Menuju konten utama

Kronologi Kisruh PIC Eiger & KOL hingga Berujung Pemecatan

Kronologi kisruh yang terjadi antara seorang kreator konten dan PIC KOL Eiger yang sedang viral di medsos hingga berujung pada pemecatan.

Kronologi Kisruh PIC Eiger & KOL hingga Berujung Pemecatan
Ilustrasi Influencer. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang kreator konten di media sosial X membagikan pengalaman tidak mengenakkan dengan Person in Charge (PIC) dari salah satu brand lokal, Eiger. Ini kronologi lengkapnya.

Keberadaan para kreator konten sangat membantu dalam pemasaran sebuah brand. Merek-merek lokal ini kemudian menjalin kerja sama dengan para kreator untuk membuat video promosi produk.

Hal tersebut juga terjadi pada pemilik akun X @kforkinsley. Ia membagikan pengalaman bekerja sama dengan Eiger.

Kronologi PIC Eiger Dipecat karena Tak Sopan pada Kreator Konten

Pada 10 Februari, akun X @kforkinsley membagikan utas yang menceritakan pengalamannya setelah dihubungi oleh sebuah brand, yang kemudian diketahui sebagai Eiger.

Ia mengaku sangat senang saat pertama kali dihubungi karena merasa konten yang ia buat diperhatikan oleh tim brand tersebut. Setelah itu, ia menerima produk berupa tas.

Kerja sama yang terjadi bukanlah kerja sama berbayar (paid partnership), melainkan pengiriman produk. Karena merasa antusias dan memang menyukai produknya, ia langsung membuat draft konten dan mengunggahnya.

Ia menegaskan bahwa dalam konten tersebut tidak ada kata-kata yang menjelekkan produk. Setelah konten diunggah, pihak brand memberikan masukan atau revisi.

Revisi yang diminta disebut hanya berupa penambahan tag akun brand serta keterangan bahwa produk tersebut dikirim oleh pihak brand. Ia menyatakan sudah melakukan revisi untuk bagian tag, sedangkan untuk keterangan “dikirimin” ia berencana menambahkannya di video berikutnya.

Namun, ia kemudian menyampaikan kepada PIC brand bahwa ia tidak ingin melakukan revisi lebih lanjut karena kerja sama tersebut bukan kerja sama berbayar. Responsnya yang ia tulis adalah bahwa ia bersedia untuk proses drafting, tetapi tidak akan melakukan revisi karena ini bukan paid content.

Menurut pengakuannya, setelah menyampaikan hal tersebut, ia langsung diakhiri kerja samanya. Hal yang paling membekas baginya adalah komentar dari PIC yang menyindir jumlah pengikutnya.

"Followers masih 2K tapi udah sombong menolak revisi ckckck gimana followersnya 1juta makin sombong," tulis PIC brand tersebut di screenshot percakapan WhatsApp.

Komentar tersebut membuatnya menangis dan gemetar saat itu. Meski demikian, dalam utasnya ia menyampaikan bahwa kini ia sudah merasa lebih baik dan berharap agar kejadian serupa tidak dialami orang lain.

Terkait produk tas yang diterimanya, ia sempat menawarkan untuk mengembalikan barang tersebut atau membayarnya. Awalnya ia diminta untuk mengembalikannya, namun dalam percakapan terakhir pihak brand menyatakan tas tersebut tetap menjadi miliknya, yang ditolak oleh kreator konten tersebut.

Eiger Mengunggah Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Setelah utas tersebut viral, akun X @kforkinsley menyebut bahwa tim EIGER telah menghubunginya melalui telepon, mendengarkan penjelasannya, dan menyampaikan permintaan maaf.

Tak lama kemudian, akun Instagram resmi @eigeradventurestore.id mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.

Dalam pernyataan tersebut, Eigerindo MPI sebagai distributor resmi EIGER Adventure menyampaikan permintaan maaf kepada mitra KOL atas kejadian yang terjadi, menyatakan bahwa manajemen telah mengambil tindakan tegas dengan memecat PIC tersebut.

“Sebagai bentuk pertanggung jawaban kami, per hari ini PIC KOL yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi bagian dari kami,” bunyi pengumuman yang diunggah di akun IG @eigeradventurestore.id.

Eiger juga menegaskan komitmen untuk menjaga hubungan baik dan kepercayaan mitra serta pelanggan.

Baca juga artikel terkait BLUNDER EIGER atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra