tirto.id - Andhika Sudarman ramai dikaitkan dengan dugaan kekerasan seksual dalam program SejutaCita Future Leaders (SFL) yang ia inisiasi. Bagaimana duduk perkara kasus yang menyeret penerima beasiswa LPDP itu?
Kasus yang menyeret nama Andhika Sudarman itu diduga terjadi selama program SFL. Berdasarkan pengakuan para peserta yang diunggah di media sosial, ada dugaan terjadi pelecehan seksual dalam pelaksanaannya.
Selain dugaan pelecehan seksual, pengakuan para peserta juga menceritakan perihal pengalaman buruk terkait jalannya program pengembangan kapasitas diri itu. Hal itu termasuk akomodasi hingga konsep acara yang dianggap tidak relevan.
"Kami bayar puluhan juta hanya untuk mendapatkan experience mengecewakan," tulis pemilik akun Instagram @matchagreen1001, diduga merupakan salah satu peserta yang kecewa dengan program bikinan Andhika Sudarman itu.
Dugaan Pelecehan Seksual oleh Andhika Sudarman Diungkap lewat Instagram
Akun @matchagreen1001 merupakan salah satu akun media sosial yang mengungkap dugaan kasus pelecehan seksual dalam SFL bikinan Andhika Sudarman. Akun ini juga jadi akun yang membagikan kronologi kasus Andhika Sudarman itu di Instagram.
Dalam unggahan Instagram pada 25 Februari 2026, akun @matchagreen1001 membagikan pengakuan sejumlah peserta SFL terkait pengalaman buruk mereka mengikuti program tersebut. Kronologinya menceritakan pengalaman sejumlah peserta dalam acara student trip SLF ke Beijing dan Shanghai, Cina.
Para peserta mengaku mengeluhkan banyak aspek dari penyelenggaraan student trip itu, termasuk kualitas akomodasi, jadwal yang terlalu padat, hingga konsep acara yang dianggap tak semuanya relevan.
Sementara itu, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Andhika Sudarman disebut terjadi dalam sebuah sesi mentoring. Acara ini memiliki agenda mentoring para peserta bersama di bawah asuhan Andhika secara langsung.
Sesi mentoring dibagi dalam dua kategori oleh panitia, yakni mentoring untuk siswa SMA dan mentoring untuk mahasiswa. Para peserta berekspektasi akan mendapatkan sesi berbagi dan penjelasan terkait dunia akademik dari Andhika selaku alumnus Harvard dan penerima beasiswa LPDP.
Akan tetapi, Andhika disebut justru mengarahkan pembicaraan dalam sesi itu ke hal-hal yang tidak relevan. Hal ini termasuk soal relasi romantis para peserta siswa SMA.
Selain itu, Andhika juga beberapa kali melakukan komentar terhadap fisik peserta, meskipun itu tak relevan dengan tujuan mentoring. Andhika juga disebut melakukan tindakan yang membuat para peserta tak nyaman, seperti menepuk paha peserta perempuan yang masih SMA.
Andhika turut menceritakan dan mempromosikan perselingkuhan ke peserta yang masih SMA. Ia banyak pula berbicara memakai kalimat bernuansa seksual.
Tak hanya pada sesi mentoring kepada siswa SMA, cerita-cerita bergaya seksual yang tak relevan juga kembali disampaikan Andhika dalam sesi untuk mahasiswa.
Pada sesi mentoring pendidikan ini, Andhika juga menceritakan pengalaman romantisnya di masa lalu. Ia menggunakan kalimat tak pantas dan merendahkan gender seseorang.
"Selama mentoring AS banyak menceritakan soal kehidupan teman-temannya. Membahas hal-hal yang tidak relevan sama sekali. Kami tentunya merasa syok dan bingung," tulis akun @matchagreen1001.
Klarifikasi Andhika Sudarman
Dugaan pelecehan seksual Andhika Sudarman dan pengalaman buruk peserta SFL membuat alumnus Universitas Indonesia (UI) itu buka suara pada Senin (2/3/2026). Andhika memberikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun media sosialnya.
Dalam klarifikasinya, Andhika membantah telah melakukan pelecehan seksual kepada peserta SFL. Ia menyebut tak memiliki niat ataupun telah melakukan pelecehan.
"Secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur," tulisnya.
Menurut Andhika, tuduhan tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman. Andhika berujar bahwa permasalahan ini hanya karena gaya komunikasinya yang tak tepat.
"Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang," katanya.
Ia kemudian mengungkapkan, dirinya terbuka bagi pihak lain yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi terkait hal ini.
"Saya juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar," tulisnya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































