Menko PMK Cari Solusi Permanen Atasi Bencana Kelaparan di Papua

Reporter: Mochammad Fajar Nur, tirto.id - 1 Agu 2023 13:09 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menko PMK Muhadjir Effendy berharap bencana kelaparan di Papua tidak terulang kembali meski terjadi cuaca ekstrem.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan kunjungannya ke Provinsi Papua Tengah pada Rabu (2/8/2023) besok diharapkan mampu menghasilkan solusi permanen untuk permasalahan di wilayah tersebut.

Kunjungan itu dilakukan dalam rangka pengananan langsung atas kejadian gagal panen yang berujung pada kelaparan. Bencana itu mengakibatkan enam orang meninggal dan ribuan warga lainnya kelaparan.

“Salah satu maksud kunjungan saya ke sana untuk melakukan koordinasi lapangan,” kata Muhadjir saat dihubungi reporter Tirto, Selasa (1/8/2023).

Kemarau berkepanjangan yang diiringi cuaca dingin ekstrem terjadi di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Muhadjir berharap permasalahan kelaparan di Papua tidak terulang kembali meski terjadi cuaca ekstrem.

“Mencari solusi permanen strategis agar tidak lagi terjadi berulang di masa mendatang,” tegas Muhadjir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dijadwalkan akan membersama Muhadjir dalam lawatan tersebut.

“Kami BNPB bersama Menko PMK sebagai representasi pemerintah pusat akan hadir memberikan dukungan langsung kepada pemerintah Kabupaten Puncak atas bencana kekeringan. Semoga dukungan itu dapat meringankan beban saudara kita di sana,” kata Suharyanto di Jakarta, Senin (31/7/2023).

Mantan Pangdam V Brawijaya itu menyatakan akan menyerahkan langsung dukungan logistik serta peralatan kepada pemerintah daerah setempat.

Dalam keterangan terpisah, Presiden Joko Widodo menyatakan selain cuaca ekstrem, faktor keamanan membuat pendistribusian pangan di wilayah tersebut mengalami hambatan.

“Sebab itu saya minta tadi TNI untuk membantu mengawal. Di sana memang problemnya selalu seperti itu, medannya yang sangat sulit, pesawat yang mau turun pilotnya nggak berani, sehingga problem itu yang terjadi,” ujar Jokowi.

Cuaca ekstrem di Papua Tengah terjadi sejak Juni lalu. Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat enam orang meninggal dan 7.500 warga terdampak bencana kelaparan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem tersebut.


Baca juga artikel terkait KELAPARAN DI PAPUA atau tulisan menarik lainnya Mochammad Fajar Nur
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight