Menuju konten utama

Melihat Toraja Lebih Dekat: Kete Kesu, Londa dan Patung Yesus

Keindahan tradisi Toraja, makam batu Kete Kesu & Londa, serta kemegahan Patung Yesus ikonik di Toraja.

Melihat Toraja Lebih Dekat: Kete Kesu, Londa dan Patung Yesus
Patung para mendiang bangsawan rumpun To'lengke dan To'pangrapa dari suku Toraja, di Londa. Sementara, makam para bangsawan ini berada di puncak tertinggi tebing di kawasan Londa. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--4.jpg
Tumpukan kerangka manusia di atas peti di kuburan tebing desa wisata adat Kete Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--3.jpg
Salah satu peti berisi kerangka di kuburan tebing desa wisata adat Kete Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--8.jpg
Tumpukan peti kalangan biasa rumpun To'lengke dan To'pangrapa dari suku Toraja, di kawasan pemakaman tebing Londa. Semakin tinggi lokasi peletakan peti, menunjukkan semakin tingginya kasta. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--2.jpg
Rumah adat suku Toraja Tongkonan yang berusia lebih dari 400 tahun di desa wisata adat Kete Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--6.jpg
Ketua Yayasan Objek Wisata Kete Kesu, Layuk Sarungallo, saat menjelaskan soal kuburan tebing Kete Kesu. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--5.jpg
Satu satunya peti yang berada di dalam gua Kete Kesu. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--10.jpg
Lampu petromax yang biasa digunakan oleh pemandu wisata Londa yang merupakan kompleks pemakaman gua tebing alami di Desa Sangbua, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Petromax berbahan bakar minyak tanah dengan harga Rp25.000 per liter yang bertahan seharian. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--9.jpg
Kerangka manusia dari suku Toraja di kawasan pemakaman batu Londa. tirto.id/Auliya Umayna
2026/05/22/tradisi-pemakaman-toraja--1.jpg
Patung Yesus memberkati di Buntu Burake yang merupakan ikon wisata religi setinggi kurang lebih 40-45 meter di puncak bukit karst, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. tirto.id/Auliya Umayna

tirto.id -

Pesona Toraja tak pernah habis memanjakan mata, suku yang mewarisi adat, budaya, dan agama ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri di Sulawesi Selatan.
*Desa Wisata Adat Kete Kesu*
Kete Kesu merupakan salah satu desa adat tertua di Toraja yang telah dikenal sejak lama sebagai pusat pelestarian budaya masyarakat Toraja karena masih mempertahankan rumah adat tongkonan, sistem adat, hingga tradisi pemakaman khas Toraja.
Salah satu yang menjadi daya tariknya adalah makam batu. Peti-peti diletakan di tebing atau digantung. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan irit tanah. Selain itu, terdapat juga beberapa bangunan yang isinya adalah makam satu keluarga dan maksimal bisa menampung 20 jenazah.
*Londa*
Tak jauh berbeda dengan Kete Kesu, Londa juga merupakan kawasan pemakaman batu. Namun, area ini dikhususkan untuk rumpun To'lengke dan To'pangrapa dari suku Toraja. Tepatnya berada di Lembang Sangbua, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Susunannya juga diatur secara khusus, di Londa, jenazah para bangsawan di letakkan di puncak tebing. Terdapat pula patung-patung para mendingan bangsawan di dekat area masuk gua. Di sana juga terdapat peti-peti yang masih tersusun dan sejumlah kerangka yang petinya telah rusak.
*Patung Yesus Memberkati*
Patung ini merupakan salah satu ikon wisata religi di Tana Toraja yang berada di kawasan Buntu Burake. Patung ini dibangun di atas bukit dengan ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut sehingga dapat terlihat dari berbagai wilayah di sekitar Toraja.
Patung Yesus Memberkati mulai dibangun pada 2013 dan diresmikan beberapa tahun kemudian sebagai simbol toleransi, wisata religi, sekaligus daya tarik pariwisata daerah. Dengan tinggi sekitar 45 meter termasuk penyangga, patung ini sempat dikenal sebagai salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.
Lokasi wisata ini juga menawarkan pemandangan perbukitan dan permukiman khas Toraja dari ketinggian. Untuk mencapai area patung, pengunjung dapat melewati jalan menanjak dan jembatan kaca yang menjadi salah satu daya tarik tambahan di kawasan Buntu Burake.

FOTO :

Text :

Baca juga artikel terkait FOTO - TIRTO atau tulisan lainnya dari Dadan Gustian

Oleh: Dadan Gustian
Penulis: Auliya Umayna Andani