Ketahui Manfaat Relationship untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 16 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Hubungan pasangan yang sehat memicu berbagai hal positif yang dirasakan oleh fisik dan mental.
tirto.id - Memiliki hubungan asmara ternyata memunculkan sisi positif bagi kesehatan fisik dan mental. Relationship termasuk pacaran bukan hanya sekadar saling mengenal antara sepasang kekasih. Lebih dari itu, pacaran ternyata mampu menimbulkan kebahagiaan dan menjadi penyebab usia lebih panjang.

Namun, manfaat pacaran bukan hanya akan dinikmati oleh pasangan yang belum menikah. Bagi mereka yang memutuskan pacaran setelah menikah, seperti karena alasan mengikuti perintah agama, juga bisa mendapatkan keuntungannya. Hubungan yang sehat dapat mengoptimalkan manfaat-manfaat tersebut.

Menurut laman How to Adult, hubungan asmara akan melatih pasangan untuk saling menghormati dan mengefektifkan komunikasi. Di dalamnya termasuk mempererat persahabatan dan ikatan keluarga.

Dengan memiliki relasi bersama pasangan, terjadi proses menyeimbangkan ketegasan dengan kompromi, menyesuaikan hubungan dengan kehidupan Anda dan pasangan saat ini, serta bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan kedua pasangan.

Sementara itu, menurut laman Insider, pacaran dapat memiliki beragam keuntungan bagi pasangan, di antaranya:

1. Membuat pasangan lebih bahagia

Pasangan yang memiliki hubungan sehat dan saling mendukung, akan mendorong terciptanya kebahagiaan lebih besar. Jatuh cinta meningkatkan hormon oksitosin yang memengaruhi rasa nyaman dan makin terikat. Inilah yang membuat orang jatuh cinta tidak mau lepas dari sosok yang disayanginya.

2. Membantu hidup lebih lama

Beberapa studi menemukan kaitan antara hubungan asmara dengan usia. Pasangan yang memiliki hubungan sehat cenderung memiliki usia hidup yang lebih lama. Kemungkinan hal itu dipicu dari sisi kemitraan pasangan untuk saling mendukung selama bertahun-tahun.

3. Membantu untuk menua lebih menyenangkan

Saat usia perlahan menjadi tua, paling menyenangkan ketika didampingi oleh pasangan. Studi dari University of Missouri Department of Human Development and Family Studies menemukan, orang-orang yang hidup dengan pernikahan yang bahagia cenderung memiliki tingkat kesehatan tinggi.

Lebih dari itu, tingkat kesehatan juga tetap tinggi ketika pasangan bahagia berada di usia tua mereka. Kebahagian yang sama tidak diperoleh dari mereka yang melajang atau dalam hubungan yang tidak bahagia.

4. Menurunkan tingkat stres

Seringkali cerita sinetron menampilkan kehidupan setelah pernikahan itu sumber utama stres. Namun, tidak demikian dengan sebuah hasil penelitian dari Universitas Chicago.

Studi tersebut menemukan bahwa orang yang telah menikah atau memiliki hubungan komitmen yang sehat, memiliki kadar hormon kortisol lebih rendah. Hormon ini yang memicu pikiran mengalami stres. Semakin tinggi kadarnya, maka seseorang menjadi lebih stres.

5. Membantu menyehatkan pikiran

Hasil penelitian dari California Health Interview Surveyfound 2009 menemukan, orang yang memiliki pasangan lebih rendah untuk mengalami penyakit mental. Kesehatan mental ini didapat dengan adanya dukungan dari pasangan yang penuh kasih sayang.

6. Menurunkan rasa sakit

Orang yang sedang sangat jatuh cinta, dapat memunculkan semacam "obat alami" dari tubuhnya dalam menurunkan rasa nyeri di tubuh. Pemicunya yaitu naiknya kadar hormon dopamin yang membantu seseorang untuk tidak terlalu merasakan sakit pada dirinya. Sehingga, dukungan seseorang pada pasangannya yang sedang sakit sangat diperlukan.

7. Mendorong untuk selalu berperilaku sehat

Laman WebMD menulis, pasangan dengan hubungan sehat lebih mendorong di antara mereka untuk berolahraga, makan sehat, dan menindaklanjuti apabila menemui masalah kesehatan. Sehingga, kebanyakan pasangan yang bahagia memiliki tubuh lebih sehat.


Baca juga artikel terkait PACARAN atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight