Menuju konten utama

LinkedIn Mengkilap Berkat Jeff Weiner

Jeff Weiner adalah otak dari LinkedIn. Di tangan Weiner, LinkedIn tumbuh pesat hingga menjadi sebuah platform yang memiliki lebih 259 juta anggota. Weiner yang bergabung dengan LinkedIn pada Desember 2008 berhasil menerapkan strategi jitu sehingga pendapatan LinkedIn melonjak 10 kali lipat menjadi 972 juta dolar AS pada tahun 2012.

LinkedIn Mengkilap Berkat Jeff Weiner
Kkantor pusat perusahaan Linkedin di Mountain View, California. LinkedIn adalah layanan jaringan sosial berorientasi bisnis. foto/shutterstock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dalam kesepakatan akuisisi, Microsoft sepakat untuk mempertahankan CEO LinkedIn Jeff Weiner masih dipertahankan. Ia akan langsung memberikan laporan kepada Satya Nadella, CEO Microsoft. Mempertahankan Weiner adalah sebuah keharusan. Ia adalah otak dari LinkedIn. Di tangan Weiner, LinkedIn tumbuh pesat hingga menjadi sebuah platform yang memiliki lebih 259 juta anggota. Weiner yang bergabung dengan LinkedIn pada Desember 2008 berhasil menerapkan strategi jitu sehingga pendapatan LinkedIn melonjak 10 kali lipat menjadi 972 juta dolar AS pada tahun 2012.

Sebelum Weiner bergabung, LinkedIn mengalami kerugian hingga 4,5 juta dolar AS. Itulah ketika LinkedIn menggantungkan asanya pada iklan online dan menjual “langganan premium” sedikitnya 9,95 dollar per bulan untuk semua kalangan mulai jurnalis, manager hedge fund dan semacamnya.

Kemudian Weiner masuk. Ia tidak mau lagi bekerja keras untuk mendapatkan “uang receh” dari para pengguna individu, tetapi fokus menjual jasa kepada perusahaan yang mencari talenta-talenta terbaik dengan harga 8.200 dolar AS per tahun. Hasilnya pun luar biasa. Sekarang, ribuan perusahaan menggunakan produk Recruiter LinkedIn untuk mencari bakat-bakat hebat. Bagi bagian SDM perusahaan, memiliki akun Recruiter LinkedIn ibarat seorang pialang surat utang yang terhubung dengan terminal Bloomberg. Pirantinya memang mahal, tetapi harus dimiliki untuk menunjukkan bahwa dia adalah seorang “pemain”.

Baca juga artikel terkait atau tulisan lainnya dari Nurul Qomariyah Pramisti

Reporter: Nurul Qomariyah Pramisti
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti