Menuju konten utama

Amalan Malam Isra' Mi'raj: Zikir, Sedekah hingga Doa di Bulan Rajab

Amalan malam Isra' Mi'raj, doa malam Isra' Mi'raj, puasa Isra' Mi'raj, dan keutamaan Isra' Mi'raj.

Amalan Malam Isra' Mi'raj: Zikir, Sedekah hingga Doa di Bulan Rajab
Ilustras Dzikir. foto/IStockphoto

tirto.id - Salah satu peristiwa penting yang terjadi di tahun kesepuluh kenabian adalah peristiwa Isra' dan Mi'raj.

Peristiwa ini memiliki dampak besar dalam dakwah Nabi Muhammad SAW dan awal turunnya perintah kewajiban salat lima waktu kepada umat Islam.

Peristiwa Isra' dan Mi'raj ini terjadi pada 27 Rajab 621 M. Momentum ini diperingati sebagai libur nasional di Indonesia. Tahun ini, Isra' dan Mi'raj jatuh pada Kamis, 11 Maret 2021.

Isra artinya adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Ka'bah, Makkah ke Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa di Palestina).

Setelah itu, beliau diperjalankan dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha (Mikraj) hanya dalam waktu satu malam, sebagaimana dilansir dari NU Online.

Kejadian Isra' dan Mi'raj ini diabadikan dalam Alquran surah Al-Isra. Di ayat pertama surah tersebut, Allah SWT berfirman:

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Kami. Sungguh Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," (Al-Isra [17]: 1).

Peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan penghiburan atas Nabi Muhammad SAW usai meninggalnya dua orang yang paling beliau sayangi (pamannya, Abu Thalib dan istrinya, Khadijah binti Khuwailid).

Selain penghiburan, Isra' dan Mi'raj juga menjadi cobaan karena banyak kaum kafir Quraisy mencela dan mengejek-ejek cerita beliau yang dianggap tidak masuk akal.

Bahkan, dari kisah Isra' dan Mi'raj, Abu Jahal menuduh Nabi Muhammad SAW sebagai tukang sihir.

Namun, bagi orang beriman, peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW, ketika beliau memperoleh kemuliaan naik ke Sidratul Muntaha, bertemu dengan nabi-nabi terhahulu, serta langsung menerima perintah salat dari Allah SWT.

Amalan Malam Isra' Mi'raj

Untuk meraih kemuliaan di momentum peristiwa Isra' dan Mi'raj ini, terdapat zikir dan amalan yang dapat dilakukan seorang muslim sebagai berikut:

1. Zikir Isra' dan Mi'raj

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari, Rasulullah SAW menceritakan peristiwa pertemuannya dengan Nabi Ibrahim pada saat Mi'raj.

Di langit ketujuh, Nabi Ibrahim mengajarkan zikir ini kepada Nabi Muhammad yang lafalnya dibaca sebagai berikut:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Bacaan latinnya: "La haula walaa quwwata illa billah"

Artinya: "Tidak ada daya [dalam menjauhi maksiat] dan tidak ada upaya [menjalankan ketaatan] melainkan dengan pertolongan Allah"

Nabi Ibrahim berkata kepada Rasulullah: "Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak [bacaan zikir itu] yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas,” (H.R. Ahmad).

Zikir ini sebenarnya tidak khusus dibaca pada malam Isra' dan Mi'raj saja, melainkan di banyak keadaan karena memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

2. Melakukan Sedekah

Amalan sedekah ini tergolong dalam amalan-amalan saleh yang dianjurkan dilakukan pada Rajab, salah satunya di momentum Isra' dan Mi'raj. Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

"Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara muslim di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan"

3. Doa Malam dan Siang Isra' dan Mi'raj

Di malam dan siang Isra' dan Mikra', seorang muslim dianjurkan membaca doa sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ طَهِّرْ لِسَانِيْ مِنَ اْلكَذِبِ وَقَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَعَمَلِيْ مِنَ الرِّيَاءِ وَبَصَرِيْ مِنَ اْلخِيَانَةِ فَأِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ اْلاَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ

Bacaan latinnya: "Allohumma thohhir lisaanii minal kadzibi wa qolbii minan nifaaqi wa ‘amalii minar riyaa-i wa bashorii minal khiyaanati fa innaka ta’lamu khoo-inatal a’yuni wa maa tukhfish shuduuru."

Artinya: Ya Allah, sucikanlah lisanku dari dusta, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, sucikanlah amalku dari riya, sucikanlah penglihatanku dari khianat, sesunguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati.

Baca juga artikel terkait ISRA MIRAJ atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Dhita Koesno