tirto.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nepal mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal untuk meningkatkan kewaspadaan imbas kerusuhan yang terjadi di negara tersebut.
Lewat keterangan resmi di akun media sosial Instagram @indonesiandhaka, KBRI Nepal meminta para WNI untuk menghindari aktivitas di luar rumah dan di sekitar titik-titik demonstrasi.
“Meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas di luar rumah, dan menghindari titik-titik demonstrasi,” tulis KBRI Nepal dalam unggahannya pada Selasa (9/9/2025).
Para WNI juga diharapkan dapat saling bertukar informasi dengan menguatkan komunikasi melalui panggilan telepon atau pesan WhatsApp.
KBRI Nepal juga mengatakan, para WNI di Nepal harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama apabila mengunggah konten-konten yang bernada provokatif.
“Berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan menghindari mengunggah konten provokatif terkait demonstrasi,” sebutnya.
Untuk sementara waktu, WNI diminta untuk menunda rencana perjalanan mereka ke Nepal, sampai situasi kembali kondusif.
“Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Nepal, diharapkan dapat menunda kunjungan ke Nepal, sampai situasi dan kondisi keamanan membaik,” katanya.
Adapun dalam kondisi darurat, KBRI Nepal membuka saluran telepon yang dapat digunakan untuk melaporkan kondisi kepada otoritas keamanan setempat dan Kontak Darurat Khusus WNI. Berikut adalah saluran telepon yang bisa dihubungi para WNI di Nepal:
1. KBRI Dhaka: +880 1614 444 552
2. Konsul Kehormatan RI di Kathmandu: +977 985 1046 514 dan +977 980 1190 989
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































