Menuju konten utama

Korea Selatan akan Memberi Visa Gratis untuk Indonesia

Korea Selatan akan memberikan visa gratis untuk sejumlah negara, salah satunya Indonesia. Namun hal ini masih uji coba dan dengan syarat tertentu.

Korea Selatan akan Memberi Visa Gratis untuk Indonesia
kota Korea Selatan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pemerintah Korea Selatan mengumumkan akan memberikan visa gratis bagi wisatawan asal Indonesia. Namun kebijakan ini masih bersifat uji coba dan memiliki syarat berlaku.

Kebijakan ini diumumkan dalam Rapat Strategi Pariwisata Nasional ke-11 yang dipimpin Presiden Lee Jae Myung dan dihadiri Perdana Menteri Kim Min Seok, para menteri dari 15 lembaga, serta perwakilan industri pariwisata.

Pemerintah Korsel menyebut saat ini adalah “masa emas” bagi negara tersebut karena budaya Korea, mulai dari musik, drama, hingga kuliner sedang sangat populer di dunia.

Karenanya, dengan kebijakan ini, pemerintah menargetkan akan dapat menyedot lebih dari 30 juta wisatawan mancanegara dalam beberapa tahun ke depan.

Korsel Manfaatkan "Masa Emas" untuk Tarik Wisatawan

Melalui program bertajuk “K-Tourism Embraces the World”, pemerintah Koresel ingin memanfaatkan momentum “masa emas” tersebut untuk meningkatkan kunjungan wisata dan menjadikan pariwisata sebagai industri strategis nasional, seperti diberitakan Korea Times.

Salah satu langkah utama dalam paket pariwisata Korea adalah pelonggaran aturan visa untuk menarik lebih banyak wisatawan. Untuk wisatawan Indonesia, pemerintah memberlakukan bebas visa secara uji coba, namun kebijakan ini hanya berlaku bagi rombongan minimal tiga orang.

Daerah indie Korea Selatan

Vietnam QuyNhon-gil di Itaewon Di Seoul, KOREA SELATAN, 06 November 2017. Itaewon di Seoul adalah tempat budaya dari berbagai negara hidup berdampingan. iStockphoto/GettyImages

Artinya jika wisatawan asal Indonesia pergi ke Korsel sendiri (solo traveler) maka kemungkinan ia masih perlu visa seperti biasa. Namun jika perjalanan dilakukan secara berkelompok (3 orang atau lebih), bisa masuk tanpa visa selama masa uji coba berlaku.

Selain itu, warga China dan negara-negara Asia Tenggara yang sebelumnya pernah berkunjung ke Korsel kini bisa mengajukan visa multiple entry lima tahun, sedangkan penduduk dari kota-kota besar tertentu bisa mendapatkan visa sepuluh tahun, sehingga memudahkan mereka datang kembali tanpa harus mengurus visa setiap kali.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperluas sistem gerbang imigrasi otomatis untuk mencakup warga negara Uni Eropa, sehingga proses masuk menjadi lebih cepat dan praktis.

Dengan lebih banyaknya gerbang imigrasi otomatis diharapkan dapat mengurangi hambatan masuk bagi wisatawan dan membuat Korsel lebih kompetitif di pasar pariwisata internasional.

Korsel merasa perlu membuat kebijakan pariwisata yang lebih memudahkan turis asing karena mereka tidak ingin kalah saing dengan Jepang yang mencatat lonjakan wisatawan sangat tinggi berkat nilai tukar yen yang lemah.

Selain melonggarkan kebijakan visa, Pemerintah Korsel juga mendorong wisatawan agar tidak hanya berkunjung ke Seoul dengan cara menambah jumlah penerbangan internasional langsung ke bandara-bandara daerah dengan memberikan hak lalu lintas udara khusus dan potongan biaya bagi maskapai.

Penerbangan domestik penghubung dari Incheon ke kota-kota regional akan diperbanyak. Layanan bus bandara malam hari akan diperluas ke provinsi Chungcheong dan Gangwon, dan tiket kereta cepat KTX akan bisa dipesan lebih awal dari batas satu bulan yang berlaku saat ini.

Di sektor akomodasi, pemerintah berencana memperbaiki kualitas penginapan di luar Seoul. Pengawasan industri penginapan akan dipusatkan di bawah Kementerian Kebudayaan, dan akan dibuat Undang-Undang Promosi Akomodasi serta sistem sertifikasi kualitas.

Korea juga akan mengembangkan model mirip “parador” di Spanyol, yaitu mengubah rumah tradisional, kuil, dan desa adat menjadi penginapan premium yang unik dan bernilai budaya.

Selain meningkatkan fasilitas, pemerintah juga akan menindak tegas praktik penipuan tarif terhadap wisatawan. Pelaku usaha yang tidak mencantumkan atau tidak mematuhi harga resmi bisa langsung dikenai sanksi penangguhan usaha.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah juga meluncurkan kampanye “Visit Korea Year” untuk periode 2027–2029. Program ini akan menawarkan paket wisata berbasis gaya hidup seperti jalur K-beauty, tur kuliner K-food, hingga pengalaman mendaki ala Korea.

Baca juga artikel terkait VISA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra