Menuju konten utama

Kebut Belanja Kementerian, Purbaya Bikin Satgas Serapan Anggaran

Dengan adanya Satgas ini, masalah penyerapan anggaran diharapkan dapat dideteksi lebih awal.

Kebut Belanja Kementerian, Purbaya Bikin Satgas Serapan Anggaran
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bakal membentuk Satuan Tugas (Satgas) penyerapan anggaran belanja pemerintah.

Kelompok yang akan terdiri dari perwakilan-perwakilan dari 26 Kementerian/Lembaga (K/L) tersebut nantinya akan mengawasi kinerja sekaligus mendorong optimalisasi belanja anggaran.

Nantinya, progres penyerapan anggaran tersebut akan dilaporkan berkala oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada publik.

“Nanti perwakilanya disuruh mem-follow up itu. Nanti mungkin sebulan sekali kalau ada meeting besar, dikasih tahu ke menterinya atau berapa bulan sekali, 3 bulan sekali,” jelasnya, dalam media briefing, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).

Dengan adanya Satgas ini, anggaran yang belum terserap dapat diketahui lebih awal, sehingga Purbaya dapat mendorong K/L yang bersangkutan untuk mempercepat realisasi belanjanya.

Jika anggaran yang telah dialokasikan tidak kunjung terserap, Bendahara Negara itu mengancam akan memotong anggaran K/L dengan realisasi belanja rendah.

“Kalau sekarang kan ini kan bekerja sama dengan Menko Perekonomian, jadi saya bisa masuk sana dan nanti saya punya senjata juga kalau ada kementerian disuruh berubah peraturan nggak mau, kita potong anggaran atau nggak usah kita kasih aja duitnya. Oke, gini kalau yang kita lihat,” tutur dia.

Purbaya juga menegaskan bahwa dirinya akan terus memonitor realisasi belanja Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertanian—yang memiliki anggaran besar tetapi realisasinya masih di bawah 50 persen.

“Nanti saya akan datang ke PU untuk nakut-nakutin dikit lah. Mendorong atau membantu meng-encourage supaya dia menyerap lebih cepat dari yang sekarang,” pungkas Purbaya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana