dilibatkan pada operasi pemisahan bayi kembar siam asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) ini.

Ketua Tim Pemisahan, Dikki Drajat Kusmayadi, menuturkan operasi pemisahan Nadia dan Nadira dilakukan pada area yang menyatu, yaitu di bokong. Area yang menyatu ini melibatkan tulang belakang bagian bawah yakni tulang ekor (koksik), tulang sakrum, dan lainnya.

Pada kasus Nadia dan Nadira, kata Dikki, vagina dari kedua bayi itu menyatu. Namun, organ reproduksi dari masing-masing bayi lengkap, yaitu memiliki rahim serta indung telur.

Meski demikian, kedua bayi kembar siam ini hanya memiliki satu anus. Usus Nadia dan Nadira menyatu sekitar 2-3 cm di atas anus, sehingga tim bedah harus memisahkan saluran pencernaan dan salah satu bayi tidak memiliki anus.

Dikki menyebut, salah satu bayi dibuatkan anus buatan setelah dipisahkan. Pembuatan ini melibatkan usus bagian bawah yang ditarik untuk saluran anus baru. Namun, kedua bayi tetap dibuatkan kolostomi atau lubang di perut untuk menggeluarkan fases sementara.

“Jadi, masing-masing bayi dibuatkan satu kolostomi di bagian atas. Ini masih menjadi PR (pekerjaan rumah), karena nantinya akan dilakukan penyempurnaan anus baru. Untuk salah satu bayi, anus baru akan disambungkan setelah semua penyembuhan di bagian bawah selesai dengan baik,” jelas Dikki pada wartawan di RS Hasan Sadikin, Selasa (10/6/2025).

Dikki menjelaskan, tantangan utama dalam setiap kasus kembar siam adalah perlu mengetahui organ apa saja yang menyatu dan dipakai bersama. Pemisahannya sendiri harus dilakukan sangat hati-hati supaya tidak terjadi kekeliruan pemberian organ.

“Jangan sampai yang seharusnya untuk bayi A harusnya diberikan ke bayi B, sehingga dalam kasus ini (Nadira dan Nadia) melibatkan dokter spesialis saraf (neurologi) untuk memantau sistem persarafan pada saat operasi,” terang Dikki.

Dikki menyebut, saat operasi tubuh Nadira dan Nadia dipasangi sensor dengan tujuan agar operasi pemisahan dilakukan tepat.

Nadira dan Nadia merupakan bayi ke-13 yang berhasil dipisahkan melalui operasi di RS Hasan Sadikin. Menurutnya, dari total 33 kasus kembar siam yang ditangani hanya sebagian yang dapat dipisahkan, sebagian tidak bisa dipisahkan karena ada kelainan bawaan seperti kelainan jantung.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan tidak banyak rumah sakit di Indonesia yang mampu melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam. Operasi pemisahan hanya ada di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Bandung menjadi kota dengan keberhasilan tinggi dalam menjalankan operasi ini.

"Pemisahan bayi kembar siam ini merupakan salah satu prosedur medis tersulit di Indonesia, apalagi dilakukan sejak bayi baru lahir," jelas Budi.

Baca juga artikel terkait OPERASI atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Siti Fatimah