Menuju konten utama

Khutbah Jumat Tiga Hal Penting di Bulan Rajab, Ada Isra Mi'raj

Teks khutbah Jumat tiga hal penting di bulan Rajab meliputi waktu untuk beramal, salat dan mengenang peristiwa Isra Miraj, serta tobat. Berikut contohnnya.

Khutbah Jumat Tiga Hal Penting di Bulan Rajab, Ada Isra Mi'raj
Ilustrasi khotbah. Adapun khutbah Jumat tiga hal penting di bulan Rajab bisa menjadi opsi penyampaian khatib saat periode tersebut. foto/istockphoto

tirto.id - Teks khutbah Jumat tiga hal penting di bulan Rajab bisa khatib sampaikan sebelum pelaksanaan salat Jumat. Simak contoh teks khutbah Jumat bulan Rajab Isra Miraj yang membahas tentang tiga hal penting di dalam artikel ini.

Pada dasarnya, tiga hal penting di bulan Rajab merujuk kepada beberapa amalan dan pengingat yang sebaiknya dilakukan umat Islam. Muslimin pun bisa memanfaatkan bulan Rajab sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Sehubungan dengan itu, khatib bisa membantu mengingatkan mereka dengan menyampaikan khutbah Jumat tiga hal penting di bulan Rajab. Berikut teks khutbah Jumat bulan Rajab 2026 terbaru singkat dan padat.

Teks Khutbah Bulan Rajab: Tiga Hal Penting di Bulan Rajab

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat. foto/antara.istimewa

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan bulan yang penuh keberkahan, yaitu bulan Rajab. Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan yang disebutkan sebagai bulan-bulan haram dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, amalan dalam bulan ini sangat dianjurkan.

Seperti yang dijelaskan dalam Surah At-Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, sebagaimana yang telah tertulis dalam kitab Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang haram.”

Salah satunya adalah bulan Rajab, yaitu periode yang memiliki keutamaan dan kemuliaan.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan khutbah Jumat tiga hal penting di bulan Rajab. Khotbahnya termasuk juga peristiwa monumental Isra dan Miraj yang terjadi pada bulan ini.

Pertama: Bulan Rajab sebagai Waktu yang Tepat untuk Bercocok Tanam Amal Saleh

Bulan Rajab adalah bulan yang penuh rahmat, kemudahan, dan kebaikan. Oleh karena itu, bulan ini merupakan waktu yang tepat untuk bercocok tanam amal saleh. Seperti yang diajarkan oleh para ulama bahwa bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya'ban untuk menyiram, dan bulan Ramadhan untuk memanen hasilnya.

Artinya, segala amal kebaikan yang kita lakukan di bulan Rajab akan menjadi bekal bagi kita di bulan Ramadhan. Dengan begitu, kita dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Dalam hal ini, amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Rajab antara lain adalah memperbanyak puasa sunnah, memperbanyak zikir, serta memperbaiki ibadah kita agar lebih khusyuk.

Puasa sunnah di bulan Rajab meskipun tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Seperti tuturan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Rasulullah SAW berpuasa di bulan Rajab hingga kami menduga beliau tidak akan berbuka, dan berbuka hingga kami menduga beliau tidak akan berpuasa,” (Sahih Muslim, 2/811).

Meskipun tidak ada puasa khusus di bulan Rajab, tetapi anjuran puasa di bulan ini dapat menjadi langkah awal bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan.

Kedua: Shalat Lima Waktu, Ibadah Wajib Setelah Isra dan Mi'raj

Bulan Rajab juga mengingatkan kita terhadap peristiwa besar yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra dan Miraj. Pada tanggal 27 Rajab, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam yang luar biasa dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Kemudian, beliau naik ke langit untuk bertemu Allah SWT.

Peristiwa tersebut sangat penting karena salah satu hasil dari perjalanan Isra Miraj adalah kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِيْٓ أَسْرٰى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya:

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Perjalanan ini menunjukkan betapa pentingnya salat yang diwajibkan lima waktu sehari semalam. Perintah salat ini langsung diberikan oleh Allah SWT setelah Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Allah di Sidratul Muntaha.

Salat menjadi tiang agama dan alat komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Oleh karena itu, sudah selayaknya umat Islam menjaga salat lima waktu dengan sebaik-baiknya.

Ketiga: Bulan Rajab adalah Waktu untuk Bertobat

Bulan Rajab juga merupakan bulan yang sangat baik untuk bertobat kepada Allah SWT. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathaiful Ma'arif:

"Putihkanlah lembaran hitammu di bulan Rajab dengan amal baik yang menyelamatkanmu dari api yang melalap."

Bulan Rajab adalah waktu yang penuh berkah lantaran Allah SWT membuka pintu-pintu ampunan-Nya bagi hamba-Nya yang ingin bertobat.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab al-Ghuniyah menjelaskan tiga syarat agar tobat kita diterima Allah SWT. Pertama, menyesali setiap kesalahan yang telah kita perbuat. Kedua, meninggalkan segala bentuk dosa dan maksiat. Ketiga, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Jika kita menjalankan ketiga syarat ini, niscaya Allah SWT akan menerima tobat kita dan mengampuni dosa-dosa kita.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Di bulan Rajab yang penuh berkah ini, mari kita perbanyak amal ibadah, baik itu melalui puasa sunnah, salat yang tepat waktu, serta bertobat dengan sungguh-sungguh. Bulan Rajab adalah waktu yang tepat untuk menyucikan diri dan menyiapkan hati dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melaksanakan ibadah dengan baik dan diterima oleh Allah SWT.

Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Di akhir khutbah ini, marilah kita mengingat kembali tiga hal yang penting di bulan Rajab. Pertama, Rajab sebagai bulan untuk bercocok tanam amal saleh. Kedua, pentingnya menjaga salat lima waktu setelah peristiwa Isra dan Miraj. Ketiga, kesempatan besar untuk bertobat.

Semoga kita dapat memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Marilah kita berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga amalan kita diterima, dosa-dosa kita diampuni, dan kita selalu diberi hidayah-Nya.

Amin ya Rabbal 'alamin.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا

اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

Ya Allah, Ya Rabb, hanya dalam kuasa-Mu segala apa yang terjadi pada hamba-Mu ini. Tiada daya dan upaya selain keagungan-Mu. Ya Allah, jadikanlah segala nikmat dan titipan-Mu menjadikan hamba-Mu semakin pandai bersyukur.

Berikanlah kekuatan iman dan Islam kepada kami, ya Allah. Tuntunlah setiap langkah kami dijalan-Mu, ya Allah. Curahkanlah segala rahmat dan karunia-Mu kepada keluarga dan anak-anak kami, ya Allah

Ya Allah, ya Rabb, di hari yang engkau ciptakan ini, ajarkanlah kami agar senantiasa menempatkan-Mu di tempat yang paling agung. Pada dasarnya, kami sadar bahwa dunia ini lebih sering kami pentingkan daripada Engkau ya Allah.

Ya Allah, wahai yang Maha Menatap, wahai yang Mahaagung dan Mahaperkasa, Engkaulah yang Maha Tahu, ampunilah kebusukan diri-diri kami selama ini, ampuni kelamnya masa lalu kami, tutupi buruknya aib-aib kami, ampunilah kami ya Allah. Bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran yang kelam serta masa lalu kami.

Ya Allah, ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami, ya Allah. Ampuni jika selama ini kami telah zalim kepada mereka dan jadikan sisa umur kami menjadi anak yang tahu balas budi, ya Allah.

Ya Allah, lindungi kami dari mati suul khotimah, lindungi kami dari siksa kubur-Mu ya Allah.

Ya Allah, satukanlah hati kami dalam ketaatan dan istikamah dalam menjalankan kewajiban-Mu ya Allah.

Jadikanlah kami orang-orang yang istikamah dijalan-Mu, ya Allah. Anugerahkanlah segala kemuliaan-Mu kepada hamba-Mu ini, ya Allah.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ

عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر

Pastikan juga untuk melihat contoh khotbah dan mengikuti berbagai informasi terbaru tentang bulan Rajab di sini.

Kumpulan Informasi Bulan Rajab Terbaru

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Edusains
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada