Menuju konten utama

Gudang di Kalideres Terbakar, Botol Kimia & Gas Meledak Beruntun

Damkar sempat mengerahkan unit robotik untuk menangani kebakaran besar tersebut karena ada potensi gas beracun dari material yang terbakar.

Gudang di Kalideres Terbakar, Botol Kimia & Gas Meledak Beruntun
Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam. ANTARA/Risky Syukur

tirto.id - Ledakan beruntun dalam kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam, diduga kuat berasal dari banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas dalam bangunan.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan, botol-botol itu tersambar api sehingga meledak di tengah kebakaran.

"Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Syaiful kepada wartawan di lokasi Senin (11/5/2026) malam sebagaimana dikutip Antara.

Ledakan-ledakan itu, kata Syaiful, melontarkan botol-botol ke udara, sehingga pihaknya menyadari adanya potensi gas beracun dari asap kebakaran. Tak ayal, petugas mengenakan masker khusus saat melakukan pemadaman manual.

"Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," kata Syaiful.

Damkar juga mengerahkan satu unit robotik dalam upaya pemadaman. Hal ini dilakukan menyusul potensi gas beracun dari material yang terbakar dalam bangunan, yakni botol-botol berisi bahan kimia atau gas.

"Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," kata Syaiful.

Namun, operasi robot pemadam membutuhkan tekanan air tinggi sehingga membuat unit tersebut harus ditarik setelah beroperasi setengah jam. Pemadaman pun akhirnya dilanjutkan secara manual.

Selain kendala bahan kimia berbahaya, petugas juga sempat terkendala oleh minimnya jalur pasokan air. Mereka menggunakan nozzle dari berbagai sisi pergudangan untuk mencegah api menyebar.

"Walaupun ada hambatan terkait pasokan air, mudah-mudahan tidak tersendat lagi, karena kita hanya punya satu jalur suplai air di sisi selatan," ujar Syaiful.

Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah bangunan-bangunan gudang yang terbakar tersebut merupakan satu kesatuan atau milik pihak yang berbeda.

Pihaknya menerjunkan total 25 unit mobil pemadam dan 125 personel dengan gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Ia pun memastikan sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.

Pantauan di lokasi pada pukul 21.30 WIB, api yang menyurut tak membuat asap berhenti mengepul tinggi ke udara.

Bunyi dentuman serta kilatan cahaya yang diduga akibat korsleting listrik juga masih terpantau keluar dari objek kebakaran.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher