tirto.id - Pabrik kimia milik PT Merak Chemicals Indonesia (PT MCCI) di Kota Cilegon meledak pada Senin (25/5/2026). Ledakan ini turut berdampak pada warga sekitar. Berikut kronologi, dampak, dan penyebab ledakan terjadi.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Senin siang. Menurut Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia Dimas Saputra, pihak perusahaan telah melakukan langkah mitigasi begitu ledakan terjadi, termasuk memulangkan seluruh karyawannya.
“Sebagai langkah pengamanan, seluruh karyawan di area pabrik tadi sudah dipulangkan,” kata Dimas pada Senin, dikutip dari Antara.
Dalam keterangan tersebut, Dimas juga menyampaikan permohonan maaf perusahaan atas insiden yang terjadi. Ia juga menyebut pihak perusahaan telah menyiapkan langkah preventif untuk membawa warga ke rumah sakit jika mengalami masalah kesehatan akibat insiden ini.
“Tentu kami akan bertanggung jawab kepada masyarakat,” katanya.
Penyebab dan Kronologi PT MCCI Cilegon Meledak
Berdasarkan keterangan PT Merak Chemicals Indonesia, kronologi ledakan pabrik milik mereka itu terjadi pada Senin siang. Ledakan tersulut sekitar pukul 14.30 WIB.
Pada saat itu, suara dentuman keras terjadi secara tiba-tiba. Suara ini disebut terdengar hingga jauh ke luar area pabrik.
Suara dentuman kemudian diiringi kepulan asap putih yang membumbung tinggi dari kawasan pabrik. Asap ini lantas menyebar secara sporadis karena terbawa angin, termasuk ke area pemukiman di sekitar pabrik.
Pihak perusahaan menyebut tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, seorang karyawan mereka mengalami luka akibat terkena air panas. Korban luka dilaporkan telah dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kepulan asap putih membumbung dari pabrik kimia itu sempat mengkhawatirkan masyarakat setempat. Di media sosial, warganet mempertanyakan kandungan asap putih yang dikhawatirkan adalah kebocoran gas beracun.
Akan tetapi, Dimas Saputra mengeklaim bahwa kepulan asap itu bukan gas beracun. Dalam keterangannya, Public Relations PT MCCI itu menyebut asap putih ini merupakan uap air yang berasal dari sistem pendingin pabrik.
Adapun penyebab ledakan di PT MMCI Cilegon ini, menurut Dimas, karena salah satu instrumen pada fasilitas produksi PT MCCI mengalami tekanan berlebih (overpressure). Hal tersebut membuat alat milik pabrik tak dapat menahan tekanan udara yang ada dan terjadi dentuman.
Saat meledak, sistem keamanan pabrik secara otomatis hidup dan mengeluarkan uap air sebagai mekanisme pendinginan. Uap air ini, klaim Dimas, merupakan apa yang tampak seperti asap putih yang membumbung ke udara.
Warga Alami Mata Perih dan Muncul Bau Menyengat
Dampak ledakan pabrik PT MCCI itu tak hanya dirasakan para pekerja di perusahaan itu, tetapi juga masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih dan bau menyengat yang muncul setelah ledakan.
Sawiri, seorang penduduk Kampung Sumur Wuluh, Kota Cilegon merupakan salah satu warga yang mengeluhkan hal tersebut. Keluhan itu dirasakan tak lama setelah suara dentuman terjadi.
Dalam keterangannya pada Senin, Sawiri mengatakan dirinya sedang berada di rumah ketika dentuman terjadi. Semula ia hendak mendekati sumber suara, namun mengurungkan niatnya karena ada bau menyengat di sekitar pabrik.
“Saya setop dulu karena baunya tidak tahan. Selain bau yang menyengat, ada rasa pedas [perih] di mata. Makanya saya tidak berani merapat,” katanya, dikutip dari Antara.
Dimas Saputra sempat memberikan keterangan bahwa pihak perusahaan akan menginvestigasi keluhan masyarakat tersebut. Ia menyebut perlu penjelasan dari tim teknik guna memastikan mengapa asap putih yang meluas pasca ledakan disertai bau menyengat dan menyebabkan mata perih.
Namun, Dimas memastikan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab jika terjadi masalah kesehatan warga sekitar pabrik akibat ledakan. Ia juga menyebut bahwa pihak perusahaan turut melakukan upaya mitigasi untuk warga terdampak.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























