Menuju konten utama

Pemerintah akan Suntik Dana USD20 M per Tahun untuk Danantara

Hashim Djojohadikusumo, mengatakan pemerintah akan menyuntikkan dana senilai USD20 miliar per tahun untuk Danantara.

Pemerintah akan Suntik Dana USD20 M per Tahun untuk Danantara
Adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo saat akan memasuki Komplek Istana Kepresidenan untuk menghadiri acara jamuan makan malam atau gala dinner, Rabu malam (23/10/2024). (Tirto.id/M. Irfan Al Amin)

tirto.id - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan pemerintah akan menyuntikkan dana senilai USD20 miliar atau setara dengan lebih Rp300 triliun per tahun untuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Pemerintah bermaksud untuk menyuntikkan dana tunai sebesar 20 miliar dolar AS per tahun dari anggaran negara, setiap tahunnya. Selama Prabowo masih menjadi presiden. Semoga (bisa menjabat) 10 tahun,” kata Hashim di Hotel St.Regis, Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Adik Prabowo itu mengatakan dana 20 dolar AS per tahun tersebut untuk

mendanai proyek-proyek. Hashim menyebut Danantara nantinya tak mendanai proyek-proyek secara mandiri. Namun, kedepannya para investor diundang untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang dinilai layak bersama Danantara.

“Idenya adalah untuk mengundang seluruh investor untuk datang berinvestasi dalam proyek-proyek yang layak dan boleh saya katakan, proyek ramah lingkungan. Jadi, idenya adalah untuk mendanai dan menggerakkan transisi energi hijau ini,” ucap Hashim.

Proyek yang dimaksud ialah proyek transisi energi dan Danantara menjadi salah satu pihak yang berkontribusi. Ihwal teknis, Hashim menjelaskan Danantara akan berinvestasi patungan dengan investor asing, yakni Singapura dan Rwanda dengan skema investasi yang dibagi dengan persentase 50 persen.

“Jika kita melakukannya dengan basis 50-50, Danantara, akan mendapat 50 persen, investor bersama 50 persen," tutur Hashim.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, mengumumkan keberhasilan pemerintah mengamankan lebih dari Rp300 triliun berbentuk dana tabungan negara.

Dana tersebut berasal dari efisiensi anggaran, penghapusan belanja yang tidak tepat sasaran, serta upaya pemberantasan korupsi di berbagai sektor. Prabowo menegaskan bahwa uang negara hasil efisiensi anggaran itu akan dikelola oleh Danantara untuk mendukung industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Danantara Indonesia, sebagai lembaga pengelola dana strategis akan menyalurkan investasi ke proyek-proyek dengan dampak ekonomi tinggi.

Prabowo menekankan bahwa investasi ini bertujuan menciptakan nilai tambah bagi Indonesia, bukan sekadar menjual sumber daya mentah ke luar negeri. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mempercepat pertumbuhan industri nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.

Baca juga artikel terkait HOLDING BUMN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama