Menuju konten utama

KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Pembangunan Jembatan di Sumatra

Dugaan sabotase diketahui setelah sejumlah baut yang sebelumnya telah terpasang oleh personel TNI ditemukan dalam kondisi berpindah ke sisi jembatan.

KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Pembangunan Jembatan di Sumatra
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan pers usai menandatangani berkas kerja sama di Graha BNPB, Jakarta, Senin (19/2/2024). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan upaya sabotase terhadap pembangunan jembatan Bailey yang tengah dikerjakan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Maruli dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan bencana Sumatra di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube BNPB.

“Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini ya, terus terang saja,” ujar Maruli, dikutip dari konferensi pers yang disiarkan melalui akun BNPB Indonesia.

Maruli menjelaskan, dugaan sabotase tersebut diketahui oleh para prajurit pada Minggu (28/12/2025) pagi. Ia menyebut sejumlah baut yang sebelumnya telah terpasang oleh personel TNI ditemukan dalam kondisi berpindah ke sisi jembatan.

“Terlihat itu berpindah, nanti kalau ada yang perlu lihat fotonya, nanti saya kasih. Jadi dalam kondisi begini pun masih ada kelompok-kelompok orang yang mau, bisa dikatakan arahnya kepada pemerintah. Mengorbankan masyarakat, masyarakat yang sedang bencana pun mau dikorbankan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Maruli mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada pihak yang mengingatkan dirinya untuk mewaspadai potensi sabotase selama proses pembangunan jembatan Bailey. Salah satunya adalah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

"Ini bukan hanya dilonggarkan, dilepas. Jadi memang niatnya sudah luar biasa. Nanti akan telusuri sampai sejauh mana, namun saya pikir kita lebih baik fokus saja bagaimana pekerjaan kita ini bisa melayani masyarakat, dan bisa dijaga untuk bisa betul-betul aman untuk masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa dugaan sabotase tersebut merupakan bagian dari upaya pengondisian oleh aparat.

“Nanti ada lagi yang bilang, oh ini sengaja nih pengkondisian. Kalau pengkondisian membuat masyarakat mati, bukan pengkondisian namanya itu. Itu biadab namanya. Jadi ini bukti-bukti nyata sudah ada, kasian masyarakat korban. Jangan lagi sampai jiwanya korban lagi,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait KSAD MARULI atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana