Menuju konten utama

Lemhanas Nilai Program Siswa Masuk Barak Demul Perlu Dievaluasi

Ace menyoalkan apakah anak yang ikut program siswa masuk barak berhenti kenakalannya hingga kekhawatiran stigmatisasi akibat program yang digagas Demul.

Lemhanas Nilai Program Siswa Masuk Barak Demul Perlu Dievaluasi
Tubagus Ace Hasan Syadzily mengikuti pelantikan dirinya sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/app/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Ace Hasan Syadzily, mendorong evaluasi pelaksanaan program pendidikan karakter bagi siswa nakal di barak militer, yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Demul), khususnya soal lulusannya.

Menurut Ace, program tersebut perlu evaluasi karena ada kemungkinan anak yang dididik di barak militer itu menjadi pribadi yang tidak lepas dari perilaku nakalnya usai menjalani pendidikan, malah bisa lebih buruk karena merasa telah mendapatkan pendidikan di barak militer secara khusus.

"Saya kira perlu dievaluasi juga, misalnya kalau dia sudah keluar dari barak militer, apakah dijamin bahwa dia tidak akan lepas dari kenakalannya? Atau jangan-jangan karena dia sudah pernah mendapatkan pendidikan militer, lalu karena mungkin mental emosionalnya tidak pernah ditempa, akhirnya menjadi petantang-petenteng dan bisa melakukan hal yang di luar dari yang sesuai dengan perkembangan anak," kata Ace di Gedung DPRD Jabar Bandung, Jawa Barat, sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (17/5/2025).

Lemhanas, kata Ace, juga akan mengkaji secara mendalam karena apa yang dilakukan terhadap anak harus mengedepankan aspek perlindungannya.

Di sisi lain, politikus Partai Golkar ini menekankan, jangan sampai pendidikan militer juga terkena stigma sebagai yang diperuntukkan bagi orang-orang yang nakal saja akibat program Demul itu.

"Soal stigma, kita juga harus jaga. Jadi karena itu bagi kami di Lemanas, kami harus mengkajinya secara mendalam. Karena, anak menjadi sesuatu pasti ada faktor yang melatarbelakanginya, terutama faktor lingkungan, faktor keluarga dan lain sebagainya itu yang harus di dalami," katanya.

Pendidikan karakter seperti yang diusung oleh Pemprov Jabar, lanjut dia, memang penting, tetapi bukan hanya untuk yang dinilai sebagai anak nakal. Ace berpendapat, pendidikan karakter adalah bagi semua anak-anak demi terbentuknya karakter kebangsaan. Oleh karena itu, melihat persoalan kenakalan anak-anak atau remaja, harus dilihat akar permasalahannya dari hulu ke hilir.

"Anak-anak itu bisa disebut nakal harus dilihat dulu, apakah faktor lingkungan, apakah faktor keluarga juga," ucapnya.

Menurut Ace, akan lebih baik ketika persoalan ini dibenahi pada faktor-faktor tersebut, dengan penyelidikan apakah ada masalah pada keluarga, lalu didalami apakah lingkungannya membentuk anak-anak itu menjadi "nakal".

"Bahkan istilah nakal itu juga harus hati-hati menggunakan term-nya, karena itu menyangkut dengan stigmatisasi yang diberikan kepada anak. Ingat bahwa prinsip anak itu dilindungi," ujarnya

Ace mengatakan, menurut Lemhanas, terkait pendidikan karakter terhadap anak, terutama pada yang dinilai berkarakter di luar tahapan perkembangannya, seharusnya itu ditempatkan dan dikaji secara mendalam karena menyangkut dengan tumbuh kembang anak.

"Harus dilihat aspek emosionalnya, intelektualnya, kemudian spiritualnya, itu harus dilihat secara komprehensif," ujarnya.

Ace menegaskan, adalah tugas pemerintah juga, agar bagaimana memastikan lingkungan sosial dan keluarga dari anak-anak di Indonesia kondusif. Karena akan sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak.

"Dalam konteks kenapa anak disebut nakal kan harus dilihat dulu akar persoalannya. Apakah disebabkan karena misalnya hak asuhnya, pola pengasuhannya, di dalam keluarga, di dalam lingkungan, itu yang harus didalami terlebih dahulu. Jangan sampai juga gara-gara hal (program pembentukan karakter di barak militer) tersebut, membuat anak jadi terstigmatisasi," tutur Ace.

Baca juga artikel terkait MILITER

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher