tirto.id - Sebanyak 82 orang dikabarkan masih hilang akibat longsor di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).
Sebelumnya diketahui, longsor menimbun 30 rumah warga di Kampung Babakan, RT 5 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari, disertai angin kencang
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat Yunus mengatakan, berdasarkan data sementara per pukul 14.09 WIB, korban meninggal dunia tercatat lima orang. Sementara itu puluhan warga lainnya masih dilaporkan belum ditemukan dan masuk dalam proses pencarian.
“Korban meninggal terdata lima orang. Untuk warga yang belum ditemukan masih dalam pencarian,” kata Yunus kontributor Tirto, Sabtu, (24/1/2025).
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, jumlah korban yang diselamatkan dari material tanah longsor, 23 orang.
Ia juga menuturkan, bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.
Upaya penanganan darurat dan pencarian korban dengan mengaji cepat serta asesmen awal di lokasi telah dilakukan BPBD Kabupaten Bandung Barat.
Saat ini, kata Abdul, Kabupaten Bandung Barat berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Tim gabungan dari lintasi instansi masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak. Upaya pencarian dan evakuasi dilakukan dengan mengombinasikan alat manual dan alat berat berupa ekskavator.
Abdul mengimbau, kepada masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































