Menuju konten utama

KontraS Tak Mau Kasus Andrie Yunus Dimanfaatkan untuk Pencitraan

Keluarga Andrie Yunus dan KontraS tak ingin kasus penyerangan air keras ini dimanfaatkan jadi alat pencitraan politik.

KontraS Tak Mau Kasus Andrie Yunus Dimanfaatkan untuk Pencitraan
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, di kawasan Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan alasan mereka menolak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap Andrie Yunus di RSCM pada 14 Maret 2026 lalu adalah demi menjaga integritas kasus dari kepentingan politik.

Dimas menyatakan pihak keluarga dan KontraS tidak ingin insiden penyerangan air keras ini dimanfaatkan sebagai alat pencitraan tokoh politik.

“Kami tidak mau bahwa situasi yang terjadi kepada Andrie Yunus itu dijadikan sebagai celah untuk kemudian memoles citra politik seseorang atau sekelompok orang tertentu yang pada akhirnya mengaburkan itikad atau intensi dari negara untuk mendorong supaya kasus ini selesai secara tuntas dan maksimal,” ujar Dimas ditemui di Kantor KontraS, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Selain alasan politis, Dimas menjelaskan bahwa penolakan tersebut juga didasari oleh prosedur ketat di ruang High Care Unit (HCU) RSCM.

Saat kunjungan itu direncanakan, Andrie Yunus sedang dalam masa pemulihan kritis pascaoperasi.

“Kami menolak dengan alasan yang memang sesuai dengan protokol kesehatan rumah sakit. Mas Andrie memang sedang pertama, baru dipindah ke ruang High Care Unit yang mana penanganan dari High Care Unit itu steril, intensif, dan juga memang keselamatan pasien,” ujar Dimas.

Dimas menambahkan, Andrie Yunus sendiri secara sadar memberikan pesan agar tidak ditemui oleh pejabat publik maupun pihak lain yang tidak memiliki kepentingan langsung dengan penanganan medisnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan fokus utama, yakni pemulihan kesehatan korban dan penuntasan kasus hukum, tidak teralihkan oleh agenda-agenda di luar substansi tersebut.

“Andrie sendiri juga berpesan waktu Mas Gibran datang bahwa dia tidak bersedia ditemui oleh pejabat atau siapa pun yang tidak punya kepentingan untuk menjenguk dia selama proses perawatan di High Care Unit RSCM,” ujar Dimas.

Hingga saat ini, KontraS terus mendesak kasus penyerangan Andrie oleh prajurit TNI tetap diproses melalui jalur peradilan umum. Hal ini untuk memastikan keadilan menyeluruh bagi Andrie, sekaligus mengungkap aktor intelektual di balik teror tersebut.

Terkait kunjungan Gibran, Dimas membenarkan bahwa putra Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi itu memang akhirnya tetap datang ke RSCM. Namun, Gibran diterima pihak KontraS tanpa dipertemukan langsung dengan Andrie Yunus.

"Tidak bertemu sama Andrie," ujar Dimas.

Baca juga artikel terkait ANDRIE YUNUS AIR KERAS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi