Menuju konten utama

Netanyahu Kecam Video Ben Gvir Ejek Aktivis Flotilla

Netanyahu kecam video Ben Gvir ejek aktivis Flotilla. Namun, ia tegaskan Israel berhak mencegah armada yang berkaitan dengan Hamas.

Netanyahu Kecam Video Ben Gvir Ejek Aktivis Flotilla
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyah di Dewan Uni Eropa di Brussels, Belgia, Senin (11/12/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/Francois Lenoir
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu buka suara mengenai aksi Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir yang mengejek para aktivis internasional dari Global Sumud Flotilla dalam sebuah video unggahan di akun X. Apa tanggapannya?

Para aktivis armada bantuan kemanusiaan Gaza yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla, diperkirakan berjumlah 430 orang, dilaporkan telah diculik oleh militer Israel. Sebuah video yang diunggah Ben Gvir di akun X miliknya memperlihatkan para aktivis dengan tangan diikat ke belakang dipaksa untuk berlutut ketika ia mengibarkan bendera Israel.

Aksi Ben Gvir ini mengundang respon keras dari dunia internasional. Para pemimpin dunia, terutama dari negara-negara asal para aktivis yang diculik tersebut mengecam tindakan Ben Gvir dengan menyebutnya melanggar martabat para aktivis.

Kata Netanyahu Soal Ben Gvir Ejek Aktivis Flotilla

Senada dengan para pemimpin dunia, PM Israel Benjamin Netanyahu juga mengecam video Ben Gvir tersebut. Kecaman Netanyahu disampaikan secara resmi melalui akun X resmi kantor Perdana Menteri Israel, @israeliPM.

Hanya saja, dalam unggahan tersebut, Netanyahu tak hanya mengecam Ben Gvir, melainkan juga menegaskan bahwa Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada bantuan yang dianggap mendukung Hamas memasuki wilayah perairannya dan mencapai Jalur Gaza.

“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada provokatif pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza. Namun, cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis armada tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel,” tulisnya di akun X tersebut pada 20 Mei 2026.

Dalam pernyataan di akun resmi Pemerintah Israel tersebut, Netanyahu juga mengumumkan bahwa dirinya telah memerintahkan otoritas terkait untuk segera mendeportasi para aktivis yang ditahan.

“Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin,” tambahnya.

Tak hanya Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar @gidonsaar juga memberi respons yang sama. Ia menyebut Gvir sengaja merugikan Israel.

“Anda dengan sengaja telah merugikan negara kita dalam pertunjukan yang memalukan ini - dan bukan untuk pertama kalinya. Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang telah dilakukan oleh begitu banyak orang - dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya. Tidak, Anda bukanlah wajah Israel,” tudingnya.

Aktivis Flotilla yang Diculik Israel akan Dipindahkan ke Penjara?

Pemerintah Israel sebelumnya menyebut bahwa setelah tiba di wilayah Israel, para aktivis akan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan perwakilan konsuler dari negara masing-masing, sesuai dengan prosedur diplomatik yang berlaku.

Menurut keterangan penyelenggara flotilla, peserta dalam misi ini berasal dari sekitar 40 negara berbeda dan berlayar menggunakan sekitar 50 kapal.

Organisasi hak asasi manusia Israel, Adalah, menyampaikan bahwa para aktivis saat ini telah ditahan di pelabuhan Ashdod setelah dibawa dari kapal mereka.

Dalam pernyataannya, Adalah menjelaskan bahwa para pengacaranya bersama tim relawan telah memasuki area pelabuhan untuk memberikan bantuan hukum dan konsultasi kepada para aktivis yang ditahan.

"Pengacara Adalah, bersama dengan tim sukarelawan yang berdedikasi, memasuki fasilitas pelabuhan dalam beberapa jam terakhir, memberikan konsultasi hukum kepada mereka, dan akan terus menuntut pembebasan mereka segera dan tanpa syarat," bunyi pernyataan Adalah seperti dilaporkan Reuters (20/5/2026).

Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa mereka akan terus menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua peserta flotilla, dengan alasan bahwa penahanan tersebut perlu ditinjau dari perspektif hukum internasional dan hak asasi manusia.

Namun demikian, penyelenggara flotilla menyampaikan bahwa para aktivis kemungkinan besar akan dipindahkan ke penjara Ketziot yang terletak di wilayah gurun Negev bagian selatan Israel.

Baca juga artikel terkait PENCULIKAN AKTIVIS atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra