Menuju konten utama

Rosan Pastikan Dana Kelolaan Danantara Berasal dari Dividen BUMN

Dividen BUMN yang selama ini dikelola Kemenkeu akan diambil alih Danantara untuk diinvestasikan ke sejumlah sektor strategis.

Rosan Pastikan Dana Kelolaan Danantara Berasal dari Dividen BUMN
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.

tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menekankan bahwa dana kelolaan Danantara berasal dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rosan membantah dana tersebut berasal dari operasional BUMN, apalagi dari tarikan dana yang ada di bank BUMN.

Maka dari itu, Rosan mengatakan adanya seruan ajakan tarik uang di bank BUMN merupakan suatu tindakan yang salah. Diketahui, seruan tarikan dana tersebut ramai buntut isu yang mengatakan Danantara mengelola dana dari operasional BUMN.

“Dana yang kami dapatkan ini adalah dana dari dividen setiap tahun yang dihasilkan oleh BUMN. Jadi kami investasi ini bukan kami ambil dari operasional BUMN, bukan, salah. Oh nanti duit dari Bank Mandiri, BRI kami ambilin buat investasi, itu salah, salah total,” ungkap Rosan di The Westin, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Dia pun menjelaskan bahwa dividen BUMN yang dikelola Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selama ini, akan diambil alih oleh Danantara untuk diinvestasikan ke sejumlah sektor strategis.

Maka dari itu, Rosan menilai informasi yang mengatakan Danantara akan mengelola dana dari operasional BUMN, merupakan informasi yang menyesatkan.

“Biar ini sama dulu nih, clear dulu. Bukan kami bilang, oh dana bank-bank diambilin untuk investasi dari dana-dana masyarakat. Aduh itu benar-benar sangat-sangat menyesatkan gitu ya,” imbuhnya.

Menteri Investasi itu juga menyebut dana kelolaan Danantara akan diinvestasikan ke bidang hilirisasi, energi baru terbarukan (EBT), ketahanan pangan, hingga ketahanan energi, dan investasi ke sektor yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian Indonesia.

“Jadi kita terbuka karena dana ini kami investasikan dalam proses yang panjang, bukan hanya keputusan dari saya saja, kita punya komite investasi juga, ini asas kehati-hatian kami utamakan,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait HOLDING BUMN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto