Menuju konten utama

Kemensos Kirim Bantuan Logistik ke Korban Gempa Pulau Palue

Kemensos mengirim bantuan logistik melalui jalur laut untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak gempa di Pulau Palue, Sikka, NTT.

Kemensos Kirim Bantuan Logistik ke Korban Gempa Pulau Palue
Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan mengirim bantuan logistik ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, melalui jalur laut. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal feri untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan bantuan logistik tersebut telah didistribusikan ke Pulau Palue pada Senin (17/8/2026).
“Hari ini kami sudah distribusikan bantuan logistik dengan menggunakan kapal feri ke Pulau Palue,” kata Gus Ipul merujuk keterangan resmi pada Selasa (18/8/2026).
Bantuan yang dikirim terdiri atas beras 5 kilogram sebanyak 1.000 karung, 105 dus mi instan, telur sebanyak 100 paket dengan masing-masing paket berisi 20 butir, serta minyak goreng 1 liter sebanyak 1.000 bungkus.
Selain itu, Kemensos menyalurkan kecap manis dan saus masing-masing sebanyak 1.000 botol untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat terdampak.
Gus Ipul mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas pemerintah selama masa tanggap darurat. Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI-Polri, serta pihak terkait lainnya dalam menangani dampak gempa.
“Saat ini, memastikan ketersediaan makanan bagi para warga yang terdampak menjadi salah satu hal yang penting dan utama,” ujar Gus Ipul.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga menyediakan bahan makanan untuk mendukung dapur mandiri di sejumlah lokasi pengungsian di Pulau Palue.
Dapur mandiri tersebut berada di sejumlah titik, termasuk rumah keluarga maupun tenda yang didirikan di depan rumah warga. Berbeda dengan dapur umum yang dikelola petugas, dalam skema ini masyarakat terdampak memasak sendiri dengan bahan makanan yang disediakan Kemensos.
“Ada bantuan dapur mandiri, yakni pemenuhan natura. Namanya dapur mandiri karena masyarakat yang terdampak yang masak, bukan Tagana. Tapi bahannya dari Kemensos,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga kabupaten terdampak gempa, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo.
Dukungan dapur umum tersebut rencananya diperluas ke tiga titik tambahan, yaitu Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende. Dengan demikian, dukungan permakanan Kemensos akan menjangkau enam wilayah terdampak.
Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban meninggal dunia dan korban luka akibat gempa. Sebanyak 54 korban meninggal dunia direncanakan menerima santunan masing-masing Rp15 juta, dengan total anggaran mencapai Rp810 juta.
Sementara itu, santunan juga disiapkan bagi 199 korban luka, masing-masing sebesar Rp5 juta dengan total Rp995 juta. Penyaluran santunan akan dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi terhadap korban selesai.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kemensos dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa terpenuhi, baik melalui bantuan pangan, dukungan permakanan maupun santunan bagi korban selama penanganan bencana berlangsung.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis