tirto.id - Pertanyaan tentang PKI masih terus menjadi bahasan meskipun peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S 1965 sudah berlalu. Pasalnya, peristiwa sejarah kelam di Indonesia ini memiliki beragam versi.
Salah satu pertanyaan tentang G30S PKI adalah siapa dalang sebenarnya di balik peristiwa tersebut? Para ahli mengklaim bahwa ada dugaan terkait 4 pihak yang menjadi dalang pembunuhan para Jenderal Angkatan Darat (AD) di peristiwa G30S 1965.
Salah satu versi jawaban yang paling terkenal adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Adapun versi lain menyebutkan keterlibatan pihak seperti Soekarno, Soeharto, serta Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Kumpulan Pertanyaan Peristiwa G30S PKI dan Jawabannya
Besarnya dampak peristiwa G30S 1965 dalam kehidupan politik dan sosial di Indonesia membuat peristiwa ini wajib dipelajari oleh pelajar. Materi tentang G30S 1965 menjadi bahasan dalam mata pelajaran Sejarah.
Sebutan G30S PKI hingga kini juga masih muncul di sejumlah publikasi resmi pemerintah RI. Asvi Warman Adam melalui artikel "Beberapa Catatan Tentang Historiografi Gerakan 30 September 1965" dalam Jurnal Archipel (2018) menuliskan bahwa istilah penyebutan G30S/PKI muncul sejak tahun 1966.
Istilah ini muncul bersamaan dengan penafsiran dari Orde Baru, yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah dalang upaya kudeta di peristiwa Gerakan 30 September pada 1965. Selain pertanyaan tentang dalang, ada kumpulan pertanyaan tentang PKI dan peristiwa G30S 1965 lain.
Di antaranya termasuk kapan peristiwa tersebut terjadi, siapa korbannya, dan apa dampak dari peristiwa G30S 1965? Berikut ini kumpulan contoh soal tentang G30S PKI dan pembahasannya.
1. Apa yang dimaksud dengan peristiwa G30S 1965?
Jawaban: G30S 1965 adalah singkatan dari Gerakan 30 September 1965. Peristiwa G30S 1965 adalah serangkaian upaya pemberontakan untuk menggulingkan kekuasaan pemerintahan yang sah dan mengganti ideologi bangsa Indonesia, Pancasila.
Peristiwa ini memakan korban sebanyak enam jenderal Angkatan Darat (AD) dan satu perwira AD. Masyarakat mengenal peristiwa G30S 1965 dengan nama peristiwa G30S/PKI karena Partai Komunis Indonesia (PKI) diklaim sebagai dalang pemberontakan tersebut.
2. Sebut dan jelaskan 4 versi dalang peristiwa G30S 1965!
Jawaban: Menurut A. Kardiyat Wiharyanto dalam Sejarah Indonesia dari Proklamasi sampai Pemilu (2009) empat versi dalang peristiwa G30S 1965 adalah:
- PKI: anggapan PKI sebagai dalang peristiwa G30S 1965 karena ingin memperkuat pengaruh di pemerintahan sehingga dapat mengganti dasar negara Pancasila dengan komunisme. Selain itu, PKI tidak memiliki hubungan yang baik dengan AD sebelum pemberontakan terjadi.
- Soekarno: anggapan Soekarno sebagai dalang peristiwa G30S 1965 karena ingin melindungi kekuasaannya dengan melenyapkan oposisi yang sebagian datang dari perwira tinggi di Angkatan Darat.
- Soeharto: anggapan Soeharto sebagai dalang peristiwa G30S 1965 karena ia merupakan petinggi AD antikomunis yang tidak diburu dan dibunuh pasukan pemberontak. Selain itu, ia juga memperoleh keuntungan pasca-peristiwa G30S 1965 dengan dianggap sebagai pahlawan dan berhasil menduduki jabatan sebagai Presiden menggantikan Soekarno.
- CIA atau Pemerintah AS: anggapan keterlibatan CIA sebagai dalang peristiwa G30S 1965 karena ingin menghentikan Indonesia menjadi basis komunisme. Pemerintah AS saat itu khawatir dengan terciptanya poros Jakarta-Beijing-Moskow.
Jawaban: Pasukan Cakrabirawa adalah pasukan pengaman Presiden Soekarno yang dibentuk 6 Juni 1962. Tanggal ini bertepatan dengan hari ulang tahun Sang Proklamator.
Pasukan Cakrabirawa memiliki keterkaitan dengan G30S 1965 karena sebagian anggotanya terlibat dalam peristiwa pemberontakan. Akan tetapi, jumlah anggota Pasukan Cakrabirawa yang terlibat G30S 1965 hanya 2 persen saja.
Dari 3.000 anggota Pasukan Cakrabirawa, pihak yang terlibat G30S 1965 ada sekitar 60 orang. Pasukan Cakrabirawa bubar usai peristiwa G30S 1965 pecah, disusul dengan terbitnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar).
Sejak memasuki Orde Baru, pasukan pengawal seperti Pasukan Cakrabirawa mendapatkan sebutan baru. Para pengawal hingga kini memiliki nama Paspampres (Pasukan Pengawal Presiden).
4. Apa itu Dewan Revolusi dan kaitannya dengan peristiwa G30S 1965?
Jawaban: Dewan Revolusi adalah kelompok yang menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia sebagai tindak lanjut dari peristiwa G30S 1965.
Pembentukan Dewan Revolusi oleh PKI melalui Dekrit No.1/1965 Tentang Pembentukan Dewan Revolusi. Dewan Revolusi dipimpin oleh Letkol Untung dan empat wakilnya.
Menurut Petrik Matanasi dalam Untung Cakrabirawa dan G30S (2011) menyebut ada 45 anggota Dewan Revolusi. Anggota Dewan Revolusi adalah rakyat sipil dan militer yang mendukung Gerakan 30 September.
5. Sebutkan dan jelaskan 3 pasukan yang terlibat dalam misi Dewan Jenderal G30S 1965!
Jawaban: Menurut Asvi Warman Adam dalam Membongkar Manipulasi Sejarah Kontroversi Pelaku dan Peristiwa (2009), tiga pasukan yang terlibat dalam eksekusi G30S 1965 adalah:
- Pasukan Pasopati: bertugas dalam menculik para jenderal dan membawanya ke Pasukan Pringgodani.
- Pasukan Pringgodani: bertugas dalam mengoordinasi kegiatan eksekusi di Lubang Buaya dan mengeksekusi para jenderal yang belum tewas.
- Pasukan Bimasakti: bertugas dalam menguasai RRI, Telekomunikasi, dan teritorial.
Jawaban: Masih menurut Wiharyanto, ada enam jenderal dan satu perwira AD yang mengalami nasib diculik dan dibunuh dalam peristiwa G30S 1965. Di antaranya adalah:
- Jenderal Ahmad Yani
- Mayjen R. Soeprapto
- Mayjen MT Haryono
- Mayjen S. Parman
- Brigjen DI Panjaitan
- Brigjen Sutoyo
- Lettu Pierre A Tendean.
7. Kapan dan di mana para jenderal korban G30S 1965 ditemukan?
Jawaban: Ketujuh jenazah AD yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan G30S di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pelaku mengubur seluruh korban di dalam sumur tua berdiameter kecil dengan kedalaman 12 hingga 15 meter.
Penemuan jenazah tujuh Pahlawan Revolusi terjadi pada 3 Oktober 1965 atau sekitar 3 hari setelah malam eksekusi penculikan dan pembunuhan.
8. Di mana korban peristiwa G30S 1965 dimakamkan?
Jawaban: Tujuh jenazah korban peristiwa G30S 1965 dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Proses pemakamannya berlangsung bersama-sama pada 5 Oktober 1965, kini bertepatan dengan HUT ke-20 ABRI.
9. Siapa korban yang selamat dari peristiwa penculikan dan pembunuhan G30S 1965?
Jawaban: Korban yang selamat dari peristiwa penculikan dan pembunuhan G30S 1965 adalah Jenderal AD Abdul Haris Nasution atau AH Nasution.
Pada saat malam penculikan terjadi, AH Nasution berhasil kabur melompat pagar dan bersembunyi di rumah tetangganya yang merupakan Duta Besar Irak.
Akan tetapi, pelaku G30S 1965 malah membunuh dan menculik ajudan pribadi AH Nasution, Pierre A Tendean karena kemiripan wajahnya. Tak hanya itu, putri bungsu AH Nasution, Ade Irma Suryani juga tewas pada malam tersebut.
10. Sebutkan 5 dampak dari peristiwa G30S 1965!
Jawaban: Ada 5 dampak dari peristiwa G30S 1965, antara lain:
- Pemimpin PKI D.N. Aidit dengan dugaan sebagai dalang di balik pemberontakan menjalankan eksekusi mati di Boyolali tanpa diadili.
- Pemerintah membubarkan PKI.
- Pemerintah melarang segala hal yang berbau PKI, paham komunisme, marxisme, dan leninisme melalui TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966.
- Pemerintah menetapkan tanggal 30 September sebagai Hari Nasional Peringatan Pemberontakan G30S 1965.
- Pemerintah menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Nasional Kesaktian Pancasila untuk mengenang bahwa Pancasila akan selalu menjadi ideologi bangsa.
Jawaban: Peristiwa G30S terjadi pada 30 September 1965 silam. Pada malam hari di tanggal tersebut, pihak terkait berkumpul di kawasan Lubang Buaya dan mulai membagi tugas untuk menculik sejumlah perwira tinggi.
Kemudian pada 1 Oktober 1965, berbagai operasi penculikan hingga pembunuhan terjadi di berbagai lokasi. Sejumlah korban dari peristiwa ini dibawa dari kediaman masing-masing menuju Lubang Buaya, Jakarta.
12. Apa tujuan utama dari G30S 1965?
Jawaban: Tujuan G30S 1965 secara umum adalah menggulingkan pemerintahan yang berideologi Pancasila agar menggunakan paham komunisme, tetapi hal ini masih menjadi kontroversi hingga sekarang.
Pasalnya, pada 1 Oktober 1965 pagi hingga siang hari, kelompok tersebut mengumumkan adanya pembentukan "Dewan Revolusi" melalui RRI. Mereka mengklaim langkah ini sebagai upaya untuk melindungi Dewan Jenderal dan Presiden RI Soekarno.
Ingin mengetahui jawaban atas pertanyaan tentang PKI dan peristiwa G30S 1965 lainnya? Pastikan untuk membaca informasi terbaru tentang G30S selengkapnya di sini.
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id







































