Menuju konten utama

Keterisian RS Meningkat, Kemenkes: Waspada Lonjakan Kasus Covid

Pada 1 Januari hingga 3 Mei 2023, total pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 22.666 orang.

Keterisian RS Meningkat, Kemenkes: Waspada Lonjakan Kasus Covid
Petugas medis mempersiapkan alat uji rapid test Covid-19 di Pasar Palmeriam, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan COVID-19. Juru Bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril mengatakan imbauan itu dikeluarkan merespons peningkatan kasus harian COVID-19 di Indonesia.

Kemenkes melaporkan per Rabu (3/5/2023), sebanyak 2.647 kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia dengan 25 kasus kematian. Peningkatan kasus ini diiringi oleh peningkatan perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit.

Kemenkes mencatat pada 1 Januari hingga 3 Mei 2023, total pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 22.666 orang. Sementara pasien yang masih dirawat hingga Rabu (3/5/2023), berjumlah 2.696 orang, terdiri dari 2.556 pasien isolasi dan 140 pasien intensif.

“Dan selama periode tersebut sebanyak 1.423 pasien COVID-19 meninggal di rumah sakit, hampir separuhnya belum divaksinasi” kata Syahril melalui keterangan tertulis, Kamis (4/5/2023).

Syahril merinci dari total 22.666 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, sebanyak 34,5 persen atau 7.813 pasien belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan didominasi oleh lansia.

Data yang bersumber dari RS Online juga menunjukkan hingga 3 Mei 2023 Pukul 14.00 WIB, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit sebesar 8,1 persen secara nasional, baik tempat tidur isolasi maupun intensif, dari total 42.293 tempat tidur tersedia.

Sebanyak lima rumah sakit mengalami peningkatan keterisian lebih dari 50 persen pada 3 Mei 2023, yaitu RSUP Dr M Djamil; RS Dr Tadjuddin Chalid MPH; RSP Dr Ario Wirawan; RSUP Prof Dr RD Kandou; dan RSUP Dr Kariadi.

“Masyarakat jangan lengah. Perketat kembali protokol kesehatan terutama memakai masker dan segera lakukan booster,” ujar Syahril.

Kendati belum terjadi lonjakan kasus, peningkatan kasus yang terus terjadi dan diiringi oleh peningkatan BOR, perlu ditangapi dengan serius oleh semua pihak.

Syahril menyatakan upaya itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penularan COVID-19 dan mencegah terjadinya lonjakan kasus seperti yang terjadi pada Juli-Agustus 2021 akibat varian Delta.

“Namun risiko itu bisa dicegah jika masyarakat patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tutup Syahril.

Baca juga artikel terkait KASUS COVID-19 DI INDONESIA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Gilang Ramadhan