Menuju konten utama
Ramadhan 2022

3 Kultum Ramadhan tentang Puasa adalah Perisai

Berikut ini 3 contoh kultum puasa adalah perisai. Dijelaskan pula tentang mengapa puasa disebut sebagai perisai bagi seorang muslim.

3 Kultum Ramadhan tentang Puasa adalah Perisai
Ilustrasi kultum puasa adalah perisai, salah satunya dengan menahan emosi. Foto/iStockphoto

tirto.id - Kultum puasa adalah perisai dibutuhkan oleh umat Muslim, baik sebelum menjadi penceramah atau mendapatkan informasi terkait hal ini. Lantas, mengapa puasa disebut sebagai perisai bagi seorang Muslim?

Memasuki bulan Ramadhan, orang beragama Islam akan berkewajiban untuk menjalankan ibadah puasa. Adapun ibadah puasa ini bersifat wajib, sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 183.

Puasa yang ditetapkan sebagai kewajiban tersebut dapat menjadi pelindung bagi para kaum Muslimin sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Lantas, kenapa puasa disebut perisai? Berikut keterangan yang dijelaskan lewat kultumnya.

Kumpulan Ceramah Ramadhan tentang Puasa adalah Perisai dan Pelindung Umat Muslim

Kultum Ramadhan tentang puasa adalah perisai menjadi salah satu petuah penting yang dibutuhkan oleh orang-orang Islam. Anda bisa membaca contoh ceramah demi menambah pengetahuan sekaligus bahan referensi penulisan.

Lantas, apa arti puasa adalah perisai? Pertanyaan ini dapat dijawab lewat kultum puasa adalah perisai berikut.

1. Contoh Kultum: Puasa Adalah Perisai

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Wahai jamaah sekalian, semoga kita semua selalu diberikan perasaan sabar atas berbagai macam masalah dalam bulan puasa ini. Berbicara tentang kesabaran, saya ingin membawakan sedikit ceramah tentang puasa adalah perisai.

Seperti yang kita ketahui bahwa puasa menuntut kita untuk menahan lapar, haus, dan hawa nafsu tertentu. Selain itu, puasa juga dapat memberikan kita keselamatan dan perlindungan, sebagaimana sabda Rasululullah SAW berikut:

“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Berdasarkan dalil tentang puasa adalah perisai di atas, kita dapat melihat bahwa puasa menjauhkan dan melindungi kita dari panasnya api neraka. Kita bisa terlindung akibat menahan dan mengontrol diri kita ketika berpuasa.

Selebihnya puasa juga memiliki potensi besar dalam membentuk pribadi muslim yang baik. Contohnya dengan kemampuan menahan diri, maka sudah tentu kita dapat memetik kemenangan dalam diri, termasuk terhindar dari api neraka.

Dengan terbangunnya benteng yang kokoh, diharapkan kita juga mampu menahan berbagai gempuran hawa nafsu yang menyerang. Jika puasa malah tidak mampu menjadikan seorang muslim memiliki benteng yang kokoh, maka ini bisa merusak diri sendiri dan lingkungannya, naudzubillah.

Mari bersama-sama kita membangun perlindungan yang kokoh dari puasa Ramadhan tahun ini. Semoga berbagai kesulitan bisa membawa kita kepada ridha-Nya, amin.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

2. Contoh Kultum: Kenapa Puasa Disebut Perisai?

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin/hadirat majelis atau pengajian, mari bersama-sama kita ucapkan syukur Alhamdulillah atas berkat dan ridha-Nya. Dengan rahmat Allah SWT, kita sekarang bisa bersama-sama mendengarkan petuah singkat.

Adapun kali ini saya akan menjawab pertanyaan: kenapa puasa disebut sebagai perisai maupun benteng? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ada beberapa pengertian dan defenisi tentang benteng, yakni:

  • Sebagai bangunan tempat berlindung atau bertahan (dari serangan musuh);
  • Dinding (tembok) untuk menahan serangan;
  • Sesuatu yang dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dan sebagainya, seperti agama adalah pribadi yang akan melindungi diri dari serangan nafsu.
Jadi, misalnya ada yang mengajak atau menantang kita untuk berkelahi, mengejek dan lain sebagainya, maka dengan berpuasa, seorang muslim tidak harus meladeni tantangan tersebut dan dapat menahan diri, jawablah bahwa Anda sedang berpuasa.

Dikutip dari situs resmi Provinsi Sumbar, sepintas perilaku atau sikap seperti ini seperti terkesan bukan sikap pemberani atau mungkin bisa dikatakan pengecut. Namun karena yang ini adalah pesan langsung dari Baginda Rasulullah SAW, maka pasti ada maksudnya yang mungkin belum atau tidak diketahui oleh kebanyakan umat Islam.

Pernyataan ini juga berarti bahwa orang yang mampu menahan emosinya, maka sesungguhnya ia adalah seorang pemenang. Karena sebenarnya ia bisa memenangkan kondisi tersebut dalam posisi yang lebih kuat.

Selain itu, dengan menahan emosi atau amarah justru seorang muslim bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Berdasarkan pendapat tersebut, marilah kita sama-sama menjaga diri kita dari berabgai hal buruk dengan cara berpuasa.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

3. Contoh Kultum: Mengapa Puasa Disebut Sebagai Perisai Bagi Orang Muslim

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Mari bersama-sama kita panjatkan syukur kepada Allah SWT. Berkat berbagai rahmat, nikmat, serta kesehatan yang Ia berikan, sekarang kita semua dapat berkumpul untuk mendengarkan kultum singkat ini.

Tema yang saya bawakan kali ini adalah mengapa puasa disebut sebagai perisai bagi orang Islam? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat melihat sebuah hadits yang diriwayatkan sebagai berikut.

"Puasa itu adalah perisai, maka apabila seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, janganlah dia berkata keji dan jangan pula bertingkah laku jahil (sepert mengejek, atau bertengkar sambil berteriak). Jika ada orang lain yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka hendaklah dia mengatakan 'Aku orang yang sedang berpuasa'" (Muttafaq 'alaih).

Dari hadis di atas, maka yang dimaksud dengan puasa adalah perisai yakni sebagai benteng diri dengan cara berpuasa. Kita sebagai umat Islam diminta dapat menahan diri tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari segala perkataan maupun perbuatan keji yang dilarang dilakukan.

Ketentuan dalil di atas tersebut mencakup pula berbagai aktivitas atau perasaan negatif lainnya. Sebagai contoh perasaan emosi, kemudian ingin bertengkar, berkelahi, mengejek individu lain, atau merundung sesama.

Perisai ini memisahkan kita dari berbagai perilaku buruk tersebut, sehingga kita lebih fokus terhadap tindakan-tindakan terpuji. Selain demi menjaga diri dari perilaku tidak terpuji, kita juga bisa mendapatkan pahala yang berlimpah dari kesabaran.

Sekian ceramah tentang apa arti puasa adalah perisai. Jika terdapat kekurangan atau kelebihan, saya minta dimaafkan.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga artikel terkait KULTUM RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Edusains
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada