Menuju konten utama

Ancaman Bom Palsu Melanda Eropa, Puluhan Penerbangan Terdampak

Berbagai negara Eropa mendapatkan ancaman bom di sektor penerbangan. Semua ancaman itu palsu. Belum ditemukan pelaku sebenarnya dalam teror ini.

Ancaman Bom Palsu Melanda Eropa, Puluhan Penerbangan Terdampak
Pembajakan pesawat Lufthansa dan RAF. foto/Rode Wikimedia/Ken Fielding
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gelombang ancaman bom palsu kembali mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah negara Eropa pada Kamis (5/11/2026). Sedikitnya 27 penerbangan penumpang terdampak setelah menerima peringatan adanya dugaan bahan peledak di dalam pesawat. Insiden tersebut memaksa sejumlah pesawat mengalihkan pendaratan ke bandara lain, sedangkan beberapa penerbangan dikawal hingga dicegat oleh jet tempur sebelum menjalani pemeriksaan keamanan.

Rentetan ancaman bom ini menjadi gelombang kedua dalam pekan yang sama setelah insiden serupa terjadi pada Selasa (3/11/2026). Kali ini juga mengganggu sejumlah penerbangan dan sempat menyebabkan penutupan sementara sebuah bandara di Polandia.

Tidak ditemukan bahan peledak dalam sejumlah pesawat yang telah diperiksa. Belum ada pihak yang secara resmi dinyatakan bertanggung jawab hingga kini.

Kronologi Ancaman Bom Palsu yang Mengganggu Penerbangan Eropa

Ancaman bom pada Kamis (5/11/2026) dilaporkan terjadi di sejumlah negara, termasuk Prancis, Italia, Bulgaria, Spanyol, Denmark, Polandia, Rumania, Irlandia, Inggris, dan Republik Ceko. Peringatan tersebut disampaikan melalui laporan keamanan dan pesan elektronik yang diterima sejumlah maskapai maupun pengelola bandara.

Salah satu insiden terjadi pada penerbangan Aer Lingus EI402 yang berangkat dari Dublin, Irlandia, menuju Roma, Italia. Pesawat tersebut terpaksa mengalihkan pendaratan ke pangkalan udara Evreux di Prancis, sekitar 100 kilometer di sebelah barat Paris, sebagai tindakan pencegahan setelah menerima ancaman bom, seperti dilaporkan Al Jazeera (5/11/2026).

Kantor Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyampaikan bahwa jet tempur dikerahkan untuk mencegat dan mengawal pesawat menuju pangkalan udara tersebut. Angkatan Udara Prancis menyatakan telah mengirimkan pesawat militer segera setelah menerima laporan ancaman.

Setelah pesawat mendarat, tim penjinak bom melakukan pemeriksaan keamanan. Sebanyak 151 penumpang dan enam awak pesawat kemudian dievakuasi ke tempat aman. Pihak berwenang juga memantau situasi untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Insiden lainnya melibatkan penerbangan Finnair dari Helsinki, Finlandia, menuju Roma. Pesawat tersebut dikawal jet tempur hingga tiba di Italia dan menjalani pemeriksaan oleh tim penjinak bom.

Untuk penerbangan Helsinki menuju Wina yang dioperasikan maskapai carter Jettime juga menerima ancaman serupa, tetapi berhasil mendarat dengan normal di Austria.

Di Bulgaria, tiga pesawat dilaporkan harus melakukan pendaratan darurat setelah menerima ancaman bom. Dua pesawat yang berangkat dari Kopenhagen, Denmark, dan Madrid, Spanyol, mendarat dengan selamat di Sofia.

Pesawat Ryanair yang terbang dari London, Inggris, menuju Sofia dialihkan ke Plovdiv, kota terbesar kedua di Bulgaria. Angkatan Udara Bulgaria turut mengerahkan jet tempur untuk mengawal ketiga pesawat tersebut hingga mendarat.

“Setelah mendarat, pemeriksaan yang diperlukan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak ditemukan masalah apa pun,” ungkap kementerian transportasi Bulgaria kepada kantor berita Reuters.

Di Spanyol, kepolisian menerima beberapa ancaman bom melalui surat elektronik yang menyasar penerbangan di Bandara Madrid. Sejumlah pesawat yang hendak berangkat maupun tiba harus menjalani pemeriksaan keamanan. Beberapa pesawat bahkan sempat dihentikan sebelum lepas landas dan penumpang diminta turun untuk memudahkan proses pemeriksaan.

Republik Ceko juga melaporkan ancaman terhadap empat pesawat yang menuju Praha. Kepolisian setempat menyatakan telah mengaktifkan prosedur pengamanan meskipun menilai tingkat kredibilitas ancaman tersebut rendah.

“Penyelidikan terkait ancaman-ancaman ini telah diambil alih oleh NCTEKK [Pusat Nasional Penanggulangan Terorisme, Ekstremisme, dan Kejahatan Siber], dan saat ini belum ada informasi lebih lanjut yang dapat diberikan,” ungkap pihak kepolisian melalui platform media sosial X.

Di Rumania, badan intelijen negara melaporkan ancaman bom terhadap penerbangan Wizz Air dari Milan menuju Bukares. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat di ibu kota Rumania dan menjalani pemeriksaan.

“Pengalihan rute dilakukan sesuai dengan protokol dan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” jelas Wizz Air dalam sebuah pernyataan.

Ancaman juga dilaporkan terhadap penerbangan KLM menuju Tel Aviv yang memiliki pemberhentian di Bukares.

Adapun di Belgia, penerbangan LOT Polish Airlines dari Warsawa menuju Brussel menerima peringatan keamanan, tetapi berhasil mendarat dengan selamat.

“Menyusul diterimanya informasi mengenai potensi ancaman keamanan terhadap penerbangan LO235 dari Warsawa ke Brussel, kru pesawat diberitahu mengenai situasi tersebut dan melakukan pemeriksaan di dalam pesawat sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tidak ditemukan benda mencurigakan apa pun,” ujar juru bicara LOT.

Ancaman Bom Juga Menyasar Bandara Italia

Italia menjadi salah satu negara yang menerima sejumlah laporan ancaman bom melalui surat elektronik. Sumber di salah satu bandara Italia menyebutkan bahwa pesan dengan subjek "Threat report" dikirimkan kepada sejumlah alamat milik maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan penyedia layanan penerbangan di Bandara Fiumicino Roma dan Malpensa Milan.

Pesan tersebut mengatasnamakan kelompok yang menyebut diri sebagai Fighters of the Male State. Pengirim mengklaim telah menempatkan bahan peledak di sejumlah pesawat yang sedang menuju Italia dari Helsinki dan Dublin. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa perangkat peledak akan meledak dalam waktu 60 menit.

Namun, hingga laporan tersebut disampaikan, Reuters belum dapat memastikan siapa pengirim pesan maupun apakah kelompok yang disebutkan benar-benar terlibat. Tidak ada pula bukti yang menghubungkan kelompok tersebut dengan rentetan ancaman bom di negara-negara Eropa lainnya.

Dua penerbangan yang menuju Bandara Malpensa juga dilaporkan menerima peringatan bom. Keduanya berhasil mendarat dengan selamat dan menjalani pemeriksaan keamanan.

Rusia Bantah Jadi Dalang di Balik Ancaman Bom Palsu

Rentetan ancaman bom palsu tersebut terjadi ketika sejumlah pemerintah Eropa meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan serangan hibrida (hybrid attacks) yang dikaitkan dengan Rusia.

Serangan hibrida merupakan bentuk gangguan atau serangan yang menggunakan berbagai cara di luar peperangan konvensional. Metodenya dapat berupa serangan siber, sabotase infrastruktur, penyebaran informasi palsu hingga gangguan terhadap layanan publik dan fasilitas penting.

Serangan semacam ini umumnya dirancang agar membutuhkan biaya relatif kecil, sulit dilacak pelakunya, serta tidak secara langsung memicu respons militer dari negara yang menjadi sasaran.

Sejumlah negara yang terdampak ancaman bom pada Kamis, seperti Denmark, Polandia, dan Rumania, sebelumnya pernah menuding Rusia terlibat dalam berbagai bentuk serangan hibrida. Jerman juga pernah menyalahkan Rusia atas dugaan serangan drone di Bandara Leipzig pada Agustus 2026.

Namun, hingga kini belum ada bukti yang memastikan bahwa Rusia berada di balik rentetan ancaman bom palsu tersebut.

Kepala kelompok keamanan penerbangan Dyami, Eric Schouten, mengatakan sebagian besar negara yang mengalami gangguan penerbangan merupakan negara yang mendukung Ukraina dalam perang melawan invasi Rusia.

Analis perusahaan konsultan risiko penerbangan Osprey Flight Solutions menilai kemungkinan adanya hubungan antara ancaman bom tersebut dan kampanye serangan hibrida Rusia di Eropa cukup realistis.

CNA (5/11/2026) menyebut Pemerintah Rusia sendiri telah membantah keterlibatan mereka dalam berbagai tuduhan serangan tersebut. Hingga kini, belum ada negara yang secara resmi menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas ancaman bom palsu terhadap penerbangan Eropa.

Baca juga artikel terkait TEROR BOM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar