tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp2,3 triliun untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada daerah-daerah terdampak bencana. Tidak hanya untuk para korban banjir bandang dan longsor di Sumatra, bansos ‘adaptif’ ini akan disalurkan pula kepada masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah lainnya.
Dalam penyaluran bansos ini, Kementerian Sosial (Kemensos) telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana untuk mengetahui data para korban yang nantinya akan terdaftar sebagai penerima manfaat.
“Jadi kita sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian) sebagai ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk menyiapkan bansos bencana. Bansos adaptif untuk kebencanaan. Tidak hanya untuk di Sumatera tapi juga tentu di seluruh Indonesia yang memang memerlukan bansos adaptif,” tutur Gus Ipul, usai konferensi pers Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Fitri 2026, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, untuk memastikan bansos disalurkan dengan tepat sasaran, Kemensos dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana kini sedang melakukan konsolidasi data penerima manfaat. Dari data tersebut, pemerintah akan memutuskan berapa jumlah keluarga yang akan menerima bantuan isian rumah dengan nilai Rp3 juta per keluarga.
“Kemudian kedua ada bantuan untuk pemulihan ekonomi, dalam rangka pemberdayaan sosial Rp5 juta per keluarga. Dan ada bantuan jadup, jaminan jadup, jaminan hidup untuk membeli lauk-pauk Rp15.000 per orang per hari. Per orang per hari kali tiga bulan. Berarti satu bulannya per orang Rp450.000. Itu kali tiga bulan. Itu yang kami lakukan,” jelas Gus Ipul.
Setelah konsolidasi dilakukan, data penerima manfaat bansos adaptif akan ditetapkan oleh Bupati, walikota, atau gubernur dan ditandatangani oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dalam hal ini adalah Kapolres, Kajari dan Dandim (Komandan Distrik Militer).
“Setelah datanya clear, kita akan salurkan. Nilainya sekitar Rp2,3 triliun untuk tiga2nya tadi ya, jadup dsb. Nah, ini juga disalurkan kepada keluarga-keluarga terdampak di daerah lain. Kira-kira gitu,” tukas Gus Ipul.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































