Menuju konten utama

Menhub Jelaskan soal 30% Anggaran Ditjen Kereta Api Tak Terpakai

Serapan anggaran terendah di Kemenhub terjadi pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang hanya mencapai 70,58 persen.

Menhub Jelaskan soal 30% Anggaran Ditjen Kereta Api Tak Terpakai
Menhub Dudy saat membahas pembentukan tim teknis penanganan kendaraan lebih dimensi dan muatan/Over Dimension Over Loading (ODOL), di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (1/10). (FOTO/dok. Kemenhub)

tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat realisasi anggaran Tahun Anggaran 2025 baru mencapai 88,88 persen atau sekitar Rp28,7 triliun dari total pagu efektif 2025 sebesar Rp32,27 triliun hingga Februari 2026.

Serapan anggaran terendah terjadi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) yang hanya mencapai 70,58 persen atau Rp5,46 triliun pada 2025.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa rendahnya realisasi anggaran DJKA disebabkan kebijakan anggaran yang bersifat buka-tutup pada menit terakhir.

"Kalau kemarin itu kan ada anggaran yang memang baru pada menit terakhir (dibuka) sehingga ini nanti akan kita geser, kita luncurkan istilahnya ke tahun 2026," ujar Dudy di Kompleks DPR RI, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, anggaran yang tidak terserap akibat mekanisme buka-tutup tersebut akan dialihkan ke tahun anggaran 2026 untuk sejumlah program.

Sementara itu, realisasi anggaran tertinggi di Kemenhub dicapai oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) yang mencapai 99,46 persen atau sebesar Rp2,99 triliun.

Capaian tersebut disusul oleh Sekretariat Jenderal dengan realisasi 99,34 persen atau Rp480,99 miliar, serta Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (DJITM) yang mencapai 99,04 persen atau Rp127,22 miliar.

Baca juga artikel terkait KERETA API atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana