Menuju konten utama

Chef Italia Dipecat Gegara Topping Nanas di Pizza, Ini Alasannya

Chef dari Italia dipecat dengan salah satu alasannya karena menolak membuat pizza dengan topping nanas. Simak kisahnya berikut ini.

Chef Italia Dipecat Gegara Topping Nanas di Pizza, Ini Alasannya
ilustrasi koki membuat pizza. FOTO/iSTockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang chef asal Italia bernama Davide Tamburella dipecat dari sebuah restoran di Brisbane, Australia, setelah berselisih dengan manajemen terkait penggunaan nanas sebagai topping pizza. Tamburella diketahui menolak membuat pizza ham dan nanas untuk tamu sebuah acara karena menganggap penggunaan buah tersebut pada pizza sebagai penghinaan terhadap budaya kuliner Italia.

Kasus ini mencuat setelah Tamburella mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja tidak adil ke Fair Work Commission, sebuah lembaga yang menangani persoalan ketenagakerjaan di Australia.

Dalam putusan yang dirilis pada Selasa (2/11), komisi mengungkap bahwa penolakan menggunakan nanas bukan pertama kalinya terjadi. Selama empat tahun, Tamburella tercatat sudah tiga kali menolak menyajikan pizza dengan topping tersebut. Meski demikian, gugatan Tamburella akhirnya ditolak karena diajukan melewati batas waktu yang ditentukan.

Awal Perselisihan soal Pizza Topping Nanas

Perselisihan antara Davide Tamburella dan pihak manajemen terjadi ketika ia bekerja sebagai chef di restoran La Costa, Brisbane, Australia. Pada Mei lalu, Tamburella diberhentikan dari pekerjaannya, sekitar dua pekan setelah menjalani pertemuan dengan manajemen yang sebelumnya menerima sejumlah keluhan mengenai perilakunya di tempat kerja.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penolakannya membuat pizza ham dan nanas untuk tamu dalam sebuah acara. Tamburella beralasan bahwa sebagai orang Italia, ia menganggap penggunaan nanas pada pizza merupakan penghinaan terhadap budayanya. Ia bahkan menyatakan bahwa instruksi manajemen tidak harus dipatuhi apabila dianggap bertentangan dengan budayanya.

“(Instruksi apa pun dari manajemen) tidak perlu diikuti jika dianggap menyinggung budayanya," ujarnya dikutip Nile Post (5/11/2026).

Menurut dokumen putusan Fair Work Commission, Tamburella telah tiga kali menolak menggunakan nanas sebagai topping pizza dalam kurun waktu empat tahun. Dalam salah satu kesempatan sebelumnya, ia bahkan meminta atasannya untuk memeriksa seberapa penting larangan penggunaan nanas pada pizza bagi masyarakat Italia.

Alasan Chef Italia Menolak Nanas pada Pizza

Penolakan Tamburella berkaitan dengan pandangan bahwa nanas bukan bahan yang semestinya digunakan pada pizza tradisional Italia. Perdebatan mengenai penggunaan nanas sebagai topping pizza memang telah lama menjadi kontroversi di kalangan pencinta kuliner, terutama karena pizza dikenal sebagai salah satu makanan khas Italia.

Bagi sebagian orang Italia, pizza tradisional memiliki komposisi bahan dan cita rasa yang dianggap perlu dipertahankan. Sedangkan pizza dengan topping nanas yang populer dengan sebutan Hawaiian Pizza, justru menjadi salah satu variasi yang banyak dijumpai di berbagai negara.

Dalam kasus Tamburella, persoalannya bukan hanya perbedaan selera atau pandangan mengenai resep pizza. Penolakannya juga menyangkut kepatuhan terhadap instruksi pekerjaan. Manajemen restoran menganggap tindakan tersebut sebagai salah satu masalah dalam hubungan kerja yang telah berlangsung sebelumnya.

Keluhan Manajemen terhadap Perilaku Tamburella

Selain persoalan nanas, manajemen restoran juga menyampaikan sejumlah keluhan lain mengenai perilaku Tamburella. Keluhan tersebut mencakup penggunaan bahasa kasar, cara berkomunikasi dengan rekan kerja, serta meningkatnya rasa frustrasi yang kemudian memicu ketegangan di lingkungan kerja.

Dokumen putusan juga mengungkap insiden yang terjadi pada April. Saat itu, Tamburella mengalami patah tulang pada bagian tangan kanan setelah memukul pagar pembatas berbahan logam di tempat kerja.

Rangkaian persoalan tersebut menjadi bagian dari pertimbangan manajemen sebelum akhirnya memecat Tamburella pada Mei.

"Ada hal lain di balik cerita ini, bukan sekadar soal topping pizza," ungkap Direktur pelaksana restoran, Elliot Ingram, kepada Daily Mail.

Fair Work Commission Tolak Gugatan Tamburella

Setelah kehilangan pekerjaan, Tamburella membawa persoalan tersebut ke Fair Work Commission dengan mengajukan klaim pemutusan hubungan kerja tidak adil. Ia berharap keputusan pemecatan itu dapat dinilai kembali melalui lembaga ketenagakerjaan Australia tersebut.

Dalam proses persidangan, terungkap bahwa Tamburella sebelumnya berharap restoran La Costa akan memberikan sponsor visa kerja bagi dirinya. Visa tersebut memungkinkan pekerja berketerampilan tertentu untuk tinggal dan bekerja di Australia dengan jalur menuju status penduduk tetap.

Namun, setelah Tamburella dipecat, pihak restoran menghentikan proses pengajuan sponsor visa tersebut. Akibatnya, rencana Tamburella untuk memperoleh dukungan imigrasi melalui tempat kerjanya tidak dapat dilanjutkan.

Meski membawa persoalan pemecatan ke Fair Work Commission, gugatan Tamburella akhirnya ditolak. Dalam putusan yang dirilis pada Selasa, komisi menolak klaim tersebut karena permohonan diajukan setelah melewati batas waktu yang ditentukan.

Setelah tidak lagi bekerja di La Costa, Tamburella diketahui melanjutkan kariernya di restoran lain di Brisbane. Restoran La Costa sendiri disebut saat ini sudah tidak lagi beroperasi.

Baca juga artikel terkait PEMECATAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar