Menuju konten utama

Kemenkominfo Terus Pantau Konten Hate Speech terkait Pemilu

Kemkominfo berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pemilik akun yang menyebarkan konten ujaran kebencian, terutama soal pemilu.

Kemenkominfo Terus Pantau Konten Hate Speech terkait Pemilu
Petugas membawa bilik suara menuju gudang logistik pemilu Kecamatan Sumur Bandung, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/1/2024). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memastikan tak akan menoleransi akun-akun di media sosial yang menyebarkan ujaran kebencian terkait pemilu.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pihaknya akan men-take down jika menemukan konten yang berisi memecah belah bangsa di media sosial.

"Kalau konten hate speech pasti kita akan mantau. Yang namanya memecah belah bangsa kita enggak akan tolerir, kita akan tindak tegas," kata Semuel kepada wartawan di Kantor Kemkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024).

Selain itu, Kemkominfo akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pemilik akun yang menyebarkan konten ujaran kebencian.

"Dan tidak hanya sampai di situ kita akan koordinasi dengan kepolisian mengenai hal ini," ucap Semuel.

Ia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia menggunakan ruang digital sebagai ruang untuk membesarkan demokrasi. Menurutnya, seharunya masyarakat Indonesia sudah bijak bermedia sosial karena pemilu sudah lima kali dilakukan.

"Tentunya harus punya pengalaman lah, masyarakatnya juga sudah mulai paham cara kerjanya. Harapannya kita bisa jalankan ini dengan baik," tutur Semuel.

Dia meminta masyarakat agar melakukan cek kembali jika menemukan konten yang beredar di media sosial. Menurutnya, media massa tentu saja memberitakan satu peristiwa yang viral di media sosial terkait pemilu.

"Masyarakat sudah cerdas, mencari informasi cari informasi bisa dipercaya. Karana tadi rumus di ruang digital sekalian saya menyampaikan apa yang kita lihat, kita baca, kita tonton di ruang digital tidak bisa dipercaya sampai sumbernya bisa dipercaya," kata Semuel.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Politik
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Bayu Septianto