tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau akrab disapa Ara, membuka peluang pembangunan rumah subsidi di wilayah Jakarta. Menurut Ara, pemerintah pusat siap berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memanfaatkan aset-aset yang ada agar pembangunan rumah subsidi bisa terealisasi di ibu kota.
Ara menyebut selama ini rumah subsidi banyak dibangun di luar Jakarta. Karena itu, ia mendorong agar peluang serupa bisa dilakukan di dalam kota Jakarta.
Ia menambahkan rumah subsidi yang diharapkan bisa dibangun di Jakarta adalah rumah tapak, bukan rumah vertikal atau rumah susun (rusun)
“Mungkin Pak Gub izin, kalau rumah-rumah subsidi, kan, banyak di luar Jakarta. Mungkin ke depan kita diskusikan bagaimana kerja sama pusat dan Jakarta memanfaatkan aset-aset yang ada bagaimana kita mulai membangun rumah subsidi di Jakarta, Pak. Jangan ke atas. Kalau boleh kita pertimbangkan,” kata Ara kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Ara menjelaskan pemerintah pusat juga menyiapkan skema subsidi bunga untuk mendukung pembiayaan rumah bagi masyarakat. Subsidi bunga tersebut dipatok sebesar 5 persen agar lebih terjangkau oleh masyarakat.
“Untuk dari segi supply itu, kan, disubsidi bunganya 5 persen Pak Gubernur. Jadi, itu sesuatu yang luar biasa dan tadi sudah dikonfirmasi langsung oleh perbankannya,” ucap Ara.
Ara menekankan kolaborasi lintas pihak ini menjadi kunci mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, pusat, dan sektor perbankan akan menciptakan sinergi yang lebih optimal.
“Jadi kita betul-betul sinerginya langsung dari ekosistemnya lengkap hadir. Ini namanya crowd-in yang luar biasa,” ucap Ara.
Ara juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar memiliki rumah sejak dini. Dengan harga tanah dan bahan bangunan yang terus meningkat, ia menilai langkah membeli rumah sejak muda merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan.
“Dari saya, saya sepakat dengan Pak Gub, kita harus bantu rakyat kita dengan contohnya mengedukasi bahwa memiliki rumah itu jangka panjang bagus karena harga tanah terus naik, harga bahan bangunan naik, kalau [bisa] nanti dari muda sudah mulai nyicil 15 tahun,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































