MTs di Jepara Hentikan PTM usai 25 Siswa & 3 Guru Positif COVID-19

Reporter: - 22 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Kepala MTs Al Muttaqim Rengging Samudi mengatakan kasus positif COVID-19 di sekolahnya berawal dari kegiatan skrining vaksinasi untuk para siswa.
tirto.id - Pembelajaran tatap muka di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya dihentikan setelah muncul kasus 25 siswa dan tiga guru dinyatakan positif COVID-19.

"Saat ini, kegiatan belajar mengajar di MTs tersebut diliburkan karena adanya kasus tersebut," kata Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jepara Muh Ali di Jepara, Rabu (22/9/2021) dilansir dari Antara.

Munculnya kasus COVID-19 di MTs di Desa Rengging juga dari hasil skrining sebelum menjalani vaksinasi COVID-19. Langkah cepat penelusuran kontak juga sudah dilakukan, termasuk penelusuran secara meluas yang pernah melakukan kontak erat.

Kepala MTs Al Muttaqim Rengging Samudi membenarkan bahwa 25 siswa dan tiga guru yang terkonfirmasi positif COVID-19 berawal dari skrining vaksinasi untuk para siswa.

Awalnya terdapat 100 siswa yang menjalani vaksinasi pada 6 September 2021 dan hasilnya baik tidak ada masalah. Lantas ada tawaran vaksin tahap kedua dan diusulkan untuk 50 siswa, namun yang lolos skrining hanya 26 siswa selebihnya tidak lolos.

Sebanyak 24 siswa yang tidak lolos skrining ditindaklanjut dengan tes swab pada 14 September 2021 dan dua hari berselang mendapat informasi 11 anak terkonfirmasi positif dan dua anak yang hasilnya menyusul juga sama.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara kembali melakukan penulusuran kontak terhadap 24 siswa dan enam guru kelas VII yang sebelumnya diketahui banyak yang positif. Hasilnya, ada 12 siswa dan tiga guru yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Adanya pembelajaran tatap muka karena Kabupaten Jepara yang menerapkan PPKM level 2 memang diperkenankan. Pertimbangan lainnya, tidak semua orang tua siswa mampu menyediakan kuota internet untuk pembelajaran daring, sedangkan orang tua murid juga menginginkan tatap muka sehingga diambil keputusan pembelajarannya secara tatap muka.

Meski begitu, Ali berharap penerapan protokol kesehatan di sekolah lebih disiplin mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Menurut Ali, harus ada ketegasan terhadap sekolah yang tidak melaksanakan protokol kesehatan untuk dicabut izin pembelajaran tatap mukanya, agar kasusnys tidak meluas.

Selain disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, Pemkab Jepara juga tengah menggenjot vaksinasi COVID-19 agar bisa mencapai 70 persen dari jumlah penduduk guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok.


Baca juga artikel terkait PEMBELAJARAN TATAP MUKA 2021 atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto
DarkLight