Kronologi Hilangnya Pesawat Dimonim di Papua

Penulis: Yantina Debora - 11 Agu 2018 18:42 WIB
Dibaca Normal 1 menit
"Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.17 WIT, dimana pesawat PK-HVQ melaporkan posisi overhead ketinggian 7000 feet," kata Sindu.
tirto.id - Pesawat Philatus Porter milik operator PT. Marta Buana Abadi (Dimonim Air) hilang kontak dalam penerbangan dari Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel menuju Oksibil di Pegunungan Bintang.

Kabag Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara, Sindu Rahayu mengungkapkan pesawat type PAC750XL dilaporkan telah hilang kontak pada Sabtu (11/8/2018) sekitar pukul dua siang waktu setempat.

"Pesawat dengan nomor registrasi PK-HVQ melakukan first contact dengan Tower Oksibil pada Pukul 14.11 WIT," ujar Sindu, dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto.

Setelah komunikasi terakhir dengan PK-HVQ, Tower Oksibil mengambil tindakan dengan menghubungi Unit ARO Sentani pada Pukul 15.10 WIT dan berita alert phase ALERFA langsung dikirimkan.

"Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.17 WIT, dimana pesawat PK-HVQ melaporkan posisi overhead ketinggian 7000 feet," kata Sindu.

Upaya pencarian pesawat, menurut Sindu, dilakukan dengan cross check trafic ke Tower Tanah Merah, Dekai, Sentani dan Wamena sampai dengan pukul 15.35 WIT.

"Pukul 15.46 WIT Distress phase (DETRESFA) progres tentang keberadaan pesawat belum mendapatkan titik terang," lanjutnya.

Kantor Otoritas Bandara Wilayah X Merauke telah berkoordinasi dengan perwakilan KNKT di Sentani dan Kantor SAR terkait kejadian ini dan segera membentuk Posko bersama untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Kondisi cuaca saat terbang diketahui dalam status wind 110 degrees 9 knots, Visibility 1-2 KM, area kearah Iwur, area right base, area left bese tertutup awan, cloud base 4700 feet.

Dilansir dari Antara, Pesawat Philatus Porter diketahui dipiloti oleh Leslie Sevuve dan co pilot Wayan Sugiarta. Pesawat milik Dimonim Air itu membawa tujuh penumpang.

Adapun nama-nama penumpang pesawat Philatus milik Dimonim Air yakni Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, Naimus dan Jumaidi.


Baca juga artikel terkait PESAWAT HILANG atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora

DarkLight