Riset Mandiri

Seberapa Ramai 'Komunisme' Diperbincangkan Masyarakat?

Oleh: Frendy Kurniawan - 3 Oktober 2017
Dibaca Normal 2 menit
Ada kata dan frasa berkaitan dengan komunisme yang cukup populer, menjelang peristiwa G30S.
tirto.id - PKI, komunis, komunisme, pengkhianatan G30S. Kata dan frasa tersebut dalam beberapa hari terakhir menghiasi perbincangan baik dunia nyata dan maya. Biasanya selalu ramai menjelang 30 September, yang diperingati sebagai Peristiwa G30S. Bagaimana dengan tahun ini? Seberapa ramai perbincangannya? Bagaimana pandangan masyarakat kini terhadap komunisme?

Untuk mengetahui insight tersebut, Tirto bekerja sama dengan GDILab sebagai penyedia platform, melakukan analisis terhadap cuitan pengguna Indonesia pada linimasa Twitter pada 21-27 September 2017 yang mengandung kata “Komunis”.

Infografik Riset Mandiri Komunis dalam Percakapan



Untuk melihat kategori pembentuk kata komunis, dipilih 220 sampel tweet. Pemilihan sampel ini didasari atas kriteria: 1) User yang mengunggah tweet adalah orang pribadi, bukan admin/perusahaan/tweet generator, 2) Tweet yang diunggah merupakan cuitan langsung (original post) yang dilakukan oleh pengguna, 3) Tweet bukan merupakan retweet, 4) Tweet yang diunggah oleh pengguna harus memiliki sekurang-kurangnya 1 kali retweet oleh pengguna lain, serta 5) Tweet yang diunggah oleh pengguna harus memiliki sekurang-kurangnya 1 respons dari pengguna lainnya.

Selama periode 21-27 September 2017, total post yang menggunakan kata "komunis" sebanyak 17.521 kali dengan kontributor sejumlah 8.151. Total reach atas perbincangan ini diketahui sebesar 33.389.933 dengan jumlah total eksposur sebanyak 80.273.214.


Infografik Riset Mandiri Komunis dalam Percakapan


Dari populasi cuitan tersebut, hanya 13,70 persen atau 2.400 merupakan original tweet. Sedangkan, 75,36 persen merupakan retweet. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin malas membagikan pemikirannya melalui media sosial dan lebih memilih hanya membagikan informasi sesaat.

Melihat jenis media yang digunakan oleh pengguna, 89,59 persen menggunakan teks. Hanya 2,16 persen pengguna yang menggunakan video dalam cuitan yang mengandung kata "komunis".

Sepanjang 21-27 September, masyarakat Indonesia paling banyak melakukan cuitan pada 23 September 2017 pukul 11 malam. Pada waktu tersebut, tercatat sebanyak 501 cuitan dilakukan oleh pengguna Indonesia yang mengandung kata komunis.

Dari sisi sentimen, cuitan yang mengandung kata “komunis” pada periode riset cenderung netral. Sebanyak 36 persen tweet memiliki sentimen yang positif. Sedangkan, 31,3 persen tweet memiliki sentimen negatif.

Dalam analisis terhadap 220 ciutan yang mengandung kata “Komunis”, ditemukan 3.279 kosakata, termasuk di dalamnya kata penghubung dan pengganti. Setelah dilakukan data cleaning, didapatkan 866 kata terkait komunis. Dari data tersebut, dilakukan analisis untuk melihat kategori yang membentuk kata “komunis” dalam masyarakat.

Berdasarkan analisis yang dilakukan Tirto, terdapat 6 kategori utama yang berhubungan dengan kata “komunis”. Kategori-kategori itu adalah: “ideologi”, “organisasi”, “aktor”, “bahaya”, “perilaku”, dan “negara”. Kategori “ideologi” diketahui menjadi kategori utama kata-kata yang bermunculan dalam percakapan. Sebanyak 32,91 persen dari keseluruhan kata masuk dalam kategori “ideologi”.

Kata “komunis” juga dihubungkan dengan soal “organisasi”. Diketahui terdapat 11,43 persen dari keseluruhan kata dalam ciutan di linimasa Twitter masuk dalam kategori “organisasi”.


Infografik Riset Mandiri Komunis dalam Percakapan


Dalam analisis terhadap 220 ciutan yang mengandung kata “Komunis”, ditemukan 3279 kosakata, termasuk di dalamnya kata penghubung dan pengganti. Setelah dilakukan data cleaning, didapatkan 866 kata terkait komunis. Dari data tersebut, dilakukan analisis untuk melihat kategori yang membentuk kata “komunis” dalam masyarakat.

Berdasarkan analisis yang dilakukan Tirto, terdapat 6 kategori utama yang berhubungan dengan kata “komunis”. Kategori-kategori itu adalah: “ideologi”, “organisasi”, “aktor”, “bahaya”, “perilaku”, dan “negara”. Kategori “ideologi” diketahui menjadi kategori utama kata-kata yang bermunculan dalam percakapan. Sebanyak 32,91 persen dari keseluruhan kata masuk dalam kategori “ideologi”.

Infografik Riset Mandiri Komunis dalam Percakapan


Kata “komunis” juga dihubungkan dengan “organisasi”. Diketahui terdapat 11,43 persen dari keseluruhan kata dalam ciutan di linimasa Twitter masuk dalam kategori “organisasi”.

Cara pandang “penyederhanaan” itu mengingatkan kembali soal TAP MRPS Nomor XXV/MPRS/1966, pada bagian pertimbangan poin a, menuliskan “bahwa ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme pada hakikatnya bertentangan dengan Pancasila”. Komunisme, dalam ketetapan hukum tersebut dipersamakan dengan “Marxisme-Leninisme”.

Sebanyak 91,23 persen kata yang muncul dalam percakapan tentang kategori “organisasi” adalah kata “PKI”. Hal ini menunjukkan bahwa pembicaraan soal “komunis” sebagai organisasi di Indonesia masih secara kuat dikaitkan dengan dengan PKI. Hasil itu wajar karena “PKI” merupakan satu-satunya organisasi atau partai partai politik komunis sebelum dinyatakan dibubarkan dan dilarang sejak 12 Maret 1966.


Infografik Riset Mandiri Komunis dalam Percakapan



Ditemukan 33,33 persen kata dalam percakapan dalam hubungannya dengan “komunis” terkait dengan kata “TNI/Panglima TNI. Hal ini menunjukkan bahwa situasi mutakhir di masyarakat, yakni perintah Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk memutar kembali film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI meraih perhatian publik.

Infografik Riset Mandiri Komunis dalam Percakapan



Namun, percakapan yang berkaitan dengan komunis bukan hanya terkait dengan “ideologi, “aktor”, “organisasi”. Citra komunis di Indonesia hadir dalam wacana yang erat dengan sifat kekejaman dan berbahaya. Selain pelarangan melalui TAP MPRS, citra komunis di Indonesia juga masif melalui film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI karya Arifin C. Noer.

Melalui riset ini, kata “komunis” dalam kategori pelaku erat kaitannya dengan kata “pengkhianatan”. Sebanyak 33,33 persen percakapan memunculkan kata “pengkhianatan” sebagai asosiasi untuk perilaku “komunis”. Perilaku lainnya yang muncul adalah “pembunuhan/pembantaian” (27,78 persen), “kekejaman/biadab” (22,22 persen) dan “pemberontakan/kudeta” (16,67 persen).

Infografik Riset Mandiri Komunis dalam Percakapan


Temuan beberapa kategori dalam riset ini hanya cermin kecil mengenai bagaimana komunisme itu terkonstruksi. Terutama dalam benak khalayak publik. Soal “ideologi”, “organisasi”, “aktor” dan “perilaku” mungkin sejalan dengan mentalitas citra laten PKI di Indonesia. Apalagi reproduksi citra PKI atau komunis, tahun ini, kembali dilangsungkan secara massal dalam propaganda modern, yakni film. Sementara film Arifin C. Noer itu cenderung memproduksi moralitas dalam skema komunis sebagai sosok kriminal berbahaya di negeri ini.

Pada akhirnya, yang berbahaya bukan hanya soal bahaya laten komunis ataupun kebangkitan komunisme di Indonesia, tapi juga soal pewarisan atas ketakutan itu. Melalui pembacaan percakapan soal komunisme di Twitter saja, stigma kategorisasi tertentu atas komunis di Indonesia masih terjadi. Terutama melalui kata-kata yang muncul.

Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Mild Report)

Reporter: Frendy Kurniawan
Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight