tirto.id - Sebuah unggahan di platform media sosial Threads mengklaim bahaya penggunaan perhiasan emas bagi laki-laki. Klaim tersebut menyebutkan bahwa ion-ion pada perhiasan emas dapat meresap ke dalam pembuluh darah dan memicu penyakit seperti Alzheimer serta pikun dini.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Threads @jsjs.tpx (arsip) pada Senin, (16/12/2024). Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa perempuan tidak mengalami dampak serupa karena ion emas yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan melalui menstruasi atau proses melahirkan.
“Perhiasan emas tidak boleh dipakai oleh laki - laki... karena berbahaya bagi laki - laki... ion2 pada emas akan meresap pada pembuluh darah yg menimbulkan penyakit seperti alzaimer, pikun dini, dll... dan bagi perempuan itu tidak berbahaya karena ion2 emas yg meresap dlm darah akan keluar ketika datang bulan atau melahirkan... sehingga efek buruk perhiasan emas bagi perempuan ga ngaruh.”
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (6/11/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2 tanda suka, 3 komentar, dan 2 kali dibagikan.
Lantas, benarkah klaim menggunakan emas bagi laki-laki dapat menyebabkan Alzheimer?

Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim, Tirto melakukan penelusuran terhadap literatur medis dan penelitian ilmiah terkait dengan mengetikkan kata kunci “penggunaan emas sebabkan alzheimer pada laki-laki” pada mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Menurut National Institute on Aging (NIA), lembaga di bawah National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, penyakit Alzheimer merupakan kondisi kompleks yang berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk perubahan biologis pada otak, penuaan, faktor genetik, kondisi kesehatan, lingkungan, dan gaya hidup.
Salah satu karakteristik penyakit ini adalah penumpukan abnormal protein beta-amyloid yang membentuk plak serta protein tau yang membentuk kekusutan di dalam sel saraf otak.
Usia merupakan faktor risiko terbesar Alzheimer, sementara faktor lainnya mencakup kondisi kardiovaskular, diabetes, cedera otak traumatis, dan sejumlah faktor gaya hidup. NIA tidak mencantumkan penggunaan perhiasan emas sebagai faktor penyebab atau risiko Alzheimer.
Dengan demikian, klaim bahwa laki-laki yang memakai perhiasan emas berisiko mengalami Alzheimer atau pikun dini tidak memiliki landasan ilmiah yang dapat diverifikasi.
Dari sisi kimia, emas muni merupakan logam mulia yang relatif stabil dan tidak mudah bereaksi dengan zat lain. Sebagai logam mulia, emas bersifat sangat inert (tidak reaktif secara kimiawi). Oleh karena itu, jika digunakan sehari-hari, emas tidak dapat larut oleh keringat maupun menembus lapisan pelindung kulit luar (epidermis) manusia.
Ion logam dari perhiasan emas padat tidak memiliki kemampuan biologis untuk berpartikel, teroksidasi, maupun melintasi barrier dermal (lapisan kulit) hingga masuk ke dalam sistem pembuluh darah (bloodstream).
Namun, perhiasan emas yang beredar di pasaran tidak selalu terbuat dari emas murni karena sering dicampur dengan logam lain untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahannya.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Contact Dermatitis pada 1999 dengan judul Metal Release from Gold-Containing Jewelry Materials: No Gold Release Detected menemukan bahwa tidak terdapat pelepasan emas yang terdeteksi dari sampel perhiasan yang diuji menggunakan metode penelitian tersebut.
Meski demikian, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa hasilnya dapat berbeda bergantung pada komposisi dan jenis perhiasan. Studi mengenai anting emas 10 karat dan 14 karat yang dipublikasikan pada 2026 menemukan adanya pelepasan emas dalam jumlah kecil ketika sampel diuji menggunakan keringat buatan yang dimodifikasi secara khusus.
Namun, temuan pelepasan logam dalam kondisi laboratorium tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa emas yang terlepas dapat masuk ke pembuluh darah dalam jumlah yang membahayakan atau menyebabkan penyakit saraf.
Adapun risiko kesehatan yang memang dikenal berkaitan dengan penggunaan perhiasan emas adalah kemungkinan terjadinya alergi kontak pada individu tertentu.
