Menuju konten utama

Kenapa Krakatau Osaka Steel Tutup Sampai PHK Ratusan Karyawan?

PT Krakatau Osaka Steel tutup setelah tidak mempu lagi bersaing dengan produk serupa dari Cina yang membanjiri pasar domestik.

Kenapa Krakatau Osaka Steel Tutup Sampai PHK Ratusan Karyawan?
Seorang pekerja memeriksa baja setelah diturunkan di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (5/4/2018). tirto.id/Andrey Gromico
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Krakatau Osaka Steel (KOS) tutup operasional per akhir April 2026t. Ratusan karyawan PT KOS kini mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Mengapa hal itu dapat terjadi?

Keputusan untuk menghentikan produksi tersebut sebelumnya dinyatakan Dewan Direksi PT KOS melalui rapat pada 23 Januari 2026, seturut keterangan pihak perusahaan. Keputusan diambil setelah perusahaan terus mengalami kerugian dan gagal mendapatkan keuntungan yang cukup sejak 2022.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut bahwa keputusan itu berdampak pada lebih dari 150 buruh PT KOS yang harus terkena PHK. Said merinci jumlah buruh yang di-PHK mendekati 200 orang.

“Awalnya ada 161 orang yang di-PHK, tapi sudah bertambah, sudah mendekati angka 200 orang,” kata Said pada Kamis (7/5).

Said juga menuturkan, kini perundingan terkait nasib para pekerja yang di-PHK itu masih berlangsung. Manajemen PT KOS disebut telah bersedia memberikan pesangon sebesar dua kali lipat dari ketentuan dalam peraturan perundang-undangan.

“Sedang dalam proses perundingan. Memang manajemen akan memberikan sekitar dua kali aturan untuk memberikan pesangon,” katanya.

Juru bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan pihaknya prihatin atas kondisi PT KOS. Ia menyayangkan keputusan PT KOS untuk menghentikan produksi pada akhir April dan menutup seluruh kegiatan usaha pada Juni mendatang.

“Pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, kami mengimbau perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak,” kata Febri, dikutip dari Antara.

Krakatau Osaka Steel atau PT KOS merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) dan perusahaan Jepang Osaka Steel Co., Ltd. Perusahaan yang berbasis di Cilegon ini bergerak di bidang produksi baja profil dan baja tulangan.

Lantas, apa alasan PT Krakatau Osaka Steel bangkrut sehingga melakukan PHK massal dan penghentian kegiatan usaha?

Alasan Krakatau Osaka Steel Bangkrut

Juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan alasan PT KOS bangkrut adalah kerugian yang terus terjadi pada perusahaan patungan tersebut. Febri menyebut bahwa perusahaan itu gagal bertahan di tengah ekspansi impor baja yang masif di pasar domestik.

Febri menjelaskan, baja yang diproduksi PT KOS gagal bersaing di pasar karena kalah dalam perang harga dengan produk impor dari Cina. Situasi in membuat permintaan baja dalam pasar domestik didominasi oleh produk Cina, ketimbang produk PT KOS.

Di tengah situasi tersebut, Febri menjelaskan bahwa PT KOS gagal mengembangkan langkah untuk mempertahankan posisi di pasar. Hal ini kemudian berujung pada kerugian dan pada akhirnya kebangkrutan.

“Selain keterbatasan diversifikasi produk, penurunan permintaan dan tekanan impor baja murah, kondisi kelebihan pasokan di tingkat global juga turut memengaruhi daya saing perusahaan,” katanya.

Hal itu sebelumnya juga telah diungkap Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Akbar Djohan pada 2 Februari lalu. Kala itu, Akbar mengungkapkan alasan kebangkrutan PT KOS dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI.

Dalam penjelasan Akbar, produk utama PT KOS yakni baja long product telah kalah bersaing di tengah ekspansi impor produk serupa dari Cina. Produsen baja dari Cina disebut Akbar telah membanjiri pasar Indonesia dengan produk yang lebih murah.

Akbar menggambarkan situasi ini sebagai ironi. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan pasar domestik akan produk baja sebenarnya tengah meningkat pesat.

Akbar menjelaskan, peningkatan kebutuhan domestik menjadi dampak dari proyek-proyek strategis nasional. Ia menyebut banyak proyek strategis seperti 3 juta rumah, MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih memerlukan pasokan baja dalam jumlah besar.

Akan tetapi, permintaan itu tak lantas membuat PT KOS untung. Alih-alih bisa mengambil keuntungan dari permintaan yang meningkat, produk PT KOS justru kalah bersaing dengan produk buatan Cina yang lebih murah dan telah membanjiri pasar domestik.

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal menyebut bahwa alasan lain mengapa PT KOS bangkrut adalah melambatnya pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan tol. Dua proyek itu merupakan konsumen utama produk baja PT KOS selama ini.

“Karena dia [IKN & tol] sudah melambat dan cenderung berhenti, maka permintaan bajanya menurun. Sehingga mau tidak mau terjadi rasionalisasi, bahkan mungkin ditutup,” katanya dalam keterangan pada Kamis.

Baca juga artikel terkait KRAKATAU STEEL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar