Lahan TNI untuk Proyek Strategis Nasional Diganti APBN

Oleh: Hendra Friana - 25 Januari 2019
Kementerian Koordinator Perekonomian masih membatas detail penggantian lahan TNI untuk Proyek Strategi Nasional. Yang jelas menggunakan dana APBN.
tirto.id - Kesediaan TNI melepas kepemilihan lahan untuk sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution menyampaikan, aset berupa lahan milik TNI yang dipakai untuk percepatan proyek infrastruktur akan diganti melalui APBN.

Namun, kata dia, mekanisme soal penggantian lahan tersebut akan dibahas tersendiri pada beberapa pertemuan rapat selanjutnya.

Yang penting, kata mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut, TNI sudah merelakan asetnya dipakai untuk kepentingan percepatan PSN.

"Kesimpulannya sudah selesai, sudah disetujui (pemakaian lahannya)," ucap Darmin di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat(25/1/2019).


Di samping itu, Darmin juga belum bisa menyebutkan detail mekanisme pengembalian lahan yang akan dipakai untuk proyek infrastruktur pemerintah. "Nanti kita lihat, ada mekanismenya tersendiri lah," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen TNI Tatang Sulaiman menyebut, instansinya akan memberikan izin konstruksi untuk proyek-proyek yang akan dibangun di atas lahan milik TNI.

Selama ini, kata Tatang, beberapa aset lahan milik TNI memang bersinggungan dengan sejumlah PSN. Namun, hanya tuga proyek yang dibahas intens bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Sebab, kebutuhan lahannya dianggap mendesak untuk pembangunan proyek tersebut. Beberapa lahan di antaranya adalah Tanah Mabes TNI seluas 48,5 hektare untuk proyek jalan tol Cimanggis-Cibitung.

Selain itu, ada pula tanah milik TNI AL untuk proyek jalan tol Medan-Binjai, jalan tol Cimanggis-Cibitung serta untuk jalan tol Sunter-Pulo Gebang. Masing-masing luasnya sebesar 38.983 m2, 83.111 m2, serta 133 m2.

"Yang terpakai untuk pembangunan infrastruktur PSN seperti di Kunciran-Tangerang, Binjai, dan Banyuwangi. Jadi prinsipnya kita menyetujui untuk dilepas," ujarnya.


Baca juga artikel terkait PROYEK STRATEGIS NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Zakki Amali