DermNet New Zealand, sumber informasi dermatologi yang dikelola tenaga medis, menjelaskan bahwa kontak dengan emas dapat memicu dermatitis kontak alergi pada sebagian orang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala berupa ruam, kemerahan, gatal, dan peradangan pada bagian kulit yang bersentuhan langsung dengan perhiasan, seperti daun telinga, jari, atau leher.
Selain emas, logam campuran seperti nikel juga dapat berperan dalam memicu reaksi alergi. Namun, reaksi alergi pada kulit tersebut berbeda dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa alergi kontak akibat perhiasan emas merupakan tanda atau penyebab kerusakan otak.
Lebih lanjut, klaim yang menyebutkan bahwa perempuan terlindungi dari dampak penggunaan emas karena ion yang masuk ke dalam darah akan dikeluarkan ketika menstruasi atau melahirkan merupakan pernyataan yang tidak sesuai dengan penjelasan medis mengenai fungsi menstruasi. Selain itu, klaim tersebut juga menunjukkan kekeliruan mendasar tentang anatomi dan fisiologi manusia.
Melansir laman National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) Amerika Serikat menjelaskan bahwa menstruasi merupakan proses keluarnya darah dan jaringan dari lapisan dalam rahim atau endometrium melalui vagina sebagai bagian dari siklus reproduksi. Proses tersebut terjadi ketika tidak terdapat kehamilan sehingga lapisan rahim yang sebelumnya menebal untuk mempersiapkan kehamilan akan meluruh.
Dengan demikian, menstruasi bukan mekanisme khusus untuk membersihkan darah dari ion emas, logam berat, maupun zat beracun lainnya. Proses melahirkan juga merupakan bagian dari sistem reproduksi, bukan mekanisme detoksifikasi tubuh untuk mengeluarkan logam dari sirkulasi darah.
Perlu dipahami bahwa organ tubuh manusia yang bertugas menyaring darah serta membuang sisa metabolisme dan zat asing (baik pada pria maupun wanita) adalah ginjal (melalui urine) dan hati/hepar (melalui empedu dan feses), bukan organ reproduksi wanita.
Di sisi lain, larangan penggunaan perhiasan emas bagi laki-laki Muslim memang memiliki landasan tersendiri dalam ajaran Islam. Salah satunya adalah hadits riwayat An-Nasa'i nomor 5148 yang menjelaskan bahwa emas dan sutra dihalalkan bagi perempuan dari kalangan umat Islam dan diharamkan bagi laki-lakinya.
Ketentuan tersebut merupakan persoalan hukum agama yang tidak perlu dibuktikan melalui klaim medis yang belum teruji kebenarannya.
Dengan demikian, laki-laki yang mengenakan perhiasan emas tidak terbukti berisiko mengalami Alzheimer atau pikun dini akibat penyerapan ion emas melalui kulit.
Larangan penggunaan emas bagi laki-laki Muslim memang terdapat dalam ajaran Islam, tetapi ketentuan tersebut didasarkan pada landasan syariat, bukan karena terbukti adanya bahaya medis sebagaimana diklaim dalam unggahan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ion perhiasan emas dapat meresap ke pembuluh darah laki-laki dan menyebabkan Alzheimer atau pikun dini bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Klaim tersebut tidak terbukti secara ilmiah, penelitian memang menemukan kemungkinan pelepasan sejumlah kecil logam dari perhiasan dalam kondisi tertentu, tetapi temuan tersebut tidak membuktikan bahwa pemakaian perhiasan emas menyebabkan penyakit Alzheimer. Faktanya, pemakaian perhiasan emas tidak disebut sebagai faktor risiko penyakit tersebut.
Emas merupakan logam yang relatif stabil dan tidak mudah bereaksi sedangkan Alzheimer merupakan penyakit kompleks yang berkaitan dengan perubahan biologis pada otak, termasuk penumpukan protein beta-amyloid dan tau yang disebabkan oleh faktor usia, genetik, kondisi kesehatan, lingkungan, dan gaya hidup.
Selain itu, menstruasi merupakan proses peluruhan lapisan rahim sebagai bagian dari siklus reproduksi, bukan mekanisme pengeluaran ion emas dari dalam darah.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id
































