Menuju konten utama

Keliru, Indonesia Bakal Diguncang Gempa Dahsyat pada Akhir 2026

BMKG memastikan belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa bumi secara tepat, baik waktu dan lokasinya.

Keliru, Indonesia Bakal Diguncang Gempa Dahsyat pada Akhir 2026
Periksa Fakta Prediksi Gempa Besar Indonesia. foto/hotline periksa fakta tirto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menyebarkan klaim bahwa Indonesia, khususnya wilayah Jawa atau Jakarta, bakal diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,0 atau lebih sebelum tahun 2026 berakhir.

Klaim tersebut disebarluaskan unggahan Facebook dengan akun “Vandygumara Mboge” (arsip). Unggahan tersebut menambahkan narasi, "Frankie McDonald menyebut gempa yang mungkin terjadi dapat mencapai magnitudo 7.0 atau lebih. Ia juga mengimbau masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat dan melakukan simulasi menghadapi gempa. Frankie juga dikenal sebagai pengamat cuaca amatir dan konten kreator asal Sidney. Nova scotia kanada. Namun ia bukan ahli geologi seismologi maupun meteorologi dengan pendidikan formal di bidang tersebut."

Hingga Jumat (11/09/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 42 komentar dan 39 kali dibagikan ulang. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook "Firman Fadilah", "Rizal Sihotang", dan "Ade Abdullah". Semua unggahan tersebut menyebarkan ulang narasi yang bersumber dari video seorang konten kreator asal Kanada, Frankie MacDonald, yang kerap disebut sebagai "pengamat meteorologi amatir."

Dalam video yang diunggah lewat kanal YouTube pribadinya, Frankie MacDonald mengklaim bakal terjadi gempa berkekuatan M 7,0 hingga M 9,1 yang mengguncang wilayah Jawa atau Jakarta sebelum akhir 2026. Video dan narasi ini kemudian viral dan diunggah ulang oleh banyak akun media sosial di Indonesia sehingga menimbulkan keresahan publik.

Lantas, apakah benar ramalan tersebut memiliki dasar ilmiah dan patut dipercaya?

Periksa Fakta Prediksi Gempa Besar Indonesia

Periksa Fakta Prediksi Gempa Besar Indonesia. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Menanggapi keresahan yang timbul akibat klaim tersebut, Tirto menghubungi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wijayanto, untuk meminta klarifikasi.

Wijayanto menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kejadian gempa bumi secara tepat waktu maupun lokasinya, sekalipun Indonesia memang berada di kawasan rawan gempa dengan ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif.

"Wilayah indonesia terletak di daerah yang rawan gempa. Sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun, kapan dan dimana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya,” kata Wijayanto saat dihubungi Tirto pada Jumat (11/9/2026).

Menurut Wijayanto, ramalan tersebut merupakan kebetulan semata. Sebab, di Indonesia gempa bumi memang bisa terjadi hingga dua kali dalam setahun, dengan kekuatan magnitudo di atas 7.0

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.

Informasi resmi mengenai peringatan dini tsunami hanya bersumber dari BMKG, melalui kanal website bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG, dan @infoBMKG,” paparnya.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran dan klarifikasi resmi dari BMKG, klaim yang beredar melalui unggahan Facebook bahwa Indonesia bakal diguncang gempa bumi berkekuatan besar sebelum akhir 2026 adalah klaim yang menyesatkan.

BMKG memang membenarkan bahwa Indonesia berada di kawasan rawan gempa dengan ancaman nyata dari sumber megathrust dan sesar aktif.

Namun, klaim spesifik soal waktu dan lokasi gempa besar yang disebarkan lewat video viral tersebut tidak memiliki dasar ilmiah, karena BMKG memastikan belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa bumi secara tepat waktu dan lokasinya.

Sehingga, narasi bahwa Indonesia bakal diguncang gempa bumi berkekuatan besar sebelum akhir 2026 telah terbukti salah dan menyesatkan (false and misleading).

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto