Menuju konten utama

Mensos Risma Klaim Jumlah Beras Bansos Kualitas Jelek Tak Banyak

Risma langsung memerintahkan anak buahnya mengganti beras bansos berkualitas buruk yang diterima masyarakat.

Mensos Risma Klaim Jumlah Beras Bansos Kualitas Jelek Tak Banyak
Petugas membagikan bantuan sosial tambahan berupa 10 kilogram beras kepada warga di Kelurahan Harapan Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.

tirto.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini menerima laporan terkait beberapa kasus bantuan beras dengan kualitas yang dirasakan kurang memuaskan oleh masyarakat.

Hal tersebut diketahui saat Risma melakukan pengawasan dalam pelaksanaan Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Saya sudah mendapatkan laporan soal itu. Memang ada beberapa kasus di mana kualitas beras kurang baik. Tapi itu volumenya kecil, dibandingkan dengan total beras yang kualitasnya baik. Kalau pun ada yang rusak misalnya, langsung diganti dengan yang baru," kata Mensos Risma melalui keterangan tertulisnya (9/8/2021).

Politikus PDIP itu menuturkan, penyaluran BSB melibatkan sejumlah instansi sesuai dengan penugasan yang telah ditetapkan. Untuk BSB 10 kg, Kemensos menyerahkan data penerima bantuan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sementara beras dan penyalurannya oleh Perum Bulog.

Untuk BSB 5 kg, distribusi menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas sosial (Dinsos).

"Pemerintah daerah melalui dinas sosial diberikan kewenangan untuk mendistribusikan beras. Dinas sosial juga berwenang memastikan kualitas beras jenis medium dalam kondisi baik pada saat diterima masyarakat," ucapnya.

Dinas Sosial juga berwenang untuk langsung meminta ganti kepada penyedia, bila kualitas beras kurang memuaskan.

Sebelumnya, Perum Bulog harus menarik sebanyak 464 karung beras bansos di Pandeglang, Banten. Penarikan beras tersebut dilakukan usai adanya temuan beras yang sudah rusak sampai bentknya tak lagi berupa butiran, namun berbentuk gumpalan seperti batu.

Kabag Humas Perum Bulog Tomi Wijaya menjelaskan hasil penelusuran sementara Bulog menemukan ada sebagian kecil karung beras yang terkena tetesan air hujan yang terjadi saat proses pengiriman pada hari Minggu (1/8/2021) lalu. Sementara selebihnya beras masih dalam kondisi baik.

Bulog sendiri berkomitmen untuk menyediakan beras berkualitas kepada warga selama masa PPKM.

"Kami juga memohon maaf kalau sempat muncul kekhawatiran warga," katanya.

Baca juga artikel terkait BANSOS atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto