Periksa Data

Melihat Detail Data 10 Provinsi dengan Kasus COVID Terbanyak di RI

Oleh: Hanif Gusman - 24 April 2020
Dibaca Normal 2 menit
Hingga 22 April 2020, DKI masih tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus terbanyak yaitu 3.383. Sebanyak 322 pasien meninggal, dan 301 pasien sembuh.
tirto.id - Jumlah kasus positif COVID-19 akibat virus corona baru SARS-CoV-2 di Indonesia masih terus bertambah. Hingga Selasa (22/4/2020) pukul 16.00 WIB, kasus di Indonesia tercatat sebanyak 7.418 kasus positif. Sebanyak 635 pasien diantaranya meninggal dunia dan 913 pasien berhasil sembuh.

"Hasil positif 7.418 orang terkonfirmasi menggunakan real time PCR," kata Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, yang disiarkan secara live, pada Rabu (22/4/2020).

Dari total jumlah kasus tersebut, tingkat kematian (case fatality rate/CFR) untuk kasus COVID-19 di Indonesia sementara ini sebesar 8,56 persen. Angka tersebut lebih tinggi daripada CFR dunia sebesar 6,97 persen.

Persebaran virus tersebut juga tercatat telah menyebar ke 34 provinsi dan 257 kabupaten/kota di Indonesia. Provinsi mana dengan jumlah kasus terbanyak, berapa tingkat kematiannya, dan hal apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah setempat?


DKI Jakarta Episentrum, Jawa Tengah Tertinggi?

DKI Jakarta sebagai episentrum penyebaran di Indonesia tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus terbanyak. Hingga 22 April 2020, jumlah kasus di ibu kota tersebut tercatat sebanyak 3.383 kasus. Sebanyak 322 pasien dinyatakan sembuh dan 301 pasien meninggal. Dengan demikian, tingkat kematian kasus COVID-19 di DKI tercatat sebesar 8,9 persen.

Provinsi dengan kasus terbanyak kedua yaitu Jawa Barat. Sebanyak 762 kasus positif dan 79 pasien sembuh tercatat di wilayah tersebut hingga 22 April 2020. Jumlah pasien meninggal sebanyak 71 orang sehingga tingkat CFR sebesar 9,32 persen.

Meskipun menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak ke-4 di Indonesia, namun tingkat kematian di Jawa Tengah menjadi yang tertinggi di antara sembilan provinsi lain dengan kasus terbanyak. Jumlah kematian tercatat sebanyak 52 pasien dari total 479 kasus positif hingga 22 April 2020. Artinya tingkat kematian akibat COVID-19 di Jawa Tengah sebesar 10,86 persen.

Tingkat kematian tinggi juga terjadi di Banten. Jumlah pasien meninggal tercatat sebanyak 35 dari total 337 kasus positif. Dengan angka tersebut, tingkat kematian di Banten tercatat sebesar 10,39 persen.


Beberapa provinsi lain tercatat punya tingkat kematian kasus yang beragam. Misalnya, Jawa Timur 9,09 persen; Papua 4,88 persen; dan Kalimantan Selatan 5,61 persen.

Di antara 10 provinsi dengan kasus terbanyak, Bali menjadi wilayah dengan CFR terendah. Kasus positif di wilayah tersebut sejumlah 152 kasus, tertinggi ke-7 di Indonesia. Namun jumlah pasien meninggal di wilayah tersebut mencapai 2,63 persen (4 orang).

Pemerintah Provinsi Bali telah berusaha menekan penyebaran kasus di wilayahnya melalui imbauan untuk tetap di rumah sejak sehari setelah perayaan Nyepi hingga 30 Maret 2020. Hal tersebut ditambah dengan meningkatkan status pulau Bali menjadi tanggap darurat.


Penerapan PSBB

Selain menetapkan status tanggap darurat, masing-masing pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayah masing-masing. Misalnya, pembatasan akses keluar masuk daerah, karantina wilayah, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selama penerapan PSBB, sekolah dan tempat kerja diliburkan, kegiatan keagamaan dan kegiatan di tempat umum juga dibatasi. Pembatasan juga berlaku pada kegiatan sosial budaya dan moda transportasi. Namun. Beberapa layanan penting seperti pasar, medis, dan komunikasi tetap dapat beroperasi.

Hingga Selasa (21/4/2020), 20 daerah telah menerapkan PSBB mulai dari DKI Jakarta hingga Kota Tarakan. Namun, sejauh ini wilayah yang menerapkan PSBB penuh untuk provinsi baru DKI Jakarta dan Sumatera Barat.

DKI mulai menerapkan PSBB sejak Jumat (10/4/2020) setelah disetujui Menteri Kesehatan Terawan Putranto. Saat mulai diterapkan PSBB, jumlah kasus positif di DKI tercatat sebanyak 1.810 kasus.

Sebelumnya, warga DKI sudah dihimbau untuk bekerja dari rumah (work from home) sejak 16 Maret 2020 sesuai himbauan presiden Jokowi. Pemprov DKI juga mengurangi layanan transportasi Transjakarta menjadi 13 koridor utama saja.


Sumatera Barat mulai menerapkan PSBB untuk seluruh kabupaten dan kota pada Rabu (22/4/2020). Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah menghimbau perantau untuk tidak pulang ke wilayah tersebut sementara waktu. Namun, jumlah perantau yang masuk ke Sumbar tetap ada.

Menurut Irwan, jumlah perantau yang masuk melalui 10 pintu sejak 31 Maret hingga 17 April 2020 tercatat sebanyak 91.847 jiwa, atau rata-rata 4.834 jiwa per hari.

Dari jumlah perantau yang masuk tersebut, sebagian diantaranya mau mematuhi peraturan untuk isolasi mandiri selama 14 hari, namun sebagian lain masih abai dan tetap datang ke tempat-tempat umum. “Mereka yang abai adalah satu persoalan pelik yang juga kita hadapi. Mudah-mudahan PSBB ini bisa efektif untuk memutus rantai penyebaran COVID-19” kata Irwan di Kantor Gubernur Sumbar di Padang, Sabtu (18/4/2020) dikutip dari Kantor Berita Antara.


Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan menarik lainnya Hanif Gusman
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Hanif Gusman
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight