Lirik Lagu 17 Agustus 1945 Hari Merdeka: Sejarah dan Maknanya

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 8 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Lagu 17 Agustus 1945 "Hari Merdeka" menyimpan informasi sejarah sekaligus memiliki makna mendalam. Temukan penjelasannya di sini.
tirto.id - Lagu 17 Agustus "Hari Merdeka" erat dengan Hari Kemerdekaan RI atau HUT RI. Lagu ini hampir selalu berkumandang dalam peringatan ulang tahun RI. Penciptanya adalah Husein Mutahar atau yang lebih dikenal dengan H. Mutahar.

H. Mutahar lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916 dan wafat pada 9 Juni 2004. Selain sebagai pencipta lagu, H. Mutahar juga merupakan tokoh kepanduan Indonesia di era 1945-1961 dan merancang berdirinya Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka).

Lagu "Hari Merdeka" ciptaan H. Mutahar tidak hanya memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia saja, tetapi menyimpan informasi sejarah sekaligus meneguhkan hari lahirnya bangsa ini. Tapi, tentu saja, dalam konteks penciptaannya, lagu ini dibuat dalam proses panjang, bahkan dalam situasi yang tidak mudah.

Terciptanya lagu "Hari Merdeka" berawal dari ketika H. Mutahar masih menjadi ajudan Presiden Sukarno. Pagi-pagi benar, tahun 1946, Sukarno memanggil Mutahar dan meminta dibuatkan aubade (nyanyian atau musik penghormatan pada pagi hari)

Menurut buku 100 Konser Musik Indonesia (2018:31) oleh Anas Syahrul Alimi dan Muhidin M. Dahlan, saat itu situasi Indonesia masih dalam fase genting perang Revolusi di Yogyakarta. Atas perintah itu, Mutahar kemudian meminjam orkes keraton dan mengonduktori permain dengan semangat sembari naik ke atas meja reot.

Saat lagu "Hari Merdeka" dimainkan pada upacara 17 Agustus, Sukarno pun merasa senang dan memuji kepiawaian Mutahar dalam menciptakannya.

Setahun sebelum "Hari Merdeka" lahir, Husein Mutahar, menciptakan lagu nasional berjudul "Syukur". Lagu ini terinspirasi saat ia menyaksikan banyak warga Semarang yang makan bekicot untuk mempertahankan hidup di masa penjajahan Jepang.

Infografik SC Sejarah Lagu Hari Merdeka
Infografik SC Sejarah Lagu Hari Merdeka. tirto.id/Fuad


Setelah menyaksikan peristiwa itu, pada sore hari, Mutahar masuk kelas musik dan langsung bermain organ sambil menangis.

"Dari yakinku teguh. Hati Ikhlasku penuh. Dari yakin 'ku teguh. Hati ikhlas 'ku penuh. Akan karunia-Mu. Tanah air pusaka. Indonesia merdeka. Syukur aku sembahkan. Ke hadirat-Mu Tuhan," begitu potongan liriknya.

Dua lagu ciptaan Mutahar itu begitu populer hingga saat ini. "Hari Merdeka" diputar dan dilantunkan saat upacara hari kemerdekaan di berbagai daerah, baik instansi negeri, swasta hingga komunitas masyarakat sampai saat ini.


Lirik Lagu "Hari Merdeka"


Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer—de—ka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan In-do-ne-si-a
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer—de—ka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan In-do-ne-si-a
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer—de—ka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan In-do-ne-si-a
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan In-do-ne-si-a
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita


Baca juga artikel terkait LIRIK LAGU 17 AGUSTUS atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight