tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menduga kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal PT Murni Karetindo Lestari di Cipondoh dipicu oleh suhu panas dari tumpukan material karet. Tumpukan sisa proses penggilingan bahan baku yang tidak tepat tersebut memicu api hingga menghanguskan seluruh area gudang.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan. Berdasar informasi awal dari pihak perusahaan, dugaan penyebab kebakaran mengarah pada proses penggilingan bahan baku karet.
Mahdiar bilang, material sisa penggilingan menumpuk dalam jumlah besar. Kondisi tersebut diduga memicu panas hingga akhirnya menimbulkan kebakaran.
"Biasanya pasca-penggilingan itu ada penumpukan. Nah, proses penumpukan ini kalau misalnya tidak tepat, maka dia bisa membuat bahan tersebut terbakar," kata Mahdiar, Selasa (23/6/2026).
Meski demikian, Mahdiar menegaskan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sementara itu, setelah berlangsung hampir sehari, kebakaran yang menghanguskan area pabrik dan gudang tersebut dipastikan telah padam pada Senin sore.
Petugas gabungan kini masih melakukan proses pendinginan pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.
"Hari ini, sore ini sudah mendingan. Teman-teman di lokasi sudah gulung selang. Insyaallah dipastikan di lokasi sudah padam," ujarnya.
Menurut Mahdiar, saat ini sudah tidak ditemukan titik api aktif di area pabrik. Upaya pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali akibat sisa panas di dalam tumpukan material.
"Sudah tidak ada. Sekarang lagi kita coba pendinginan di beberapa titik yang masih keluar asap saja," katanya.
BPBD juga memastikan api tidak merembet ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi. Sejak malam pertama kebakaran, petugas melakukan isolasi area sehingga kobaran api dapat dibatasi di dalam kawasan pabrik.
"Alhamdulillah sudah kita putuskan isolasi kondisi api semalam. Sampai saat ini belum ada laporan dampak api ke area luar dari lokasi. Jadi sementara warga masih aman," tutur Mahdiar.
Terkait dampak kesehatan, BPBD bersama dinas terkait telah melakukan pemantauan terhadap warga sekitar. Pada Senin (22/06) ketika asap pekat sempat terbawa angin ke arah permukiman pada siang hari, sebagian warga memilih menjauh sementara dari area terdampak.
Petugas juga membagikan masker kepada warga dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Hingga kini belum ada laporan gangguan kesehatan serius akibat paparan asap kebakaran.
Namun ia belum dapat merinci nominal kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. Saat ini, BPBD Kota Tengerang masih berkoordinasi dengan pihak perusahaan.
"Nilai kerugian akibat insiden tersebut masih dalam proses pendataan dan koordinasi dengan pihak perusahaan, nanti kita sampaikan selanjutnya," pungkasnya.
============
Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






























