Menuju konten utama

Kronologi Penembakan Imam Masjid di AS dan Profil Singkatnya

Kronologi penembakan Imam Masjid Muhammad di Newark, New Jersey, AS. Profil singkat Imam Hassan Sharif.

Kronologi Penembakan Imam Masjid di AS dan Profil Singkatnya
Ilustrasi seorang pria memegang pistol. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Imam Masjid Muhammad di Newark, New Jersey, Amerika Serikat (AS) bernama Hassan Sharif tewas ditembak pada hari Rabu, 3 Januari 2024 sekira pukul 6 pagi waktu setempat.

USA Today melaporkan, Jaksa Penuntut Wilayah Essex Ted Stephens dalam sebuah konferensi pers menjelaskan bahwa pada saat kejadian, Hassan Sharif sedang berada di dalam kendaraannya di luar Masjid Muhammad-Newark.

Dia ditembak lebih dari satu kali. Setelah itu, Sharif dibawa ke Rumah Sakit Universitas dan kemudian dinyatakan meninggal dunia pada sore harinya sekira pukul 14.20 waktu setempat.

Kronologi kejadian itu juga disampaikan oleh Imam Wahyud Deen Shareef, ketua Dewan Imam di New Jersey. Shareef mengatakan bahwa Hasan Sharif ditembak sebanyak dua kali saat berada di tempat parkir masjid.

Motif dari kejahatan itu masih belum diketahui, namun Shareef mengatakan bahwa Hassan Sharif sebelumnya pernah diserang dengan todongan senjata di luar masjid beberapa bulan yang lalu, yang terjadi juga setelah sholat subuh.

Namun, dalam insiden tersebut, sang imam berhasil merebut pistol dari pelaku, yang kemudian lari dan tidak tertangkap.

Pelaku Penembakan Imam Masjid di AS Masih Buron

Tersangka penembakan dilaporkan masih buron. CBS mewartakan, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang New Jersey, mengeluarkan sebuah pernyataan yang meminta siapa saja yang memiliki informasi mengenai penembakan tersebut untuk menghubungi polisi.

Mereka menawarkan hadiah sebesar $25.000 atau setara Rp387,4 juta bagi siapa saja yang memiliki informasi yang dapat digunakan untuk menangkap dan menghukum pelaku.

Insiden ini masih dalam penyelidikan, kata Catherine Adams, juru bicara departemen keamanan publik kota, yang menambahkan bahwa tidak ada yang ditahan sehubungan dengan penembakan tersebut. Motifnya masih belum jelas.

Namun, Jaksa Agung New Jersey, Matthew Platkin menjelaskan bahwa menurut hasil penyidikan, pihaknya menduga motif penembakan adalah bias atau tindakan terorisme domestik.

"Bukti-bukti yang terkumpul sejauh ini tidak mengindikasikan bahwa ini adalah tindakan yang dimotivasi oleh bias atau tindakan terorisme domestik," kata Platkin dikutip BBC.

"Pada saat insiden tersebut terjadi, bias terhadap anggota komunitas Muslim sedang meningkat, kami tahu bahwa tindakan kekerasan senjata ini akan meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran di negara bagian kami," katanya.

"Setiap sudut yang memungkinkan, tentu saja, akan dieksplorasi dan setiap petunjuk akan diselidiki sepenuhnya untuk membawa pelaku atau para pelaku ke pengadilan."

Profil Singkat Imam Hassan Sharif

Hassan Sharif adalah Imam Masjid Muhammad yang berlokasi di Newark, New Jersey, AS.

Dia merupakan seorang mantan petinju, yang bekerja sebagai seorang Petugas Keamanan Transportasi di Bandara Internasional Newark Liberty selama 17 tahun terakhir.

Selain menjadi imam di masjid, dia dikenal sebagai advokat di lingkungannya dan selalu hadir bagi siapa pun yang membutuhkannya.

Seorang warga setempat, Aneesah Abdullah, menggambarkan Sharif sebagai "orang yang baik secara keseluruhan. Saya tidak bisa memikirkan kesalahan yang pernah dilakukannya kepada siapa pun, dan itu berasal dari hati saya," ungkap Aneesah kepada CBS.

Tidak hanya dikenal baik di komunitas muslim, Hassan Sharif juga sangat dihargai oleh para jamaah di Gereja Kristus Surgawi yang berdiri di deka Masjid Muhammad.

Salah seorang jamaah Gereja bernama Margaret Adebayo mengatakan bahwa mereka sering melihat Imam Sharif di pagi hari, bersiap untuk shalat subuh.

"Dia sangat membantu. Dia mengizinkan kami parkir di tempat parkir," kata Margaret Adebayo.

"Saya bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi di dunia. Berdoalah untuk dunia yang lebih baik, untuk perdamaian."

Bersama rekannya, Jimmy Small dari Liga Pemilih Muslim New Jersey, Hassan Sharif secara rutin sebulan sekali memberi makan para tunawisma, pecandu narkoba, dan pecandu alkohol. Kegiatan amal itu terakhir dilakukannya pada Sabtu lalu.

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN AS atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Iswara N Raditya & Balqis Fallahnda