tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, membuka kemungkinan penambahan jumlah bantuan sosial (bansos) dan penerima manfaat bansos seiring adanya potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat dinamika global.
Dia mencontohkan kebijakan tahun 2025, di mana pemerintah melakukan penambahan nilai bantuan bagi masyarakat.
“Semua ada kemungkinan, tetapi tadi sudah kami sampaikan tahun lalu, belajar tahun lalu, itu ada penebalan dan ada penambahan jumlah penerima manfaat,” ujar pria yang disapa Gus Ipul itu dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Gus Ipul menyebut Kemensos akan menyiapkan berbagai skema mitigasi jika harga kebutuhan pokok benar-benar mengalami kenaikan. Akan tetapi, hingga saat ini, alokasi anggaran untuk bantuan sosial pun masih sesuai dengan perencanaan.
“Kami akan mempersiapkan skema-skema ya sebagaimana sebelum-sebelumnya yang sudah kami lakukan. Jadi skema akan kita siapkan karena bantuan kami itu berupa cash transfer. Jadi bukan berupa natura ya, tapi cash transfer,” tutur Gus Ipul.
Lebih jauh, Gus Ipul juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto juga memiliki atensi yang besar atas jenis bantuan ini.
“Jadi hampir dua kali lipat itu ya ditingkatkan penerima manfaatnya oleh Bapak Presiden. Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden punya komitmen yang luar biasa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata dia.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































