Menuju konten utama

MMA Indonesia Apresiasi Pebisnis lewat SMARTIES Indonesia 2026

MMA Indonesia mengumumkan pemenang SMARTIES™ Awards 2026, mengapresiasi kampanye pemasaran inovatif yang terbukti hasilkan dampak bisnis dan kreativitas.

MMA Indonesia Apresiasi Pebisnis lewat SMARTIES Indonesia 2026
Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia mengumumkan para pemenang SMARTIES™ Indonesia Awards 2026 di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. FOTO/dok. MMA
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia malam ini mengumumkan para pemenang SMARTIES™ Indonesia Awards 2026 di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Mengusung tema “A Gala Celebration of Talent”, malam penganugerahan ini memberikan apresiasi kepada para pemasar, merek, agensi, pemilik media, penerbit, dan penyedia teknologi paling inovatif di Tanah Air. SMARTIES™ menganugerahi karya yang terbukti memberikan dampak bisnis nyata: pertumbuhan yang terukur, merek yang semakin kuat, serta perubahan perilaku konsumen yang berarti.

Standar tersebut tidak hanya berlaku di Indonesia. SMARTIES™ Indonesia merupakan bagian dari SMARTIES X, kerangka penghargaan global MMA yang mencakup satu kompetisi global, lima program regional, dan lima belas program tingkat negara. Dengan demikian, para pemenang tahun ini telah melampaui tolok ukur yang sama dengan yang diterapkan di mana pun di dunia: dinilai secara lokal, disandingkan dengan standar global. Karya mereka juga akan masuk dalam pemeringkatan MMA SMARTIES™ Business Impact Index (BII) yang disusun bersama WARC dan dievaluasi oleh RECMA, sehingga membawa karya terbaik Indonesia ke panggung dunia.

Malam penganugerahan ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Greg Stuart, Chief Executive Officer MMA Global, yang kembali berkunjung ke Indonesia setelah delapan tahun. Kehadirannya menegaskan arti strategis Indonesia dalam jaringan global MMA, sekaligus semakin besarnya pengaruh komunitas pemasaran Tanah Air di panggung dunia. MMA Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mr. Stuart karena telah bergabung bersama industri dalam merayakan para pemenang tahun ini.

Seluruh karya yang masuk dinilai oleh Dewan Juri Utama (Grand Jury) SMARTIES™ Indonesia 2026, yang terdiri atas para pemimpin senior dari industri pemasaran dan media. Mereka memilih kampanye-kampanye dengan bukti hasil bisnis paling kuat.

Berikut para pemenang penghargaan industri SMARTIES™ Indonesia 2026:

  • Best in Show: OBH Combi: The Cough Jingle That Took Over FYP
  • Advertiser of the Year: Unilever Indonesia
  • Brand of the Year: Bear Brand
  • National Advertiser of the Year: Paragon Technology and Innovation
  • Local Brand of the Year: OBH Combi
  • Most Resilient Brand of the Year: Lifebuoy
  • Holding Agency Company of the Year: WPP Media
  • Creative Agency of the Year: Ogilvy
  • Media Agency of the Year: Mindshare Indonesia - WPP Media
  • Independent Agency of the Year: M+C Saatchi Performance
  • Specialist Agency of the Year: ALVA Orbeat
  • Publisher of the Year: Emtek Media
  • Tech Enabler of the Year: InMobi Advertising
  • Jurors’ Choice Award: The First Pentol Hijack

Daftar lengkap pemenang MMA SMARTIES™ Indonesia 2026 dapat dilihat di sini.

SMARTIES™ Indonesia 2026 Awards menerima karya dalam 25 kategori yang terbagi ke dalam empat kanal—Purpose Driven Marketing, Impact Marketing, Media & Growth, serta Creative & Innovation Impact—yang mencerminkan skala, kreativitas, dan keberagaman lanskap pemasaran Indonesia. Melalui proses evaluasi bertahap yang ketat, seluruh karya tersebut disaring menjadi daftar pendek (shortlist) berisi karya-karya terbaik di Tanah Air, yang kemudian melahirkan para pemenang tahun ini.

Penjurian diawali oleh Dewan Juri Kualifikasi (Qualifying Jury) secara daring yang beranggotakan para pemimpin senior industri dari kalangan merek, agensi, platform teknologi, dan penerbit media. Mereka menilai setiap kampanye berdasarkan empat aspek—Strategi, Eksekusi, Hasil, dan Kreativitas—dengan bobot yang disesuaikan untuk tiap kategori. Objektivitas penilaian dijaga melalui sistem induk yang berbasis di Amerika Serikat, pemeriksaan skor otomatis, serta pengendalian konflik kepentingan yang ketat. Karya-karya dengan dampak terbesar kemudian melaju ke tahap Dewan Juri Utama, yang beranggotakan lebih dari 60 pemasar senior dari berbagai merek terkemuka di Indonesia—mulai dari Presiden Direktur, eksekutif tingkat C (C-level), Direktur Pemasaran, General Manager, Wakil Presiden, Country Director, hingga Pemilik Usaha—yang terbagi ke dalam tiga panel.

Dewan Juri Utama menentukan para pemenang melalui sesi deliberasi tatap muka selama tiga hari di Jakarta, dengan perusahaan-perusahaan terkemuka Indonesia bergantian menjadi tuan rumah setiap harinya. Setiap sesi dipimpin oleh seorang Ketua Juri, yakni Ira Noviarti, Komisaris Independen Telkom Indonesia; Georgios Badaro, Presiden Direktur Nestlé Indonesia; dan Benjie G. Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia. Setiap sesi berlangsung sehari penuh selama enam hingga delapan jam, dengan para Ketua Juri memandu diskusi dan putaran pemungutan suara, sekaligus menengahi perbedaan pandangan agar proses tetap adil, kredibel, dan berfokus pada keputusan akhir.

“Kualitas perdebatan di ruang penjurian mencerminkan kedewasaan industri kita. Setiap juri datang dengan persiapan matang, dan setiap keputusan diambil melalui pertimbangan yang sungguh-sungguh. Kisah merek paling kuat di Indonesia berawal dari keyakinan yang menjadi kelaziman, bukan pengecualian. Sepanjang proses ini, kami menyaksikan rangkaian karya yang luar biasa, dan hari ini kita merayakan keberhasilan bukan hanya sebagai sebuah industri, tetapi juga sebagai Indonesia yang semakin diperhitungkan di panggung global,” ujar Ira Noviarti, Komisaris Independen Telkom Indonesia.

“Karya-karya yang kita apresiasi malam ini membawa pesan yang jelas bagi setiap pemimpin di Indonesia: kreativitas yang paling efektif dibangun di atas kedisiplinan. Sebagai juri, kami menguji setiap karya dari sejumlah sisi, yakni apakah insight, strategi, eksekusi, dan hasilnya terangkai menjadi satu cerita yang utuh dan koheren. Para pemenang malam ini lolos dari ujian tersebut dengan meyakinkan. Mereka menunjukkan apa yang mampu dicapai industri kita ketika ide-ide berani diimbangi dengan ketajaman komersial, dan mereka layak menerima seluruh pengakuan yang telah diraih. Ini menjadi salah satu pengalaman paling berharga bagi kami semua,” kata Georgios Badaro, Presiden Direktur Nestlé Indonesia.

“Setiap trofi yang diserahkan malam ini diraih berdasarkan prestasi. Integritas telah ditanamkan dalam proses penjurian sejak awal, dengan pengendalian konflik kepentingan yang ketat untuk memastikan setiap juri hanya menilai karya yang tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan dirinya. Di keempat kanal, karya-karya pemenang memiliki satu kesamaan yang menonjol: pemahaman yang jelas dan penuh keyakinan tentang jati diri mereknya. Mereka mengingatkan kita bahwa identitas merek adalah aset paling berharga yang harus dijaga oleh para pemasar, dan bahwa konsumen akan menghargai merek yang secara konsisten menghidupi identitas tersebut. Malam ini, industri merayakan penghargaan ini dengan keyakinan penuh bahwa pengakuan tersebut memang layak diberikan, sekaligus menjadi momen membanggakan bagi kita semua di industri ini,” tutur Benjie G. Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia.

Toluna, selaku Knowledge Partner sekaligus Jury Observer 2026, berperan sebagai pihak netral dalam proses deliberasi untuk menjaga integritas penjurian. Toluna meninjau setiap karya yang masuk sebelum penjurian dimulai dan menghadiri seluruh sesi deliberasi selama tiga hari, guna memastikan setiap kategori dinilai sesuai kriteria yang telah ditetapkan, tanpa terlibat dalam pemberian skor maupun pemungutan suara. Posisi independen tersebut memberikan jaminan atas jalannya proses penjurian, sekaligus menghasilkan wawasan yang akan dibagikan Toluna kepada industri secara lebih luas.

Para Ketua Juri menyoroti tiga tema utama dari karya-karya tahun ini: insight budaya yang berakar pada realitas khas Indonesia dan tak dapat ditiru oleh templat mana pun; fundamental pemasaran yang mampu mengubah ide-ide berani menjadi hasil yang terukur; serta autentisitas, dengan kampanye-kampanye terkuat yang tetap setia pada identitas mereknya. Pesatnya perkembangan AI dan tingginya tingkat kreativitas dalam kampanye tahun ini turut mengangkat standar ke level yang lebih tinggi.

“SMARTIES menegaskan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pasar paling aktif dan ambisius dalam jaringan global kami, dan karya-karya yang diapresiasi tahun ini sejajar dengan yang terbaik di mana pun. Kemenangan tidak berhenti di ballroom ini; gaungnya akan terus melangkah jauh. Para pemenang hendaknya memandang panggung ini sebagai awal, bukan tujuan akhir. Dua belas tahun lalu, kita memulai sesuatu bersama. Malam ini, kita merayakan seberapa jauh langkah itu telah membawa kita,” ujar Shanti Tolani, Country Head & Board of Director, Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis