Mengenal Pillow Talk, Obrolan Jelang Tidur & Manfaatnya Bagi Relasi

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 4 Sep 2020 11:35 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pillow talk juga diyakini semakin membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih harmonis lagi.
tirto.id - Pillow talk adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk lebih mendekatkan Anda dan pasangan secara emosional.

Jika Anda merasa hubungan Anda dengan pasangan akhir-akhir ini hambar, lebih banyak pertengkaran atau hubungan seksual Anda dengan pasangan kurang menarik, mungkin Anda perlu mencoba melakukan pillow talk dengan pasangan.

Pillow talk juga diyakini semakin membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih harmonis lagi.

"Pillow talk pada akhirnya membuat kedua pasangan merasa lebih dekat, yang meningkatkan cinta satu sama lain serta cinta diri," kata jelas Alisa Ruby Bash, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi.

Apa itu pillow talk?


"Pillow talk adalah percakapan yang intim, otentik, dan tidak dijaga yang terjadi antara dua kekasih," jelas Bash, dilansir dari healthline.

Bash juga mengatakan bahwa jenis koneksi dan komunikasi yang aman, penuh kasih, dan tulus ini biasanya terjadi di tempat tidur atau saat berpelukan.

Ini juga dapat terjadi sebelum atau setelah berhubungan seks dengan pasangan, meskipun seks tidak harus selalu menjadi bagian dari pillow talk.

Allen Wagner, LMFT, konsultan pernikahan dan terapis keluarga di Los Angeles, mengatakan pillow talk ini sering kali tidak melibatkan kontak mata, yang memungkinkan Anda berbicara lebih tidak sadar, tidak menyadari isyarat nonverbal pasangan Anda.

Menurutnya salah satu alasan pillow talk berhasil, adalah karena memungkinkan percakapan yang lebih mendalam tanpa sensor diri.

Bagi sebagian orang, jenis percakapan ini mungkin terjadi secara alami, tetapi bagi orang lain, mungkin lebih sulit untuk terbuka.

Manfaat pillow talk


Karena sebagian besar pillow talk terjadi saat Anda berbaring, santai, dan berpelukan, Bash mengatakan adalah hal biasa untuk mengalami peningkatan oksitosin, hormon cinta pengikat.

Hormon ini secara alami membantu dua orang merasa dekat dan terhubung dan membantu menumbuhkan perasaan jatuh cinta.

Pada akhirnya, kata Bash, pillow talk diyakini dapat membantu menstabilkan hubungan.

“Ini bisa menjadi jembatan antara seks kasual dan jatuh cinta, karena hubungan emosional kita pada akhirnya yang membuat pasangan tetap bersama dan merasa jatuh cinta satu sama lain,” kata Bash.

Tapi bukan hanya pillow talk sebelum berhubungan seks yang meningkatkan hubungan, apa yang Anda lakukan dan katakan setelah itu juga penting.

Sebuah studi pada 2014 yang dipublikasikan di pubmed menunjukkan bahwa meringkuk, berbicara, dan membelai semuanya berkontribusi pada seks yang lebih baik dan peringkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi.

Contoh pillow talk


Jika Anda masih ragu atau tak yakin apa itu pillow talk, berikut beberapa contoh pillow talk yang bisa Anda lakukan dengan pasangan.

- berbicara tentang apa yang Anda sukai satu sama lain
- berbagi mimpi untuk masa depan, perjalanan dan petualangan, dan hal-hal yang ingin Anda coba sebagai pasangan
- mengingat momen spesial, seperti saat pertama kali jatuh cinta
- berbicara tentang ketakutan yang perlu dihibur
- saling mengingatkan cinta Anda
- berbagi atribut dan sikap positif yang dapat membantu pasangan Anda merasa lebih aman dan lebih percaya diri
- menyadari pentingnya hal-hal dari masa lalu Anda

Wagner mengatakan bahwa beberapa pasangan terkadang perlu merencanakan untuk melakukan pillow talk.

“Sebagai konselor pasangan, saya sering menyarankan percakapan terencana selama 10 menit, di mana Anda tidak dapat membicarakan masalah dengan hubungan Anda, pekerjaan Anda, teman Anda (atau hubungan mereka), anak-anak, anggota keluarga lainnya, politik, media sosial,” jelas Wagner.


Baca juga artikel terkait PILLOW TALK atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH

DarkLight