Menuju konten utama

Kemitraan Nestle dan Peternak Sapi Jatim Pacu Produksi Susu RI

Kolaborasi Nestlé, Pemprov Jatim, dan peternak sapi perah rakyat memperkuat produksi susu nasional melalui kemitraan berkelanjutan yang berbasis koperasi.

Kemitraan Nestle dan Peternak Sapi Jatim Pacu Produksi Susu RI
Lima Puluh Tahun Kemitraan Nestlé Indonesia dengan Peternak Sapi Perah Rakyat di Jawa Timur, Jakarta pada Senin (15/12/2025). FOTO/Merlina Aryanti
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kemitraan antara Nestlé Indonesia dan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur yang telah berjalan selama 50 tahun dinilai menjadi fondasi kuat untuk pengembangan industri susu nasional. Kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, koperasi, dan peternak ini berhasil membangun ekosistem peternakan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Sustainable Agri Advisor Nestlé Indonesia, Syahrudi, mengatakan kemitraan tersebut dimulai pada 1975 dari satu kecamatan dengan produksi hanya 160 liter susu per hari. Seiring waktu, kemitraan berkembang hingga menjangkau 14 kabupaten dengan volume produksi mencapai sekitar 130 ribu liter per hari.

“Perjalanan ini adalah bukti komitmen Nestlé untuk memberikan manfaat nyata bagi komunitas. Kami tumbuh bersama peternak, koperasi, pemerintah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Syahrudi saat sesi talkshow dalam kegiatan Lima Puluh Tahun Kemitraan Nestlé Indonesia dengan Peternak Sapi Perah Rakyat di Jawa Timur, Jakarta pada Senin (15/12/2025).

Ia menambahkan, Jawa Timur kini menjadi provinsi penghasil susu terbesar nasional, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepercayaan dan kerja sama jangka panjang yang terbangun di lapangan.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, menyampaikan apresiasi terhadap peran Nestlé Indonesia dalam mendongkrak industri susu segar daerah. Ia menyebut pendampingan berkelanjutan yang dilakukan perusahaan bersama pemerintah menjadi faktor penting keberhasilan pengembangan sapi perah di Jawa Timur.

“Populasi sapi perah nasional sekitar 500 ribu ekor, dan hampir 60 persennya berada di Jawa Timur. Ini menunjukkan peran strategis Jawa Timur dalam pemenuhan kebutuhan susu nasional,” kata Indyah.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut ditopang budaya gotong royong, sistem pendukung yang kuat, serta keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan hewan, akademisi, hingga media.

Dari sisi peternak, perwakilan peternak sapi perah Jawa Timur, Suloso, menilai koperasi memegang peranan krusial dalam menghimpun dan membina peternak. Saat ini, sekitar 13 ribu peternak tergabung dalam 28 koperasi yang menjadi penghubung antara peternak, industri, dan pemerintah.

“Peternak tidak bisa berjalan sendiri. Melalui koperasi, kami mendapatkan pendampingan ilmu, jaminan pasar, dan kepercayaan untuk meningkatkan produksi dan kualitas,” ujar Suloso.

Selain penguatan produksi, kemitraan ini juga diarahkan pada regenerasi peternak dan pemanfaatan teknologi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Nestlé mendorong keterlibatan generasi muda melalui pelatihan, digitalisasi, dan pengembangan agribisnis sapi perah.

Ke depan, Syahrudi menegaskan Nestlé Indonesia berkomitmen melanjutkan kemitraan dengan pendekatan pertanian berkelanjutan dan regeneratif. Menurutnya, tantangan global seperti isu lingkungan dan perubahan iklim justru menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus menjaga ekosistem.

“Ini bukan sekadar bisnis, tetapi investasi jangka panjang berbasis kepercayaan. Lima puluh tahun ini menjadi pijakan untuk melangkah ke fase berikutnya,” tutup Syahrudi.

Baca juga artikel terkait NESTLE atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dina T Wijaya