Mozaik

Kisah Ossip Bernstein Lolos dari Revolusi dan Perang Dunia

Kontributor: Tyson Tirta, tirto.id - 22 Sep 2023 17:00 WIB | Diperbarui 27 Sep 2023 06:12 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Revolusi dan perang membuat Ossip Bernstein terombang-ambing di sejumlah negara Eropa. Catur dan bidang keuangan menjadi pegangannya.
tirto.id - Ossip Bernstein berusia 36 tahun ketika ditangkap polisi rahasia Bolshevik di Odessa. Pada awal abad ke-20, rezim otoriter sedang gencar memata-matai masyarakat Ukraina untuk memberantas siapapun yang tak sejalan dengan semangat revolusi.

Bernstein ditangkap ketika sedang bekerja sebagai penasihat legal bagi industri perbankan. Atas aktivitasnya itu ia divonis hukuman mati. Pada hari eksekusi, ia berbaris bersama warga lain untuk ditembak.

Sekelompok penembak bersiap melakukan eksekusi ketika pimpinan polisi Bolshevik yang bertugas curiga melihat nama Bernstein di daftar pesakitan. Ia mengenal nama Bernstein sebagai salah seorang pecatur sohor.

Sebagai penggemar catur, pimpinan polisi itu lantas menginterogasi latar belakang Bernstein sebelum akhirnya yakin bahwa orang yang berdiri di hadapannya itu adalah seorang pecatur internasional yang andal.

Tanpa pikir panjang, polisi itu menarik Bernstein keluar dari barisan. Ia menawari Bernstein kesempatan untuk "membeli" nyawanya dengan sebuah permainan catur. Jika berhasil menang, maka ia tak jadi dieksekusi mati dan akan dibebaskan.

Tak butuh waktu lama, Bernstein menang mudah. Ia dibebaskan dan lari ke Paris dengan menumpang kapal Inggris.

Cerita kemenangan Bernstein melawan pimpinan polisi Bolshevik itu dituturkan oleh Edward Lasker yang juga seorang pecatur internasional di era yang sama. Lasker tak mengatakan dengan jelas dari mana ia mendengar cerita itu. Kisah itupun diteruskan dari mulut ke mulut terutama di antara para penggemar catur.


Diadang Revolusi Bolshevik

Ossip Bernstein lahir di Zhytomyr, Ukraina, yang waktu itu masuk dalam kekuasaan Kekaisaran Rusia. Pada usia 16 tahun ia sudah menjadi salah satu pemain catur hebat di Ukraina. Terlahir dari keluarga Yahudi kaya raya, ia mendapat kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Heidelberg University pada 1901.

Setahun sejak masuk kuliah, ia berhasil menjuarai turnamen catur yang diselenggarakan oleh Federasi Catur Jerman. Kemenangan ini membuat namanya tenar dan diakui sebagai salah satu pecatur andal Eropa.

Usai kemenangan itu, ia kembali ikut dalam beberapa turnamen lain seperti All-Russian Masters’ Tournament dan berhasil duduk di peringkat ke-3 pada 1903. Ia juga mengikuti turnamen di Coburg, Stockholm, dan Bremen. Kemenangan penting ia raih pada 1907 di Ostend Tournament.

Pada tahun yang sama, Bernstein lulus sebagai doktor ilmu hukum. Ia kemudian menjadi pebisnis andal yang membuatnya semakin kaya. Melalui ilmu hukum dan bisnis, Bernstein bertahan hidup meski politik dan ekonomi Eropa sedang bergejolak.

David Hooper dan Kenneth Whyld dalam buku The Oxford Companion to Chess (1992:37) mencatat bahwa periode antara 1905 hingga 1914 merupakan tahun terbaik dalam karier catur Bernstein.

Pada 1911 Bernstein kembali mencetak kemenangan ketika menjuarai turnamen Moskow. Kemalangan datang ketika ia jatuh miskin di era Revolusi Bolshevik ketika kekayaannya disita pada 1917 dan memaksanya pindah ke Paris.


Bertahan di Era Depresi dan Perang Dunia II

Di Paris, nasib Bernstein perlahan membaik ketika ia kembali menjadi kaya melalui pekerjaannya sebagai penasihat keuangan. Namun, karena pekerjaannya menyita waktu, ia sempat menarik diri dari turnamen catur internasional.

Meski begitu, di kalangan komunitas catur internasional ia tetap dikenal sebagai ahli perbankan yang lihai dalam permainan catur. Kesempatan untuk ikut dalam turnamen pun datang pada dekade 1930-an. Ini ditandai dengan munculnya nama Bernstein sebagai salah satu penantang dalam berbagai turnamen catur internasional. Di turnamen San Remo, misalnya, ia keluar sebagai peringkat ke-3.

Prestasi Bernstein di bidang finansial dan catur kembali mendapat tantangan berat ketika depresi ekonomi 1930-an melanda. Bangkitnya NAZI dan Perang Dunia II juga memperparah keadaan. Bernstein yang berdarah Yahudi harus berpindah-pindah tempat melarikan diri.

Masa-masa pelarian dari tentara NAZI ini merupakan babak baru dalam kehidupan Bernstein. Status terpandang dan kekayaannya di Prancis membuatnya menjadi sorotan terutama ketika NAZI menduduki negara itu.

Prancis yang kala itu dalam masa pemerintahan rezim Vichy berkolaborasi dengan NAZI dan menetapkan undang-undang anti Yahudi. Pada 1940 Bernstein lari ke Spanyol bersama keluarganya. Di Spanyol muncul masalah baru. Rezim Franco yang berkuasa tidak kalah otoriter dengan NAZI. Mereka juga menganut Fasisme dan tak memberikan jaminan suaka.

Tak butuh waktu lama, Bernstein memutuskan untuk kembali berpindah tempat. Kali ini tujuannya Inggris Raya. Tidak ada dokumentasi yang menjelaskan secara rinci bagaimana Bernstein sekeluarga berhasil keluar dari Spanyol. Yang pasti mereka berhasil menetap di Inggris dan menjalani kehidupan yang relatif aman di bawah perlindungan Pemerintah Inggris.


Infografik Mozaik Ossip Bernstein
Infografik Mozaik Ossip Bernstein. tirto.id/Tino


Setibanya di Inggris, ia harus menyesuaikan diri tidak hanya dengan lingkungan baru tetapi juga dengan kenyataan hidup sebagai pengungsi. Terlepas dari keamanan yang ditawarkan Inggris dari ancaman Nazi, Bernstein mulai membangun hidupnya kembali dari awal, seperti pengalamannya melakukan hal serupa di era Revolusi Bolshevik.

Masalahnya, Inggris kala itu juga sedang terancam bahaya perang dan bom yang sewaktu-waktu bisa melanda. Keadaan ekonomi-politik mereka rentan akibat pergolakan di seluruh Eropa. Hal itu pula yang membuat rekam jejak bernstein di dunia catur Inggris tidak terdokumentasikan dengan baik.

Setelah perang, ketika Eropa memulai proses pemulihan dan pembangunan kembali, Bernstein harus menimbang keputusan penting untuk kembali ke Prancis. Meskipun ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di Prancis dan membangun koneksi yang kuat, kenangan akan pendudukan Nazi dan trauma hidup di bawah rezim Vichy membuat keputusan untuk kembali ke Prancis menjadi berat.

Sementara di Inggris, meski berada dalam keadaan sulit, ia mendapatkan jaminan keamanan selama Perang Dunia II. Keseharian Bernstein di Inggris ditandai dengan kemundurannya dari kehidupan publik. Sebagai Grandmaster yang pernah menjadi tokoh terkemuka di dunia catur dan keuangan, ia memilih kehidupan yang lebih tenang.

Meski tak pernah berhasil merebut gelar juara dunia, nama Bernstein dimuat dalam narasi sejarah permainan catur sebagai salah satu legenda. Namanya sejajar dengan para pecatur kenamaan dunia pada masanya seperti Emmanuel Lasker, Akiba Ribinstein, dan José Raúl Capablanca.

Di antara nama-nama besar itu, Bernstein diakui karena teknik posisi dan determinasinya yang solid di atas papan catur. Sumbangan Bernstein pada permainan catur yang paling penting dan masih sangat populer hingga kini adalah teknik Queen’s Gambit Declined.

Ossip Bernstein meninggal dunia di usia 80 tahun di French Pyrenees, wilayah perbatasan antara Prancis dan Spanyol pada 1962.

Baca juga artikel terkait PEMAIN CATUR atau tulisan menarik lainnya Tyson Tirta
(tirto.id - Humaniora)

Kontributor: Tyson Tirta
Penulis: Tyson Tirta
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight